Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Kepergok


__ADS_3

"Hey jangan termenung," ucap Austin.


"Bagaimana bisa tadi ada darah," tanya Fanny.


"Itu hanya rekayasa sayang, tidak ada orang yang masuk ke air sayang, sudah jangan kamu pikirkan," jawab Austin.


Di rumah Ryan dah Fina masih betah berpacaran padahal sudah hampir tengah malam, banyak hal yang mereka berdua bahas dan hal itu membuat mereka berdua semakin dekat saja. Seperti nya rencana Ryan sangat berhasil untuk membuat Fina dekat dengan nya.


"Kalau aku mempunyai istri dua bagaimana," tanya Ryan, ia lebih berhati-hati lagi, ia tidak ingin merusak kedekatan mereka berdua.


"Ya terserah si, aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu, asalkan alasan nya jelas. Dan satu lagi kamu nya harus adil terhadap ke dua istri mu."


"Kamu yakin," tanya Ryan.


"Hahaha iya, tapi aku harap kalau bisa satu kenapa harus dua, kamu pikir enak mempunyai dua istri, tidak semua yang kamu pikirkan sekarang enak, enak kedepannya."


"Iya juga si, itu mungkin hanya angan angan ku saja, aku juga tidak pasti akan melakukan nya," ucap Ryan.


''Setelah Austin menikah aku akan mengajak mu menikah," kata Ryan.


"Ha!"


"Sebenarnya itu sangat lama untuk ku, tapi aku tidak ingin memaksa mu terlalu cepat, jadi aku menunggu sampai Austin selesai menikah saja lah," kata Ryan.


"Ya sudah lah, kalau kamu serius aku tidak bisa menolak mu, tetapi kamu harus benar benar serius ya," ucap Fina.


"Iya sayang, aku mana mungkin berani main main dengan sepupu nya Austin, bisa mati aku di buat nya."


Ryan menarik Fina dan memeluk nya dengan cukup erat, akhirnya ia menemukan wanita yanng bisa ia ajak menikah, Fina juga sudah kenal dengan orang tua nya yang membuat Ryan lebih yakin dengan hubungan nya dengan Fina.


"Kamu sudah pernah pacaran kan?"


"Ya sudah lah, aku laku keras tau, tidak seperti mu jomblo."


"Hahaha aku mah bukan nya jomblo aku hanya terlalu memilih dan sangat sibuk, seharusnya aku merasa beruntung aku pilih," kata Ryan.


"Aku merasa beruntung, seharusnya kamu yang merasa beruntung karena aku memilih mu dari sekian banyak pria yang mendekati ku.''


''Uh makasih sayang, makasih sudah memilihku sebagai kekasih mu, aku benar benar merasa sangat beruntung," ucap Ryan.


Fina menaikan sudut bibir nya, dekat dengan Ryan membuat nya selalu tersenyum, Ryan memiliki sifat yang sangat asik, Ryan selalu bisa membuat nya tertawa hal itu lah yang membuat nya memilih Ryan dari pada banyak pria lainnya.

__ADS_1


Tanpa aba aba Ryan mencium bibir Fina, ini pertama kali nya ia mencium bibir wanita tanpa izin, ia pikir karena Fina sudah pernah berpacaran Fina sudah pernah mendapatkan ciuman dari pria.


Fina yang sebelum nya belum pernah berciuman benar benar panik mendapatkan serangan mendadak dari Ryan, tetapi ia menikmati saja apa yang Ryan lakukan pada nya. Ryan yang memang sudah sangat berpengalaman sangat mudah membuat Fina luluh.


Austin dan Fanny sudah kembali ke rumah, mata Austin memicing melihat dua sejoli sedang beradu bibir.


"LIhat sayang," ucap Austin.


"Sudah biar sajalah, kamu juga seperti itu," kata Fanny.


''Masuk lah dulu, aku akan menganggu mereka berdua," ucap Austin.


