Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Selesai...


__ADS_3

Austin hanya diam mendapatkan ceramah dari Ryan, ia rasa memang ia bersalah. Ryan benar-benar berani dengan diri nya, seperti biasa nya kalau sudah seperti ini memang diri nya sudah melakukan kesalahan besar yang membuat Ryan begitu marah.


"Oke Austin, jika itu mau mu, kau tau sebenarnya mamah ku ingin menjodohkan ku dengan Fanny, kenapa bisa Fanny karena Fanny dan mamah ku sangat dekat. Kau tidak tau kan!! bagaimana kau bisa tau kau terlalu sibuk dengan wanita itu sampai tidak tau tentang istri mu sendiri, mudah untuk ku untuk menerima perjodohan itu. Kalau kau tidak serius dengan nya, aku mampu membuat nya bahagia."


"Ryan!! ya aku salah, tapi jangan kau dekati dia. Kau mau mengambil kekasih bos mu sendiri..." Austin tidak habis pikir dengan semua ini, ternyata memang banyak hal yang belum Austin ketahui tentang Fanny.


"Hahaha awalnya aku tidak ingin mengulik nya. Tapi kau sendiri yang ingin membuat ku mengulik semua ini, jaga Fanny dengan baik sebelum aku mengambil nya.." Ryan pergi meninggalkan Austin begitu saja. Kalau Austin sudah salah seperti ini, ia benar-benar sangat berani pada Austin.


Di dalam kamar Fanny hanya menangis, ia tidak


pernah menyangka semuanya jadi kacau seperti ini. Ia yang sebelumnya belum pernah pacaran dan menikah membuat diri nya sangat mudah goyang. Ada rasa di hati nya untuk mengakhiri ini semua.


"Mamah.." Adam berlari mendekati Fanny.


Fanny yang sadar dengan kedatangan Adam buru buru mengusap air mata nya. Ia tidak mungkin menangis di depan Adam.


"Mamah menangis, mamah jangan nangis.." Adam langsung memeluk Fanny dengan erat. Ia tidak mau melihat mamah nya menangis seperti ini.


"Tidak sayang, mamah tidak menangis. Mamah hanya kelilipan," ucap Fanny sambil berusaha untuk tersenyum dan menghapus sisa air mata di wajah nya.


"Mamah menangis, siapa yang membuat mamah sedih?? ayah???"


"Tidak sayang, mamah tidak menangis..."


"Ayah jahat... Mamah menangis karena ayah kann."


"Sayang..." Austin masuk ke dalam kamar Fanny.


"Ayah!! ayah membuat mamah menangis? ayah sangat jahat. Adam tidak suka ayah seperti ini.."


Austin kembali terdiam melihat Adam yang marah pada nya, ke tiga orang terdekat nya benar-benar marah pada nya, berarti memang ia sangat salah pada Fanny. Adam yang tidak tau apa apa saja bisa seperti ini ke pada nya.

__ADS_1


"Sayang..."


"Jangan dekat dekat dengan mamah, ayah pergi.." Seperti nya memang Adam benar-benar marah dengan Austin.


"Sayang tidak boleh begitu," ucap Fanny. Fanny tidak ingin Adam durhaka pada Austin.


"Nanti aku ingin berbicara dengan mu.." Austin pergi meninggalkan kamar itu.


"Sayang kamu tidak boleh begitu, jangan marah marah pada ayah," ucap Fanny.


"Ayah jaga pada mamah.."


"Tidak sayang, kan mamah sudah berkata ayah tidak jahat pada mamah, jangan marah begitu ya tidak baik tau," ucap Fanny.


Fanny tidak mungkin mengatakan semua nya pada Adam, Adam tidak akan paham dan kalau ia menceritakan juga pasti Adam malah semakin berburuk sangka pada Austin.


Fanny membuat Adam tertidur dulu sebelum ia berbicara dengan Austin. Setelah Adam tidur baru lah ia keluar dari dalam kamar untuk berbicara dengan Austin. Ia tidak tau dimana Austin berada, Fanny hanya berjalan ke tempat biasa nya Austin berada.


