
''Atau kau yang mau aku kejar," tanya Ryan.
"Kau berani dengan Austin? kalau berani ya silahkan aku tidak masalah, tetapi jangan sampai kalian bertengkar hanya karena aku."
"Hahaha aku tidak berani, aku enggan membuat masalah dengan nya, bukan apa apa dia itu tidak pandang bulu jika marah, mau dekat atau tidak akan di habisi nya, apalagi sudah menyangkut masalah percintaan nya," jelas Ryan.
''Hahaha ternyata nyali mu kecil juga ya, sabar ya."
"Jujur kalau kau tidak milik nya, kau sudah aku ambil, kau aku kejar sampai kau mau dengan ku."
"Hahaha sayang nya, aku sudah milik tuan mu, aku yakin ada banyak wanita yang sangat pantas untuk mu, jangan berkecil hati ya, semua nya sudah di takdir kan."
"Ya kau benar, aku harus sabar, aku juga sudah sabar, mungkin aku kurang sabar. Kalau kau ada kenalan kau bisa memperkenalkan teman mu pada ku, ya mana tau dia jodoh ku," kata Ryan.
''Tenang saja aku akan membantu mu setelah aku menikah dengan Austin, kalau kami gagal kau bisa mengejar ku, hahaha aku bercanda."
"Kenapa kau berkata seperti itu?"
"Aku hanya takut saja, aku sudah mencintai nya, aku sangat menyayangi nya dan anak nya tetapi kalau dia malah kembali dengan mantan istri nya bagaimana? Wanita itu ibu dari Adam, Austin kan sering berkata jika diri nya sangat mengutamakan Adam, aku yakin Adam akan dekat dengan wanita itu, mau bagaimana pun ikatan anak dan ibu sangat kuat. Kalau Adam sudah dekat dengan wanita itu, Adam sudah tidak memerlukan ku, Austin hanya tinggal kembali dengan mantan istri nya dan mereka akan hidup dengan bahagia."
__ADS_1
''Hilangkan pikiran buruk mu, tidak akan terjadi hal seperti itu, kalau sampau Austin menyianyiakan mu, aku langsung yang akan membuat nya menyesal telah menyianyiakan wanita seperti mu," ucap Ryan.
Pertemuan mereka berlangsung cukup lama, banyak yang mereka bahas dan masing masing dari mereka berdua memberikan solusi agar ke dua nya lebih tenang menghadapi masalah yang sedang berlangsung.
Di rumah Fanny masih melihat Austin dan mantan istri nya masih bersama dengan Adam, cemburu ya pasti siapa yang tidak cemburu jika orang yang di cintai bersama dengan wanita lain. Tetapi seperti yang sudah sudah Fanny hanya bisa memendamnya.
"Sayang," ucap Fanny.
"Eh kamu sudah pulang," kata Austin.
"Iya sayang aku sudah pulang, aku ke kamar dulu," ucap Fanny.
"Ayah..." Adam ikut mengejar mereka berdua.
"Lagi dan lagi aku di cuekin," kata Gisella.
"Sayang, kamu marah dengan ku, maafkan aku sayang, aku tidak bisa mengantarkan mu," ucap Austin.
"Aku tidak marah, untuk apa aku marah dengan mu."
__ADS_1
"Ya mana tau kan," ucap Austin.
"Mamah dari mana," rengek Adam.
"Sayang... Kamu kan sedang bermain dengan tante, mamah tidak mau menganggu sayang," ucap Fanny.
"Mamah, aku ingin dengan mamah. Ayo kita main.."
"Sayang mamah sedang lelah, Adam Jangan manja begini dong."
"Tidak papa, ya sudah ayo.." Fanny membawa Adam ke kamar nya.
"Ikut.." Austin berlari ke kamar Fanny mengikuti mereka berdua.
"Ayah tidak boleh ikut.."
"Hahaha ikut dong, ayah kan sayang dengan mamah dan Adam," ucap Austin.
"Masak..."
__ADS_1
"Iya dong," ucap Austin.