Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Akan melamar


__ADS_3

"Begitu.. Tapi aku belum siap untuk menikah," kata Fina.


"Ke sini saja, kita bicarakan baik baik sayang," ucap Ryan.


"Aku sudah sampai, keluar lah.." Fina sudah berada di halaman rumah itu.


Ryan berjalan menuju balkon untuk melihat Fina. Dan benar saja Fina sudah keluar dari dalam mobil.


"Lihat ke atas," ucap Austin.


Fina langsung menaikan kepalanya, ia terpesona dengan Ryan yang terlihat sangat hot dari bawah sana. Ryan yang hanya memakai kaus tanpa langan membuat aura daddy hot nya terpancar dengan sangat kuat.


"Kamu ngapain si," tanya Fina.


"Olahraga lah, sini ke atas.."


"Iya, tunggu aku.." Fina mematikan sambungan telepon itu.


Fina masuk ke dalam rumah itu, ia sudah sangat sering ke rumah itu karena memang keluarga nya sangat dekat dengan keluarga Austin walaupun hanya saudara jauh saja. Tidak ada ikatan darah di antara keluarga mereka.


"Selamat pagi semua," ucap Fina.


"Eh ada Fina, pagi.."


"Siapa dia, menantu," tanya Fina.


"Pacar kakak ku," jawab Amel.


"Halo salam kenal," ucap Fina.


"Salam kenal kembali, nama ku Fanny.."


"Aku Fina, nama kita sedikit mirip.."


"Mau kemana," tanya Amel.


"Ke lantai atas," jawab Fina.


"Ngapain si? orang kita semua di sini..."


"Bertemu dengan seseorang," ucap Fina sambil berjalan melalui mereka semua.


"Oh ya ya, dia kan pacar nya Ryan, kenapa lah dia mau dengan Ryan.."


"Ya Ryan tampan, kamu saja yang aneh," ucap Lia.


Fina berjalan ke ruangan tempat Ryan berada. Mereka berdua baru beberapa hari kenal tetapi sudah sangat dekat karena Ryan sangat intens mendekati nya, hari pertama dan ke dua saja Ryan sudah membawa Fina ke rumah orang tua nya.


"Ryan.."


"Aku di sini," ucap Ryan.

__ADS_1


"Mandi kek, ya kali bertemu dengan wanita masih baukk.."


"Tapi kamu suka kan," tanya Ryan.


"Tidak..."


"Suka kan.." Ryan berjalan mendekati Fina.


"Kenapa kamu bisa di sini," tanya Fina yang langsung mengalihkan pembicaraan.


"Lah Austin bos ku, aku tidak salah dong di sini, kamu saja yang sangat lama ke sini nya."


"Iya juga si, mamah ku sudah tau kamu, tidak tau siapa yang memberitahu nya padahal aku belum berbicara sedikitpun tentang mu," ucap Fina.


Ryan mendekati Fina dan memegang tubuh nya.


"Terus kenapa kalau mereka sudah tau aku, aku memiliki citra yang baik kok, di keluarga Austin maupun di luar sana," kata Ryan.


"Ya tidak papa, orang tua ku juga menanggapi positif, tapi aku bingung siapa yang memberitahu semua nya," ucap Fina.


"Maybe Austin, dia tau aku dekat dengan kamu," kata Ryan.


"Ha iya mungkin, kalau dia mah pasti orang tua ku akan percaya saja."


"Bagaimana kamu mau menikah dengan ku," tanya Ryan.


"Menikah? itu sangat cepat. Aku belum memikirkan apa apa tentang pernikahan."


Fina hanya diam, ia bingung dengan penyataan Ryan, ia belum siap menikah tetapi Ryan seperti nya sangat serius dengan nya. Mengingat usia Ryan yang sudah tidak bisa di katakan muda lagi.


Ryan memeluk Fina, melihat Fina berpikir membuat wajahnya terlihat sangat menggemaskan.


"Ryan, bauk.."


"Hahaha wangi sayang, kamu tidak sopan sekali ya memanggil ku nama," ucap Ryan.


"Mas Ryan lepaskan," kata Fina.