"Iya.." Fanny berjalan mendekati Austin.


"Aku ingin membahas masalah kita," ucap Austin.


"Hmmmm." Fanny hanya bergumam saja. Ia tidak tau jika Ryan sudah mendatangi Austin.


"Maafkan aku, aku salah.."


"Aku ingin kita selesai," ucap Fanny.


"Maksudnya," tanya Austin.


Austin tidak paham dengan apa yang Fanny katakan.

__ADS_1


"Ya kita selesai saja, aku tidak cocok dengan mu, kamu tidak cocok untuk ku. Aku terlalu egois yang ingin selalu di mengerti, dan kamu sangat sulit juga untuk aku mengerti, aku tida ingin kita selalu bertengkar di pernikahan kita," jawab Fanny.


Austin menggelengkan kepalanya.


"Tidak sayang aku tidak mau, jangan berpikir yang tidak tidak," ucap Austin.


"Kenapa tidak? sebelum terlambat aku tidak ingin terjebak di dalam lubang yang aku bisa hindari. Untuk Adam kamu jangan khawatir, aku akan tetap menjadi mamah nya sampai ia menerima Gisella mamah kandung nya.."


"Sayang apa-apaan kamu si? atau kamu malah ingin menikah dengan Ryan, kamu menerima perjodohan mamah nya Ryan," ucap Austin.


Fanny sedikit terkejut mendengar hal itu, berarti Ryan sudah berbicara dengan Austin. Kalau begitu tidak ada lagi yang perlu ia tahan.


"Aku tidak ingin menikah dengan siapa siapa, aku belum bisa menerima siapapun lagi. Kamu tau selama ini aku tidak pernah dekat dengan pria, sekali nya aku dekat aku malah mendapatkan pria seperti ini, aku sulit untuk mengerti, aku harap kamu menerima semua keputusan ku. Semua nya masih bisa di tunda sebelum benar-benar terjadi."


"Kamu ingin Adam sangat dekat dengan mamah nya kan, mudah sekali kembali dengan mamah kandung nya. Kalian akan selalu bersama dan Adam akan menerima Gisella seperti Adam menerima ku, kamu jadi tidak perlu memikirkan ku lagi."


Austin belum berbicara apa apa, ia masih mendengar semua ucapan dari Fanny. Jika seperti ini memang lebih baik mendengarkan dari pada berbicara yang dapat menambah masalah baru lagi.


Fanny melepaskan cincin lamaran yang Austin berikan pada nya. Ia mendekati Austin dan memberikan cincin itu kembali pada Austin. Ia tidak akan ingin menerima barang yang bukan hak nya lagi.


"Sayang aku belum berbicara apa apa kamu sudah memutuskan semua nya dengan sepihak," ucap Austin.


Ia tidak mungkin membiarkan Fanny pergi dari hidup nya. Dirinya sudah sangat cocok dengan Austin, begitu juga dengan Adam dan keluarga nya, kalau sampai keluarga nya tau pernikahan nya batal semua nya akan hancur. Keluarga nya akan malu karena semua undangan sudah di sebarkan.


"Sayang, maafkan aku ya aku salah, aku mengaku salah. Jangan seperti ini, kita masih bisa memperbaiki nya."


Fanny seperti tidak mendengarkan Austin, ia berjalan melalui Austin. Sebelum Fanny semakin menjauh Austin berlari mengejar Fanny, ia menggendong Fanny dan langsung membawa nya ke kamar yang tidak jauh dari tempat itu.


Fanny bingung dengan apa yang di lakukan Austin. Saat ia ingin berontak bibir nya sudah di lahap habis oleh Austin, tangan nya tidak bisa bergerak karena di jepit langsung oleh tubuh Austin. Bukan hanya itu, ia langsung di lempar ke ranjang oleh Austin. Dengan cepat Austin melepaskan kaus nya dan kembali menerkam Fanny.


"Aku tidak akan melepaskan mu.."

__ADS_1


__ADS_2