Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Ternyata....


__ADS_3

"Hay, kamu di sini juga," ucap Fanny.


"Iya ya lah dia di sini, dia adik ku sayang," ujar Austin.


"Amel kamu adik nya Austin," tanya Fanny yang sangat terkejut.


"Hahaha iya, pria yang tua dan mengesalkan ini abang ku," jawab Amel.


"Wah kebetulan sekali ya.."


"Kalian saling kenal," tanya Lia.


"Mamah dia mah yang mengajarkan ku beberapa mata pelajaran saat aku masih SMA," jawab Amel.


"Oh yang dulu itu yang membuat mu jadi juara satu," tanya Lia.


"Benar sekali mah, mamah tidak pernah bertemu, tapi aku sering bertemu dengan dulu."


"Sial kenapa dunia ini sangat aneh," kata Austin.


"Austin kau sangat pintar memilih pacar, mamah mah sangat setuju kalau yang ini." Lia langsung memegang tangan Fanny dan membawa nya duduk di sofa.


"Hahaha aku juga sangat setuju mah, kak Fanny mah sangat baik, mana pintar lagi," ujar Amel.


Austin mengerutkan dahi nya melihat Fanny di terima sangat oleh keluarga nya, jika tau begini ia sudah membawa Fanny ke rumah nya darti beberapa hari lalu. Sebenarnya mamah dan adik nya sudah pulang ke rumah dari beberapa hari lalu, ia hanya takut jika mamah nya tidak suka dengan Fanny, ia sangat tau mamah nya memliki selera yang sangat tinggi.


''Dimana ayah," tanya Austin.


"Oh iya ayah mu sudah pergi sejak tadi pagi, ada urusan mendadak sejak pagi tadi, dia langsung keluar kota kembali," kata Lia.

__ADS_1


"Sangat sibuk."


"Sama seperti mu, kalian berdua sama saja lah," kata Lia.


"Kak bagaimana bisa kenal dengan kakak ku?"


"Aku bekerja dengan nya, menjadi pengasuh nya Adam, baru beberapa hari bekerja aku sudah di minta menikah dengan nya," ucap Fanny.


"Terus kakak mau? Dia sudah tua kak, banyak masalah jangan mau dengan nya," ujar Amel.


"Mamah Amel mulai."


"Amel jangan menjelekkan abang mu, nanti dia tidak jadi menikah lagi, Fanny kamu sangat tepat memilih Austin, ya walaupun apa yang di katakan Amel itu benar, mamah yakin Austin bisa menjadi kepala keluarga yang baik."


"Hahaha mamah bisa saja, aku memang akan menjadi kepala rumah tangga yang baik, aku itu sangat bertanggung jawab dalam hal apapun," saut Austin dengan sangat percaya diri.


"Sebenarnya waktu itu aku masih ragu, apalagi kami baru beberapa hari kenal, tetapi ntah kenapa aku merasakan ada yang berbeda dari nya, aku tidak menemukan sesuatu yang berbeda itu dari laki laki lain," ucap Fanny.


"Sayang kamu suka mempunyai mamah Fanny," tanya Lia.


"Adam suka dengan mamah Fanny, tapi ayah selalu mengambil mamah dari Adam."


"Austin kau tidak bisa mengalah dengan anak mu, memang lah bujangan satu ini."


"Hahaha dia berbohong, hampir 12 jam Fanny selalu bersama nya, aku hanya kebagian malam," kata Austin.


''Sayang kamu sudah pandai mengadu pada nenek mu ya..."


Adam hanya menjulurkan lida nya, ia mengejek ayah nya sendiri.

__ADS_1


"Mah mamah nya Adam datang," kata Austin.


"Terus? Kau memperbolehkan nya bertemu dengan Adam? kalau mamah dari mu jangan u bertemu dengan Adam, berbicara dengan Adam pun tidak akan mamah izinkan, enak saja mau bertemu begitu saja, sudah tidak mau merawat."


"Mamah tidak tau yang sebenarnya, lagi pula dia juga memiliki ha mau, mau bagaimana pun tetap saja, dia mamah kandung Adam, kalau sampai masalah ini di bawa ke hukum, Adam bisa di ambil hak asuh nya, apalagi dia memiliki alasan yang sangat jelas lagi," ucap Austin.


"Ya sudah terserah mu, mamah tidak mau terjadi apa apa pada Adam," kata Lia.


"Kak aku masih tidak menyangka, aku masih heran kakak mau saja dengan nya.."


"Nama nya juga jodoh, aku juga tidak tau bisa berjodoh dengan kakak mu," kata Fanny.


"Jangan pengaruhi Fanny, awas saja kau macam macam. Cepat menikah jangan menjomblo terus," ucap Austin.


"Suka ku lah, aku yang menjomblo kau yang sibuk," kata Amel.


"Sudah kalian kalau bertemu pasti bertengkar, ayo kita makan siang dulu." Lia sudah biasa melihat pertengkaran anak anak nya..


Setelah selesai makan siang. Mereka semua berkumpul di taman dan kebun buah yang sedang berbuah semua. Fanny benar-benar sangat senang berada di sini, rumah orang tua Austin seperti rumah yang ada di negeri dongeng, bukan hanya mewah tetapi hampir semua hal yang mustahil ada di rumah malah ada di rumah ini.


Bukan hanya Fanny, Adam yang sudah jarang ke sini, berlari sana sini mencari buah yang dia mau. Adam dan benar-benar sangat pendek senang seperti biasa nya.


"Jadi kapan kalian menikah," tanya Lia.


"Dua minggu lagi mah, mamah aku ingin menikah di rumah ini saja," jawab Austin.


"Bilang saja kau ingin mamah yang menyiapkan semua nya.."


"Hahaha iya mah, aku mohon bantuannya. Nanti banyak teman teman ku yang datang, mana tau salah satu nya jodoh nya Amel, atau kita langsung nikah kan saja Amel dengan Ryan."

__ADS_1


"Jangan macam macam, aku tidak sudi menikah dengan nya, dia saja mau cari istri dua. Ya kali aku di madu, banyak pria yang lebih lebih dari nya," kata Amel.


__ADS_2