
"Hey kita bukan bocah lagi," kata Austin.
"Kan aku suka menonton seperti itu..."
"Sayang besok kita kembali ke rumah, Adam harus sekolah kembali, dan aku harus ke kantor juga. Kamu masih lama kan cuti nya," tanya Austin.
"2 minggu lagi, bisa aku tambah si," jawab Fanny.
"Tambah sebulan lagi lah, kita mau menikah kalau kamu kuliah nanti malah ribet," kata Austin.
"Ya sudah, aku tidak masalah..."
Mereka berdua kembali menonton film yang Austin pilih. Bertemakan 18+ kesukaan Austin, ya mau bagaimana lagi Austin itu memiliki otak yang terbilang cukup kotor, apalagi ia sudah lebih dari setahun menjomblo.
"Sayang ganti ah, aku tidak mau melihat nya, itu sangat brutal," ucap Fanny.
"Hahaha bayangkan saja sayang, bayangkan malam pertama kita nanti seperti itu," kata Austin.
"Aku tidak mau menonton.." Fanny langsung memejamkan mata nya dan memeluk Adam.
Austin berpindah posisi di belakang Fanny, ia juga ingin memeluk Fanny dan sudah pasti sambil menggoda nya.
"Sayang," Austin.
"Jangan berisik nanti Adam bangun bagaimana," kata Fanny.
"Hahaha tidak akan bangun sayang, diam saja lah kamu.."
Tangan nakal Austin tidak bisa diam sama sekali, tangan nya bergerak sana sini yang membuat Fanny tidak tenang. Tetapi ia berusaha untuk cuek agar Austin diam sendiri, kalau tidak di tanggapin pasti Austin akan berhenti sendiri.
"Dia berusaha mencueki ku," batin Austin.
Seperti yang Fanny pikirkan. Austin diam sendiri, ia mulai tidur sambil memeluk Fanny dengan sangat erat, seperti tidak ingin kehilangan Fanny.
Di kamar lain. Fina dan Ryan masih berdebat masalah kecil. Ryan ingin tidur dengan Fina tetapi Fina tidak mau, Fina ingin tidur sendiri karena takut terjadi apa apa pada nya.
__ADS_1
"Sayang sudah lah tidur dengan ku saja, kamar luas aku tidak mungkin melakukan hal apapun pada mu," ucap Ryan.
"Tidak mau, aku tidak percaya pada mu," kata Fina.
"Aku ingin cerita sesuatu, ini tentang Austin dan Adam, kamu ingin tau tidak??"
Fina yang cukup penasaran memilih duduk di samping Ryan, ia ingin mendengar cerita dari Ryan tentang Austin dan Adam.
"Ada apa," tanya Fina.
"Austin dan Adam bertemu dengan Gisella, kamu tau dia kan, mamah kandung nya Adam.."
"What!! Berani nya dia, aku tidak tau dimana jalan pikirkan nya.."
"Ya itu lah, aku pun berpikir yang sama, tetapi Austin malah menerima nya, aku sangat bingung sekali dengan jalan pikiran nya Austin," kata Ryan.
"Mungkin karena Gisella mamah kandung Adam, tetapi dia juga tidak menjalankan tugasnya sebagai mamah yang baik," ucap Fina.
"Ya begitu lah, aku malas juga memikirkan nya, tetapi aku takut kalau wanita itu malah mengambil Austin kembali, ular tidak bisa di diamkan," kata Ryan.
"Aku juga memikirkan hal itu tetapi kalau tidak aku yang membentengi Austin siapa lagi? dia tu terlalu baik pada orang, aku sudah tau bagaimana diri nya," kata Ryan.
"Ya sudah terserah mu saja, kalau kamu ingin membantu nya, ingat saja sesuai dengan porsi mu, kamu tau kan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik," ujar Fina.
...☘️☘️☘️...
