Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Menikah juga


__ADS_3

"Iya sudahlah, mana yang terbaik, aku sangat pusing. Mana rambut Fina rambut Fina mulai rontok, ini baru kemoterapi pertama," kata Ryan.


Wajahnya menunjukan kelelahan, memang semenjak Fina masuk ke rumah sakit Ryan tidak Pernah istirahat dan tidur dengan tenang, maklum saja Ryan dan Fina masih bisa dikatakan pengantin baru, dan mereka sudah mendapatkan cobaan sebesar ini.


"Semangat.." ucap Amel.


Walaupun sebelumnya ke dua nya tidak akur tetapi untuk kali ini mereka berdua mencoba untuk akur.


Di rumah Ryan bertemu dengan Austin dan Fanny, mereka berdua sedang beristirahat setelah mempersilahkan semuanya dengan sangat hati-hati baik. Mereka berdua belum tau jika pernikahan di laksanakan di rumah sakit. Sebelum nya memang Ryan sudah mengatakan jika pernikahan di KUA tetapi karena Fina meminta di rumah sakit semuanya berubah.


"Menikah nya tidak jadi di KUA."


"Ha kenapa?"


"Fina minta di rumah sakit, ya mau bagaimana lagi aku harus menuruti keinginan nya," kata Ryan.


"Ryan Ryan, ya sudah lah. Mau bagaimana ya kan, nama nya juga lagi sakit, antara hidup dan mati," ucap Austin.


"Austin.. Jaga mulut mu."


"Maaf maaf aku salah berkata," kata Austin.


"Fanny kau gemuk ya, apa yang membuat mu semakin mengembang saja," tanya Ryan.

__ADS_1


"Bos mu," jawab Fanny.


"Enak dong, makin empuk ya Austin. Pantas saja semakin betah di rumah," kata Ryan.


"Paman, Adam kangen.." Adam langsung memeluk Ryan.


"Eh keponakan paman." Ryan mengambil Adam dan mencium wajahnya.


Sebenarnya Adam sudah seperti anak Ryan sendiri, Adam sangat lengket pada nya, bagaimana tidak sedari Adam baru lahir sudah sering bersama dengan dirinya. Tetapi meskipun Adam sudah seperti anaknya, ia juga memerlukan anak darah daging nya sendiri.


...☘️☘️☘️...


Keesokan harinya, keluarga utama berkumpul di ruangan Fina untuk menyaksikan pernikahan ke dua Ryan. Memang sangat mendadak tetapi semuanya di rencanakan dengan sangat baik. Fina sangat bahagia melihat Ryan yang sudah sangat tampan sekali, ia belum melihat Amel yang seperti nya masih berdandan.


"Kamu juga sangat cantik.." Ryan mencium bibir Fina.


"Oalaha Ryan tahan dulu kenapaa, sudah lama tida mendapatkan jatah asal cium saja, apa tidak lihat banyak orang."


"Hehehe maaf paman.." Ryan benar-benar sangat malu, ya memang karena diri nya sudah lama tidak dapat jatah jadi sedikit ganas.


Mereka semua berusaha untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang dan menyedihkan. Mereka sangat tau betul sebenarnya semua ini tidak mudah untuk Fina, Ryan dan juga Amel.


Tak lama Amel datang, dia sangat cantik dengan pakaian yang sederhana. Amel berusaha untuk tegar walaupun sangat berat untuk nya, ia tidak pernah berpikir menjadi yang ke dua dalam sebuah rumah tangga, tetapi yang takdir membawa. Apa yang ia katakan sebelum nya pada Ryan, pertengkaran nya pada Ryan saat ini malah berbanding terbalik.

__ADS_1


Pernikahan pun di laksanakan, semua terbawa suasana yang cukup menyedihkan. Amel yang berusaha menahan tangis nya tidak bisa menahan lagi, begitu juga dengan Fina, ia sangat ikhlas suaminya menikah lagi. Fina dan Amel berpelukan yang membuat suasana semakin menyedihkan saja.


"Kau kuat.. Kau bisa mendidik mereka berdua dengannya baik.." Austin menepuk pundak Ryan, ia bisa melihat jika Ryan juga menahan air mata nya.


Setelah pernikahan selesai satu persatu kelurga pergi meninggalkan ruangan itu, saat ini hanya ada Ryan dan ke dua istri nya. Ryan tampak termenung di sofa ruangan itu.


Sedangkan Amel dan Fina masih mengobrol berdua, sebentar lagi Fina akan istirahat yang membuat Amel dan Ryan meninggalkan ruangan itu.


"Kamu dan mas Ryan tinggal di rumah atau ke hotel dekat sini, kata mas Ryan sudah beberapa hari tinggal di hotel."


"Mungkin saja Fina, aku juga tidak tau. Istirahat lah, sudah waktunya untuk tidur, kamu harus tidur 8 jam setiap malam nya. Lusa kamu akan kemoterapi lagi."


"Rambut ku akan semakin rontok saja," kata Fina.


"Tidak papa, kamu tetap cantik kok, apalagi di mata mas Ryan benar benar sangat cantik sekali," ucap Amel.


Setelah Fina tertidur dengan pulas baru lah Ryan dan Amel pergi meninggalkan ruangan itu, saat istirahat memang di larang berada di dalam sana sampai pagi hari nanti.


"Hotel saja ya."


"I.. Iya.." Amel tidak tau apa yang akan terjadi pada nya malam ini, ia sedikit takut Ryan benar-benar memakan nya."


Untuk Ryan sendiri ia tidak memiliki rencana apa apa, otak nya masih terbayang Fina, untuk melakukan nya dengan Amel cukup sulit untuk ia lakukan, tetapi ia juga tidak tau, mana tau setan du dalam hotel lebih kuat dari kebingungan nya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2