Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Pulang ke rumah


__ADS_3

"Kenapa kamu bertanya tentang nya," tanya Austin.


"Tidak boleh?"


"Tidak boleh, jangan tanya tanya tentang nya ya, Adam Jangan mengingat nya lagi," kata Austin.


Keputusan Austin untuk membuat Adam melupakan gisella adalah keputusan yang tepat, ia tidak ingin Adam mengingat seseorang yang begitu jahat pada keluarga nya, tanpa Gisella Adam juga tetap mendapatkan kasih sayang dari Fanny.


"Sayang..."


"Sudah kamu diam saja, jangan ikut campur ya," kata Austin.


Ryan sendiri sangat setuju dengan apa yang Austin katakan, memang sebaik nya Adam melupakan wanita kejam itu.


Keesokan harinya, mereka semua kembali ke rumah karena Fanny sudah di perbolehkan untuk pulang. Mereka langsung ke rumah baru yang sudah ayahnya Austin siapkan, di sana juga sudah ada perlengkapan mereka, jadi mereka tidak perlu kembali ke rumah lama. Rumah lama Austin, ia biarkan kosong, ia malas mengingat kenangan lama bersama mantan istri istri nya.


"Ini sangat besar," ucap Fanny.


"Hahaha iya kita kan akan menjadi keluarga besar, rumah ini sangat strategis, 15 menit dari kantor ku dan Ryan. Serta hanya beberapa menit dari kampus kalian berdua," kata Austin.


"Kalian tidak kuliah di tempat yang sama," tanya Ryan.


"Tidak sayang, tetapi kampus kami tidak berjauhan," jawab Fina.


"Ya sudah istirahat lah, sudah waktunya untuk..."


"Ah aku tau maksud mu Ryan.." Austin langsung menggendong istri nya pergi meninggalkan mereka semua.


"Bukan nya Fanny hamil, kenapa Austin ingin meminta jatah," kata Fina.


"Sayang Fanny itu kuat, saat dia koma saja bisa hamil, jika hanya menghadapi anu nya Austin ya tidak akan ada apa apa nya Austin," ucap Ryan.


Fina hanya mengangguk kan kepala nya, seperti nya apa yang suaminya katakan itu benar.

__ADS_1


"Kamu ingin cepat hamil tidak," tanya Ryan.


"Tidak ah, aku ingin bersenang-senang dulu," jawab Fina, ia hanya bercanda saja karena ia sudah mengerti ke arah mana perkataan Ryan.


"Sayang aku sudah tua loh, kamu bagaimana si Atau aku cari istri lagi saja."


"Hahaha aku tidak masalah, mau kamu punya istri dua tiga empat, selagi kamu bahagia dan kamu suka ya untuk apa aku masalah," kata Fina.


Ryan rasa Fina benar-benar gadis yang berbeda, ia tidak pernah marah kalau Ryan membahas wanita lain, sifat nya benar benar cuek dengan hal seperti itu.


Ryan mendekati Fina dan langsung menggendong nya ke kamar. Untung saja tidak ada Adam yang sudah masuk sekolah sejak pagi tadi, jadi para pengantin baru ini bisa menghabiskan waktu tanpa gangguan.


"Yahh kamu sangat cantik sayang.."


Austin dan Fanny sedang berendam di dalam badhup. Mereka berdua ingin menghabiskan banyak waktu di kamar mandi.


"Ya aku tau, semua dari ku sangat cantik," kata Fanny.


"Sayang ada sabun di bawah, kenapa ada yang mengganjal," tanya Fanny.


"Hahaha sabun dari mana kamu ada ada saja, itu barang ku," jawab Austin.


Tiba tiba Fanny menginginkan sesuatu, seperti nya rasa ingin ngidam nya mulai muncul. Ada beberapa hal yang Fanny inginkan.


"Sayang aku ingin kamu memakai baju ku," kata Fanny.


"Ha apa!!!"


"Iya aku ingin kamu memakai daster, nah kamu sambil masak di dapur, terus aku makan masakan mu," kata Fanny.


