
Setelah mendengar hal itu Austin merasa aneh dan juga bingung. Ia sangat ceroboh sampai ia tidak tau jika istri pertama nya hamil anak nya, kalau ia tau sejak dulu, walaupun istri pertama nya selingkuh ia juga tidak akan melepaskan wanita itu..
"Sudah untuk apa kau pikirkan lagi," ucap Ryan.
"Ya bagaimana aku tidak memikirkan nya, aku sangat bingung," kata Austin.
"Untuk apa kau bingung, semua nya sudah clear, asalkan kau tidak memberitahu mamah kandung nya sebenarnya siapa semuanya akan aman. Anak mu sudah bersama dengan mu sekarang, dia juga mendapatkan kasih sayang yang sama dari Fanny," ucap Ryan.
"Ahkk kenapa pulak dia dulu selingkuh dari ku, coba saja dia memberitahu ku jika dia hamil anak ku bukan anak pria itu pasti aku mempertahankan nya."
"Dasar bodoh, kau sadar tidak jika kau berbicara seperti itu kau tidak puas dengan apa yang kau dapatkan sekarang ini, kau tidak puas memiliki Adam dan Fanny. Jika semua itu tidak terjadi, aku tidak akan mendapatkan Adam dan Fanny, setiap apa yang kita lalui sudah menjadi takdir hidup kita, untuk apa kau merasa kesal seperti ini," ujar Ryan.
''Terkadang kau benar juga, untuk apa juga aku bingung ya, semua nya saja sudah berlalu."
"Nah iya, jalani saja lah untuk apa kau bingung sendiri," ucap Ryan.
''Apa aku harus memberitahu Fanny kalau Aura itu ana kandung ku?"
"Ya iya lah, pakai tanya lagi, kau mau selama nya Fanny menganggap Aura hanya anak angkat mu, Fanny harus tau tetapi kalau Aura aku rasa tidak dulu, kan kalau kau memberitahu nya jika dia anak mu nanti dia aan bertanya siapa ibu nya. Kan kita sudah ada perjanjian jika kita tidak boleh memberitahu siapa ibu kandung nya Aura."
Mereka berdua kembali ke rumah, Austin sudah mulai menerima semua nya, saat ini ia sedang melakukan apa yang mamah dan ayah nya katakan, mencari mantan mantan nya agar tidak terjadi hal seperti ini lagi. Kalau sama anak nya berceceran kemana mana itu sangat bahaya, apalagi sampai musuh ayah nya menemukan anak nya.
''Syang kamu sudah kembali kenapa cepat sekali," tanya Fanny.
"Iya sayang, aku hanya sebentar saja kok, aku sudah mendapatkan semua jawaban nya."
"Jawaban apa," tanya Fanny.
''Kamu belum tau ya, kan Ryan mendapatkan teror untuk mengembalikan Aura ke panti," jawab Austin.
__ADS_1
"Lalu?"
"Ya aku yang ingin melindungi anak dan keluarga ku langsung meminta bantuan ayah ku dan hasil nya ternyata sangat mengejutkan ku...."
"Coba jelaskan sayang," tanya Fanny.
"Aku sudah dengar tau kalau ada yang meneror Ryan, tapi aku belum tau hasl nya, apa hasil nya," tanya Fanny.
"Aura anak kandung ku, dia anak dari istri pertama ku," jawab Austin dengan ragu ragu.
"Apa!! Dia anak kandung mu," tanya Fanny yang sangat terkejut.
"Iya sayang dia anak kandung ku, aku juga sangat terkejut, ternyata saat aku dengan nya pisah dulu dia sedang mengandung anak ku, ya aku tidak tau hal itu. Sekarang baru tau dan aku tidak boleh memberitahu mantan istri ku jika itu anak nya dan Aura juga tidak boleh tau mamah kandung nya, tolong rahasiakan semua nya dari nya ya. Kamu bisa kan menganggap nya sebagai anak kandung mu sendiri."
"Iya sayang, aku akan merahasiakan semuanya dari nya. Aku juga akan menganggapnya sebagai anak kandung mu, aku tidak pernah menyesal menikah dengan mu setelah semua yang terjadi," ucap Fanny.
Austin langsung memeluk Fanny dengan erat, ia sangat bangga pada Fanny yang mau menerima semua nya. Ia rasa memang sudah terlalu banyak problem yang ia berikan pada Fanny, tetapi Fanny masih tetap menerima semuanya dengan sangat baik. Suami mana yang tidak bersyukur memiliki istri seperti Fanny. .
"Iya sayang, aku juga akan pergi ke beberapa negara untuk bertemu dengan istri ke tiga dan ke empat ku Eh maksud nya mantan, nanti kalau aku tidak pergi mencari mereka aku takut kejadian seperti ini, anak ku kececer dimana mana, aku tidak mau hal itu terjadi lagi," kata Austin.
"Ah aku ikut sayang."
"Kamu hamil sayang, kamu tidak boleh naik pesawat, kamu hamil muda.."
"Hmmmm aku kuat sayang, percaya pada ku," kata Fanny yang berusaha membuat Austin yakin.
"Ya sudah iya iya, aku percaya pada mu," ucap Fanny.
Beginilah memiliki mantan istri yang banyak, Austin jadi bingung sendiri, tetapi semua nya sudah menjadi tanggung jawab nya. Gitu Ryan malah ingin memiliki istri lebih dari satu, itu hanya enak sesaat saja.
__ADS_1
Pukul 2 siang, Austin dan Fanny menjemput Adam sekolah, hanya Adam saja kalau Aura pulang lebih lama sekitar 4 sore. Sekolah Adam dah Aura memang jauh berbeda.
"Ayah ku mana ya.."
"Kamu menunggu ayah kamu," tanya Afi teman Adam.
"Iya ayah ku lama sekali, kamu tidak pulang ke rumah," tanya Adam.
"Aku menunggu mamah ku juga," jawab Afi.
"Afi.. Maaf mamah membuat mu lama menunggu.."
"Mamah..."
"Kamu menunggu siapa?"
"Ayah ku, ayah lama sekali," jawab Adam.
Jalan memang sedang macet parah, ia yakin ayah nya Adam sedang terjebak macet, kalau Adam di tinggal sendiri juga kasihan, takut nya terjadi apa apa pada nya.
Austin sangat kesal karena sudah hampir setengah jam ia terjebak macet. Fanny dan Austin sangat khawatir dengan Adam, pasti Adam sudah menunggu mereka sejak tadi.
"Sayang kamu bisa nyetir kan," tanya Austin.
"Bisa, kamu mau kemana," tanya Fanny.
"Aku akan lari, palingan 2-4 kilo lagi, aku takut terjadi apa apa pada nya."
Mereka berdua bertukar posisi. Fanny mengambil alih pengemudi sedangkan Austin langsung berlari dengan cepat, ia sangat khawatir dengan anak nya, ia tidak mau terjadi apa apa pada Adam, sudah hampir setengah jam Adam menunggu nya.
__ADS_1
Walaupun sinar matahari sangat panas, belum lagi banyak orang yang melihat nya seperti orang gila. Austin tidak peduli, ia secepatnya ia ingin sampai di sekolah Adam.
Sesampainya di sana Austin malam tidak melihat Adam, sekolah juga sudah kosong tidak ada kehidupan. Austin benar-benar sangat takut sekali, pikiran buruk sudah menghantui diri nya.