
Di salon Fanny langsung melakukan perawatan terakhirnya, perawatan untuk pengantin baru agar malam pertama nya lancar tanpa hambatan. Selagi menunggu Fanny, Austin juga sedikit melakukan perawatan, sesekali tidak papa pria melakukan nya.
"Mau menikah ya mbak?"
"Hahaha iya, tadi itu calon suami saya," kata Fanny.
"Wah beruntung kali mbak mendapatkan pak Austin, tetapi yang saya tau pak Austin sudah pernah menikah 4 kali, dan ke empat mantan istri nya juga melakukan perawatan di sini, sudah sangat langganan."
"Dan saya istri terakhirnya yang melakukan perawatan di sini, sudah jangan banyak berbicara cepat lakukan tugas mu," kata Fanny.
Di ruangan lain...
"Ada apa si?? kau menganggu ku saja, aku sedang melakukan perawatan," kata Austin yang mendapatkan panggilan dari Ryan.
''Gila kau, seperti wanita saja melakukan perawatan, aku ke rumah mu besok saja ya, malam ini ada urusan mendadak," ucap Ryan.
"Tidak bisa,tinggalkan semua urusan mu karena malam ini kau harus ke rumah ku, mana ada urusan yang lebih penting di banding kan dengan urusan ku."
"Yayaya ya sudah." Ryan mematikan sambungan telepon itu.
Sebenarnya ia hanya ingin membawa Fina jalan jalan malam ini, apa lagi malam ini malam minggu, sangat cocok untuk di pakai berpacaran tetapi malah Austin tidak bisa di ajak kompromi.
"Ganggu saja," ucap Austin.
Tanpa sadar waktu cepat berlalu, Fanny sudah selesai melakukan perawatan seluruh tubuh nya, ia berjalan mendekati Austin yang ketiduran yang terlalu lama menunggu nya.
"Mas bangun sudah mau gelap," kata Fanny.
"Ha... Sudah selesai," tanya Austin sambil berusaha mengumpulkan nyawa nya.
"Sudah, maaf menunggu lama," jawab Fanny.
"Hmmm wangi wangi nya," ucap Austin, ia sangat puas dengan perawatan di tempat ini.
"Wangi.." Austin malah ingin menyosor istri nya.
"Hey kamu ini," ucap Mawar.
"Hehehe maaf sayang," kata Austin.
Austin membayar semua nya, memang ia menghabiskan banyak uang untuk perawatan untuk calon istri nya. Tetapi ia tidak masalah karena memang ini juga demi kebaikan dan keenakan nya di malam pertama, bukti nya saja ia sampai ingin menyosor istri nya langsung.
Setelah selesai membayar karena sudah malam mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Saat ingin tidur masuk ke dalam mobil tiba-tiba ada mobil yang yang sangat cepat melewati diri nya, hampir semua saja mobil itu menabrak Fanny.
__ADS_1
"Sayang, kamuu tidak papa," tanya Austin.
"Ya aku tidak papa, seperti nya dia sengaja sayang," jawab Fanny.
"Ya aku rasa dia sengaja, aku menjadi memiliki perasaan yang tidak enak banget, seperti nya ada yang tidak benar ni," ucap Austin.
Austin langsung membawa istri nya pulang, ia takut sebelum pernikahan nya terjadi apa apa pada Fanny.
"Kamu kenapa sayang, jangan kamu pikirkan," ucap Fanny.
"Tidak papa aku tidak memikirkan nya," kata Austin.
Sesampainya di rumah mereka berdua bertepatan dengan kedatangan Ryan. Ryan membawa tas yang berisi pakaian untuk besok, keluarga Austin sudah membagikan pakaian kompak untuk acara resepsi.
"Wah ada yang habis perawatan ni," ucap Ryan.
"Hahaha nama nya juga pengantin baru ya harus perawatan lah," kata Austin.
"Sayang aku duluan ya.." Fanny masuk ke dalam rumah.
"Sudah ayo dingin di luar."
"Ryan ada yang ingin aku bicarakan," ucap Austin.