"Jangan aneh aneh sayang," kata Austin.


"Aku tidak aneh, rasa nya aku ingin saja. Kenapa ya, apa ini salah satu efek kehamilan," tanya Fanny.

__ADS_1


Austin langsung mengingat perkataan dokter tadi, perkataan tentang kehamilan wanita yang menginginkan hal hal aneh, apa yang Fanny katakan sangat mirip dengan yang dokter katakan. Seperti nya memang Fanny sedang menginginkan sesuatu yang dokter katakan tadi.


"Kamu apa nama nya, itu Ngidam ya," tanya Austin.


"Nah iya, kata orang orang ya, kalau kita ngidam itu harus di turutin kalau tidak nanti anak nya jadi ngences," kata Fanny.


"Kata dokter juga begitu kalau kamu menginginkan sesuatu sebisa mungkin aku ikuti, karena itu bukan kemauan kamu tetapi bayi kita," ucap Austin.


"Ya aku tau, aku harap kamu harus siap saja, karena kalau sudah kemauan anak ini pasti aneh aneh, jangan kaget ya.."


"Oh iya sayang, saat dengan Gisella kan dia hamil Adam. Apa dia tidak seperti ini juga? terus kamu juga melakukan hal yang sama pada ku," tanya Fanny.


"Sayang jangan membahasnya kenapa, jangan membahas mantan mantan ku, biasa nya wanita paling tidak suka jika sudah membahas mantan, tetapi kenapa kamu malah seperti ini," tanya Austin.


"Hahaha kan aku ingin tau, aku tidak masalah kok, yang penting kamu kan milik aku sekarang," jawab Fanny.


"Tidak sayang, dia tidak mengidam seperti mu, jadi aku baru pertama kali nya merasakan hal ini. Dan harus kamu tau bagi pria berhubungan seperti itu bukan soal cinta tetapi hanya n*fsu aja, kami bisa melakukan hal itu tanpa cinta, berbeda dengan wanita yang lebih mengutamakan hati," kata Austin.


"Jadi kalau kamu memiliki pertanyaan di hati mu bagaimana aku melakukan nya, sama tidak saat dengan mu jawaban nya berbeda sayang, aku melakukan dengan mu penuh dengan cinta dan kasih sayang.''


Austin menjelaskan semua nya pada Fanny, ia sangat tidak suka kalau Fanny sudah membahas masa lalu nya, ia ingin melupakan semua nya oleh karena itu ia menjelaskan semua nya pada Fanny agar Fanny tidak bertanya apa apa lagi tentang hubungan di masa lalu nya.


"Oh begitu, ya sudah sekarang kamu mandi, aku ingin makan masakan kamu," kata Fanny.


"Sayang aku tidak bisa masak, masak air saja gosong, bagaimana cara menghidupkan kompor ataupun memasang gas. Aku tidak bisa, kita beli makanan saja ya," bujuk Austin.


"Sayang kamu yakin menolak apa yang anak mu inginkan, dia hanya menginginkan masakan dari mu, belum saja kamu berjuang sudah menyerah, kalau dia berpikir ayah nya bukan ayah yang baik untuk nya bagaimana, kamu mau anak mu berpikir seperti itu?"


"Ya ya ya, aku akan mencari cara."


Austin mempercepat kegiatan mandi nya, setelah selesai ia langsung menuju dapur, Austin tidak tau harus memasak apa, yang ada di ota nya sekarang ia hanya perlu berusaha kalau tidak berhasil itu urusan belakang.


Austin membuka kulkas untuk melihat makanan apa yang ada di dalam sana, ia melihat telur ayam yang berbaris dengan rapi. Austin megambil terlur itu karena ia akan memasak telur dadar. Masalah terbesar nya sekarang hanya satu yaitu ia tidak bisa menghidupkan kompor, Austin kembali terdiam sambil berpikir bagaimana cara nya ia masak tanpa menggunakan kompor.

__ADS_1


__ADS_2