"Begitu dong, kamu lupa aku sudah menembak mu waktu di rumah."


"Itu? aku pikir hanya bercanda mas," ucap Fina.


"Bercanda bagaimana si fin, aku serius jawaban kamu saja yang tidak benar.."


Austin yang masuk ke ruangan itu terkejut melihat Ryan sudah bersama dengan seorang wanita. Ia pikir wanita itu siapa, ternyata ini wanita itu sepupu nya sendiri.


"Kalian ayo cepat keluar," ucap Austin.


"Kau ganggu saja!!!."


"Hahaha kalian tidak mau makan, malah asik berduaan seperti itu," kata Austin.

__ADS_1


"Ya terserah ku lah, ya sudah pergi sana.."


"Kau mengusir ku di rumah ku sendiri. Dasar manusia, ya sudah kalau begitu, awas Fina Ryan suka memakan orang.."


"Kau bisa diam tidak." Kesabaran Ryan hampir saja habis karena Austin.


"Hahaha biasa saja lah.." Austin pergi meninggalkan mereka berdua.


"Jangan galak galak napa."


"Dia menjengkelkan," ucap Ryan.


"Ya sudah mandi sana, aku tunggu di bawah."


"Tunggu lah, aku hanya sebentar, kamu tunggu aku di depan saja, atau di kamar ku."


"Kamar ku saja.." Ryan membawa Fina ke kamarnya.


Ryan mandi dan Fina duduk di ranjang menunggu Ryan, memang Ryan cukup memasaknya, tetapi ntah kenapa ia lebih suka dengan Ryan yang seperti ini.


Di bawah mereka berdua sudah menjadi gosip hangat banyak orang. Apalagi Austin sudah memergoki mereka berdua yang berpelukan di ruang gym.


"Lah mungkin memang mereka berdua akan menikah," ucap Lia.


"Aku rasa si begitu, aku sudah memberikan informasi ini pada orang tua Fina, dan mereka setuju saja. Apalagi mereka juga sudah kenal dengan Ryan, Ryan saja yang tidak sadar jika ia sudah pernah bertemu dengan orang tua Fina," kata Austin.


"Ih kenapa Fina menikah dengan Ryan si, sangat tidak bagus," ucap Amel.


"Kau diam saja, kalau kau juga ingin menikah dengan Ryan, tunggu saja giliran, mana tau kau menjadi istri ke dua nya."


"Hahaha kamu mau Amel," tanya Fanny.


"Aku tidak akan mau menjadi yang ke dua, yang pertama saja tidak mau apalagi yang ke dua," jawab Amel.


Pertemuan antara Fanny dan keluarga Austin berjalan dengan sangat lancar. Austin sudah siap untuk melamar Fanny, malam ini ia akan membawa Fanny ke restoran yang sudah ia boking sejak pagi tadi. Ia hanya ingin pergi dengan Fanny, tanpa gangguan Adam, Adam harus lebih mengalah sedikit pada nya untuk malam ini saja.


Malam hari nya, Fanny dan Austin sudah siap untuk pergi. Adam juga sudah tidur karena mereka pergi jam 10 malam. Austin sengaja pergi malam agar Adam tertidur dulu.


"Sayang kalau Adam bangun bagaimana," tanya Fanny.


"Mamah ku akan menggantikan kita sebentar, jangan khawatir," jawab Austin.


"Begitu ya, kenapa malam malam begini si," tanya Fanny.


"Hahaha tidak papa sayang, agar lebih romantis saja lah."


"Romantis, kamu tidak biasa nya seperti ini, kalau mengajak ku keluar harus dengan Adam."


"Stttt jangan cerewet, ayo kita pergi." Austin menggandeng tangan Fanny keluar dari rumah.


Saat ingin masuk ke dalam mobil. Austin melihat Ryan dan Fina sedang berpacaran di taman, ia sangat senang Ryan menemukan wanita nya, ia jadi tida perlu repot repot mencari wanita yang baik untuk Ryan. Fina benar-benar wanita yang sangat tepat untuk Fina.

__ADS_1


__ADS_2