Austin mendekati mereka berdua yang masih tidak sadar dengan kedatangan Austin.


"Tenga malam begini tempat nya setan, kalian bisa bisa nya ya," ucap Austin yang membuat mereka berdua terkejut.


''Austin kau benar benar ya!!"


"Hahaha kenapa kau marah, padahal aku menyelamatkan mu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan," ucap Austin.


Ryan menatap tajam ke arah Austin, Austin cukup takut dengan tatapan itu, seperti nya memang Ryan marah besar pada nya. Dari pada terjadi hal hal yang tidak ia inginkan ia memutuskan kabur dari sana.


"Dia takut dengan mu," tanya Fina.


"Hahaha kalau aku sudah marah dia pasti takut dengan ku," kata Ryan.


"Antar kan aku pulang, aku tidak berani pulang sendiri," ucap Fina.


"Kamu tidak mendengar apa yang Austin katakan tadi, kamu tidak boleh pulang, menginap saja di sini, sangat berbahaya pulang tenga malam begini."


"Kan kamu yang mengantarkan ku, bahaya nya dari mana," tanya Fina.


"Dari orang tua mu, nanti aku di buat perkedel karena baru memulangkan mu malam malam begini, kira nya aku membawa anak nya kemana mana, kalau kamu menginap di sini kan orang tua mu tidak akan khawatir pada mu," jawab Ryan. Sebenarnya Ryan hanya mencari alasan saja agar Fina tidak pulang ke rumah nya.


"Ya sudah lah, aku menginap di sini saja, apa yang kamu katakan ada benar nya juga," ucap Fina yang membuat Ryan merasa menang.


Di kamar Adam yang terbangun sejak tadi langsung memeluk mamah nya, ia kebingungan kenapa mamah dan ayah nya tidak ada di rumah, hany ada nenek nya saja.


"Mamah dari mana si? kenap meninggalkan Adam?"


"Maaf sayang, mamah tadi ada sedikit acara, kamu jangan takut mamah tidak akan meninggalkan Adam lama lama, mamah sayang dengan Adam, mana mungkin mamah meninggalkan Adam begitu saja."

__ADS_1


"Austin mana sayang," tanya Lia.


"Di luar mah, terimakasih mah," ucap Fanny.


"Ya sudah, mamah kembali ke kamar dulu ya."


Lia pergi dari kamar itu dan Austin masuk kedalam. Ia terkejut melihat Adam yang sudah bangun. Padahal ia ingin bermesraan dengan Fanny.


"Sayang kamu sudah bangun," ucap Austin.


"Ayah dari mana," tanya Adam.


"Pergi sebenar, tidur lah sudah malam."


"Ingin susu," ucap Adam.


"Mamah buatkan sekarang ya."


"Tidak mau, ayah saja, Adam mau dengan mamah."


"Sayang sudah malam, tidak boleh minum yang manis manis, nanti gigi kamu keropos dan sakit," kata Austin.


"Tidak boleh, Adam haus.."


"Air putih saja ya.." Kalau air putih Austin tidak perlu keluar dari dalam kamar karena di kamar sudah tersedia air.


"Mau buah," tanya Austin.


"Mau, Jeruk.."


"Aku mas," ucap Fanny.


"Kamu apa?"


"Apel," ucap Fanny.


Karena memang belum mengantuk, mereka bertiga menonton Nefllix bersama di atas ranjang sambil menikmati buah segar dari kebun langsung. Tidak Austin nama nya jika tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, tangan nya nakal mencolek colek Fanny yang fokus nonton dengan Adam.


Tidak lama Adam kembali tertidur, Austin tersenyum senang karena ia bisa mengganti siaran dengan yang lebih dewasa lagi, tidak mungkin ia menonton serial anak anak yang membosankan.


"Mas kok di ganti si," ucap Fanny.

__ADS_1


__ADS_2