Beberapa hari telah berlalu, persiapan demi persiapan sudah terlaksana, pernikahan Austin dan Fanny akan segala di laksanakan, Austin juga sangat sibuk mempersiapkan semua nya agar perfect, ia tidak mau menyerah kan semua persiapan pada orang tua nya saja. Perawatan demi perawatan juga sudah Fanny jalani, Austin ingin sempurna di acara pernikahan mereka berdua.
Hanya tinggal satu minggu sebelum acara, dan persiapkan sudah 70 persen selesai. Austin sudah tenang, ia hanya tinggal menunggu waktu nya saja.
Tetapi sebenarnya ada yang menganggu perhatian Fanny yaitu kedekatan Austin dengan mantan istri nya yang setiap hari ke rumah mereka, aneh nya Gisella datang saat Austin ada di rumah, Austin yang sudah sangat sibuk malah menghabiskan waktu dengan Gisella, bukan dengan diri nya.
Adam juga sudah mulai terbiasa dengan Gisella, Fanny tidak masalah karena Gisella mamah kandung nya, yang ia permasalahkan hanya Austin dan Gisella saja, mengingat pernikahan mereka sudah hampir menuju ke hari H.
"Sayang kamu hari ini mau kemana," tanya Fanny.
__ADS_1
"Tidak ada, aku sudah hampir menyelesaikan semua nya, Gisella juga mau datang bermain dengan Adam, mereka berdua sudah mulai dekat," kata Austin.
"Dia datang lagi," tanya Fanny.
"Iya, kamu kenapa??"
"Tidak ada, aku ingin keluar," ucap Fanny.
"Ya sudah hati hati lah.."
Fanny masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap siap. Ia sangat kesal dengan Austin, Austin tidak bertanya kemana dia pergi, dengan siapa dia pergi dan tidak menawarkan diri untuk mengantarkan nya, hal hal kecil seperti ini memang sangat berpengaruh dengan hubungan mereka berdua.
"Dia jadi berubah seperti itu, kalau dia tidak ingin menikah dengan ku katakan saja, jangan karena Adam aku jadi korban, kalau karena Adam dia bisa kembali dengan mantan istri nya," ucap Austin.
Tanpa permisi lagi dengan Austin. Fanny pergi meninggalkan rumah, ia pergi bertemu dengan teman teman nya dan ia juga ingin bertemu dengan Ryan. Ryan pasti dapat memberikan nya saran yang sangat baik.
"Hay yang mau menikah," ucap Viona.
"Apa kabar," tanya Fanny.
"Sangat baik, hahaha aku menikah karena mu lah, kalau kamu tidak memberitahu ku tentang pekerjaan itu aku tidak akan menikah," ucap Viona.
"Iya juga si, suami mu benar-benar sangat hot, aku sangat tau pak Austin.."
"Tapi ya gitu lah, aku sedang kesal dengan nya," ucap Fanny.
"Kenapa si? hati hati loh, saat mendekati acara pernikahan pasti ada saja masalah, kamu tau kan kalau di pernikahan itu bukan hanya bahagia saja."
"Kamu benar malah di dekat acara ada saja masalah kecil, apa itu petunjuk kalau aku tidak harus menikah?"
"Bukan begitu Fanny, itu hanya pembelajaran du awal, dengan masalah itu kamu tidak akan kaget jika ada masalah di pernikahan mu nanti, kamu akan terbiasa dan dapat menyelesaikan semua nya dengan baik, inti nya selalu terbuka dengan suami mu, jangan ada yang di tutupi dan saling percaya saja."
"Wah kau memberikan ku saran yang sangat baik, aku sangat lega mendengar semuanya. Makasih Viona," ucap Fanny.
Setelah berbicara dengan Viona. Fanny pergi ke rumah Ryan, ia bertemu dengan orang tua Ryan dan Ryan nya sendiri. Ia juga ingin mengundang orang tua Ryan sebagai tamu kehormatan dan mewakili keluarga nya.
__ADS_1
"Sampai juga," ucap Fanny.