
"Mata mu.." Ryan menepuk jidat Amel.
"Ha!! kenapa dengan mata ku.."
"Ha kau tertarik dengan ku ya, bagaimana aku seksi bulan," ucap Ryan.
"Ih kau sangat percaya diri Ryan, kau tidak seksi sama sekali," kata Amel.
Ryan menarik Amel dan mendorong nya ke atas ranjang, ia melakukan nya dengan spontan tanpa berencana sebelum nya.
"Ryan.." Amel berteriak dengan keras.
"Setan di ruangan ini lebih kuat Amel," ucap Ryan sambil merangkak naik ke atas ranjang.
Tatapan mereka berdua saling bertemu. Ryan memalingkan wajahnya saat mengingat wajah Fina, Fina benar-benar sudah masuk ke dalam hati nya, sambil sulit melakukan dengan wanita lain saat ini.
Saat ingin mencium Amel, Ryan kembali memalingkan wajahnya. Ia tidak kuat melakukan hal Ini dengan Amel, setan di dalam ruangan ini tidak sekuat cinta nya pada Fina.
Beruntung handphone Ryan tiba-tiba berbunyi, hal itu membuat Suasana kamar tidak terlalu tegang Dengan cepat Sean mengangkat handphone nya, ia sangat takut karena mendapatkan penggilingan dari rumah sakit.
"Halo," ucap Ryan.
__ADS_1
"Tuan Ryan, kami hanya ingin memberitahu jika Nona Fina di pindahkan ke ruang ICU."
"Apa!! kenapa? ada apa," tanya Ryan.
"Kesadaran istri anda jauh menurunkan, harus mendapatkan penanganan lebih lanjut, kami akan mengusahakan semuanya agar semuanya baik baik saja."
"Saya ke sana sekarang."
"Tida perlu tuan, jam besuk surat berakhir dan pasien harus benar-benar sendiri, lebih baik Anda mendoakan agar semua nya baik baik saja."
"Ba.. baiklah.." Ryan mematikan sambungan telepon itu, hati nya benar-benar sangat kalau saat ini.
"Fina masuk ke ruangan ICU. Ahhh kenapa ini semua terjadi pada ku." Ryan memukul tembok dengan keras.
Amel memeluk Ryan karena Ryan memang memerlukan kehangatan dari nya, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan selain memeluk Ryan. Ia tay Ryan sangat mencintai Fina tidak heran jika Ryan sampai seperti ini.
"Kamu kuat, jangan seperti ini.."
"Aku tidak tau lagi harus bagaimana, aku sudah melakukan semua nya dengan baik, sudah menuruti semua kemauan nya tetapi kenapa malah seperti ini, apa yang harus aku lakukan agar semuanya bisa lebih baik.."
"Ryan kamu harus sabar, jangan seperti ini, kamu kuat tidak ada yang bisa mematahkan kekuatan my, percaya lah semua nya akan lebih baik."
__ADS_1
Mereka berdua berpelukan cukup lama, Ryan memang sedang memerlukan seseorang untuk menguatkan nya saat ini.
Di rumah Austin, Fanny sudah berhasil menidurkan anak anak nya. Semenjak kehamilan nya Adam jauh lebih manja pada nya, Fanny tidak masalah karena ia juga sangat menyayangi Adam anak sambung tersayang nya.
"Sudah tidur," tanya Austin.
"Sudah dong," jawab Fanny.
"Kenapa emang nya mas," tanya Fanny.
"Tidak papa, kamu tidak tau aku saja sayang, sarang ku sudah siap untuk aku datangi."
"Mas beberapa baju ku sudah tidak muat, bagaimana ini mas," tanya Fanny.
"Hahaha tidak papa sayang, kita beli lagi, aku ingin melihat tubuh mu yang lebih gemuk lagi," jawab Austin.
"Gemuk.. Aku tidak gemuk aku hanya berisi saja."
"Hahaha iya sayang, aku tau kamu lebih berisi saja, aku yakin pasti akan lebih gemuk semua, itu dada semakin beda saja," ucap Austin.
Austin mengedip kan mata nya.
__ADS_1