
"Anak ayah hebat.." Austin menggendong Adam dan membawa nya ke dalam mobil.
"Benar benar tidak sakit sayang," tanya Austin.
"Tidak ayah, ayah aku mau membeli mainan," jawab Adam.
"Mau apa kamu, nanti ayah minta orang membeli kan nya untuk mu," tanya Austin.
"Aku mau mobil, tembak tembakan, hmmm aku mau boneka juga.."
"Untuk apa sayang kamu kan pria, boneka hanya untuk wanita," kata Austin.
"Aku mau ayah.." Adam mulai merengek.
"Iya iya, sekarang kita pulang dulu.."
__ADS_1
Seperti yang di rencanakan. Austin menghentikan mobil nya ke tempat yang ia tandai tadi, ia meninggalkan Adam di dalam mobil, cuaca sangat panas yang tidak cocok untuk Adam yang memiliki kulit sedikit sensitif, lagi pula ia tidak akan lama juga.
"Aku juga mau yah," teriak Adam.
"Iya kamu tunggu di dalam, jangan berbuat apa apa," kata Austin.
Austin membeli semua yang ada di sana, tidak peduli bagaimana Fanny menghabiskan semuanya, yang terpenting sekarang ia membeli saja. Mana tau Fanny menginginkan makanan yang ia beli, jadi ia tidak perlu kembali keluarga dan rumah.
Setelah selesai membeli semua makanan mereka pun pergi meninggalkan tempat itu, Austin langsung membawa mobil nya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Austin membawa Adam dan berbagai macam makanan yang ia beli tadi ke kamar. Fanny yang melihat Austin membawa berbagai macam makanan benar-benar sangat senang, tetapi mata nya tertuju pada jidat Adam yang merah.
"Dia bertarung dengan teman nya, aku sangat bangga pada Adam," ujar Austin.
"Sayang kamu bagaimana si, anak sendiri bertarung kok kamu bangga pada nya, seharusnya kamu memberikan pengertian agar dia tidak melakukan hal yang sama."
__ADS_1
"Hahaha iya sayang maafkan aku, tetapi aku bangga karena dia membela teman wanita nya, teman wanita nya di ganggu dengan seseorang. Dia juga tidak nangis sama sekali, bagaimana aku tidak bangga pada nya," kata Austin.
Mendengar hal itu Fanny pun merasa bangga pada Adam, tetapi ia juga harus memberitahu Adam jika bertengkar bukan hal yang baik.
"Sayang kamu boleh membelah teman mu, tetapi bertengkar juga bukan hal yang baik, semua nya bisa di selesai kan dengan baik. Kamu bisa melaporkan pada buk guru, atau orang dewasa di sekolah. Kamu sudah melakukan hal baik, hanya saja salah caranya, tetapi mamah sangat bangga pada mu, jangan jadi Playboy seperti ayah mu ya.."
"Okee mamah, Adam lapar. Adam mau makan masakan mamah."
"Jangan jadi seperti ku, orang dia anak ku, ya jelas akan seperti ku. Sayang kita makan ini saja ya, ayah sudah membeli berbagai macam makanan, kamu makan dengan mamah, ayah akan mengambil beberapa piring," kata Austin sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kamu tidak menangis sayang, apa sakit," tanya Fanny.
"Tidak sakit, Adam senang memukulnya, dia sangat jahat. Adam sering di ganggu. Dia juga mengejek Adam tidak punya mamah. Tadi dia juga memukul teman Adam, jadi Adam balas dengan mendorong nya dan menendang nya, seperti bermain sepak bola."
"Jangan dengarkan dia sayang. Adam kan punya mamah, jadi Adam tidak perlu mendengar kan nya, oke," ucap Fanny.
__ADS_1
"Oke mamah.."
Bab setelah ini hanya spam jangan di baca.