Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Ha...


__ADS_3

"Sayang bangun hey, ini sudah siang kata mau ke rumah sakit," ucap Ryan.


"Hmmm aku sangat lelah sayang, nanti sore saja ya, jangan sekarang," kata Fina.


"Kamu lelah kenapa si," tanya Ryan.


"Jangan pura-pura ya kamu, kamu lupa apa yang terjadi pada ku kemarin," jawab Fina.


Ryan merebahkan diri nya di atas kasur, lalu ia memeluk Fina dari samping kanan.


"Bagaimana kamu suka tadi malam," tanya Ryan.


Fina sangat malu mendapatkan pertanyaan itu, wajahnya langsung memerah seketika, siapa yang tidak di di perlakukan sangat manis seperti tuan putri oleh suaminya sendiri. Hanya wanita bodoh yang tidak suka mendapatkan perlakuan manis seperti itu.


"Sayang kenapa kamu diam? kamu puas," tanya Ryan.


"Hmmm iya aku suka sayang, aku puas sangat puas. Terimakasih telah menjadi suami yang hebat untuk ku, aku sangat bersyukur memeiliki suami hebat seperti mu," jawab Fina.


"Hahaha syukur lah kalau kamu puas, kamu puas aku pun senang, nanti kita coba gaya lain ya. Sekarang ayo berkemas karena kita akan pulang ke rumah," ucap Ryan.


"Besok saja ya pulang ke rumah nya, aku masih ingin di hotel," kata Fina.

__ADS_1


"Oh boleh boleh, tetapi ada syaratnya," ucap Ryan.


"Syarat nya apa itu," tanya Fina.


"Ah kamu seperti tidak tau aku saja," jawab Ryan.


Malam hari nya Ryan dan Fina baru menjenguk Fanny. Mereka berdua ke rumah sakit dengan membawa berbagai macam makanan, walaupun Austin tidak meminta pasti mereka memerlukan makanan dari buah sampai dengan makanan berat. Apalagi banyak orang yang juga sering mengunjungi Austin dan Fanny.


"Adam paman membawa makanan kesukaan mu," kata Ryan.


"Aku mau.." Adam langsung berlari mendekati Ryan.


"Mereka sudah datang tau saja kalau kita juga lapar," ucap Austin.


"Apa kabar fan? sudah lebih Baik kan," tanya Fina.


"Sudah sangat baik fin, selamat atas pernikahan mu ya, cepat nyusul," jawab Fanny.


"Kau benar benar gila Austin, baru saja menikah sudah hamil," kata Ryan.


"Ya mau bagaimana lagi, benih ku sangat ungguli sekali, sekali masuk langsung hamil, hahaha kau jangan mau kalah ya," ucap Austin.

__ADS_1


"Pasti lah, mana mungkin aku kalah dengan mu sedang on proses ni," kata Ryan.


Mereka membicarakan banyak hal, sampai tiba Austin memberikan saran jika mereka lebih baik tinggal bersama sama. Mereka akan membeli rumah di dekat kampus dan tempat mereka bekerja.


"Aku si setuju saja, bagaimana dengan mu sayang," tanya Ryan.


"Aku tidak masalah, nanti aku meminta Fanny mengajari ku memasak," jawab Fina.


"Oke fin, kita akan memasak banyak hal," ucap Fanny.


"Jadi kapan istri mu akan keluar," tanya Ryan.


"Besok sore sudah bisa kembali ke rumah. Nanti aku akan meminta ayah untuk mencari rumah yang cocok untuk kita, jadi setelah kita kembali kita bisa langsung ke rumah baru," jawab Austin.


"Ayah, mana tante Amel," tanya Adam.


"Sudah pulang sayng, kata nya dia malas bertemu dengan Ryan."


"Dia saja tidak memberikan ku selamat, kamu bagaimana sayang," tanya Ryan.


"Ya dia memberikan ku selamat, untuk apa dia memberikan mu selamat kalian saja banyak bertengkar."

__ADS_1


"Ayah dimana tante Gisel," tanya Adam.


"Ha.."


__ADS_2