"Tadi ada yang sengaja ingin menabrak istri ku," ucap Austin.
"Apa!!! bagaimana bisa," tanya Ryan.
"Aku tidak memiliki musuh, tetapi kenapa ada yang berniat buruk pada ku."
"Siapa lagi kalau bukan dia.. Ayo masuk, aku yang akan membersihkan nya," ucap Ryan.
Kecurigaan Ryan tidak hanya kecurigaan biasa saja, wanita itu memang harus segera ia basmi. Serangga itu sangat menganggu kehidupan Austin.
Keesokan harinya, hari pernikahan Fanny dan Austin sudah tiba. Tetapi karena pernikahan nya sore Austin dan Fanny hanya santai saja, mereka berdua masih menikmati orang orang yang sedang menyelesaikan dekorasi yang belum selesai.
"Wah nanti malam ni," ucap Ryan.
"Hahaha kau tau saja, nanti malam."
"Nanti malam apa yah," tanya Adam.
"Adik akan di proses sayang," jawab Austin.
__ADS_1
"Adik? yes Adam akan mempunyai adik.."
"Hahaha Adam saja sangat bersemangat apalagi kau Austin, pasti kau sangat bersemangat," kata Ryan.
"Ya tentu Ryan, kamu juga sangat bersemangat kan sayang," tanya Austin.
"Apaan si.."
"Apaan sayang, hahaha jangan sok polos begitu ah," kata Austin.
"Austin Austin tidak bosan bosan nya menggoda istri mu." Lia berjalan mendekati mereka semua.
"Sayang ayo kamu sudah di tunggu MUA," kata Lia.
"Sudah waktunya ya mah," tanya Fanny.
"Hahaha iya sayang sudah waktunya. Make up dan memakai pakaian pengantin itu tidak cepat," jawab Lia.
Fanny ikut dengan Lia, ia sudah siap untuk menjadi pengantin. Memang kalau wanita akan lebih ribet dan lama, kalau pria hanya beberapa menit saja sudah cukup.
"Dimana pacar mu," tanya Austin.
"Di rumah nya lah, nanti jam 3 baru ke sini, aku akan bertemu lagi dengan camer," jawab Ryan.
"Austin..." Leo berjalan mendekati anak nya.
"Ayah sudah pulang aku pikir ayah tidak akan datang ke acara pernikahan ku."
"Aku bukan nya tidak ingin datang, tetapi aku hanya bosan dengan pernikahan mu, ini yang terakhir kan," tanya Leo.
"Iya lah, ini yang terakhir. Kalau ayah tidak datang, ayah sangat keterlaluan," jawab Austin.
"Jangan macam macam lagi, kau sudah sangat dewasa, kau menjadi contoh untuk anak dan adik mu. Jika kau masih mempermainkan pernikahan ini, ayah sudah tidak tau lagi, bagaimana cara nya agar kau sadar," ucap Leo.
"Iya ayah ku maafkan aku ya, aku tidak akan mengulangi semua kesalahan ku sebelum nya. Ini yang terakhir untuk ku, aku tidak akan mengulangi semua kesalahan sebelum nya," ucap Austin
"Bagus, ini juga untuk Ryan. Jangan lupa kau contoh bos mu, kalau bisa pertama untuk terakhir ya, jangan nambah temen nambah lagi," kata Leo.
Tamparan kuat seperti menampar Ryan, apa yang Leo katakan seperti memberikan kode jika ia hanya boleh menikah dengan satu wanita saja. Tidak boleh mempermainkan pernikahan dan mempermainkan hati seorang wanita.
"Wanita yang mau dengan kalian itu wanita yang sangat sabar, ayah sangat tau bagaimana sifat kalian berdua. Kalau tidak mereka berdua yang menjadi istri kalian sudah menyerah mereka. Kalian berdua memang benar-benar harus serius dengan pernikahan kalian," ucap Leo.
"Iya paman, aku sadar memang aku kurang serius dengan pernikahan ku, aku masih memikirkan hal lain yang seharusnya tidak baik untuk aku pikirkan. Terimakasih paman sudah di ingatkan."
__ADS_1