
Ryan membawa Amel ke kamar, mereka berjalan melalui pintu samping yang langsung tertuju pada lantai tiga, ke dua nya menggunakan handuk agar tubuh mereka tidak terlihat oleh orang lain, terutama Amel yang sangat rawan di lihat orang lain karena ia berjalan melalui tangga bagian luar.
"Aku ingin mandi," ucap Amel.
"Ha?? untuk apa kamu mandi, kamu lupa kita mau apa, aku sudah terlanjur menginginkan nya ni," kata Ryan.
Amel hanya bisa diam, ia sudah siap sebelum nya tetapi mendadak rada siap nya itu menghilang, ia jadi takut tetapi Amel sadar jika ia sudah tidak bisa mengindari Ryan lagi.
"Ryan kamu janji tidak akan sampai mau mati," tanya Amel.
"Hahaha iya Amel, kamu tidak akan mati." Ryan hampir tertawa mendengar hal itu.
Austin dan Adam sedang berbaring berdua di kamar Adam, seperti biasa nya kalau baru pulang sekolah Adam pasti banyak cerita dari sekolah sampai dengan teman teman nya.
"Ayah tadi teman ku membawa bekal, kenapa aku tidak membawa bekal," tanya Adam.
"Hahaha kamu kan sudah mendapatkan makanan dari sekolah."
"Aku ingin makan masakan mamah ku," kata Adam.
__ADS_1
"Mamah sedang hamil sayang, nanti sebelum Adam sampai sekolah kita beli makan saja di jalan, bagaimana kamu mau?"
"Sama saja seperti dari sekolah ayah, ayah teman teman ku bangga membawa makanan dari mamah nya. Adam kan sudah mempunyai mamah."
"Iya iya nanti ayah katakan pada mamah," ucap Austin.
"Ada apa ada apa," tanya Fanny.
"Mamah aku ingin membawa bekal sekolah," jawab Adam.
"Kalau kami tidak bisa jangan sayang, nanti malah berpengaruh pada kehamilan mu lagi."
"Ya sudah kalau kamu tidak masalah, on iya sayang kamu tau tidak kalau Adam akan pergi jalan jalan bersama teman teman nya."
"Tau dong sayang, kan aku yang akan mengantarkan nya pergi. Adam yang meminta nya untuk pergi dengan ku, ya teman teman pasti membawa mamah nya, kalau Adam tidak dengan mamah nya kasihan dia nya."
"Hahaha iya sayang, aku baru saja ingin mengatakan nya pada mu, aku tidak bisa pergi karena aku ingin pergi dengan orang kantor keluar kota, mungkin beberapa hari si," ucap Austin.
"Ya kamu pergi, ya sudah tidak papa lah, aku mah tidak masalah, kamu jangan lama lama ya. Kasihan Adam."
__ADS_1
"Adam tidak papa," saut nya.
"Hahaha kamu yang tidak bisa pergi dari ku," ucap Austin.
Fanny hanya bisa diam sambil tersenyum malu. Ia memang sulit untuk berpisah dengan suaminya, dari pertama mereka berdua menikah Fanny sudah jatuh hati pada sosok Austin.
"Sayang lihat mamah mu sangat malu tu," kata Austin.
"Mas.. Jemput sana Aura, dia sudah pulang tu," ucap Fanny.
"Oh iya, ayo Adam kita jemput kakak mu.."
Di kamar lain.
"Ryan besar sekali, aku takut, kecilin saja bagaimana.."
"Ha kau jangan ada ada saja, cepat jangan kau tutup," kata Ryan.
"Ryan itu besar sekali, apalagi kepala nya kenapa seperti jamur yang bengkak begitu."
__ADS_1
"Hahaha apa kata mu, jamur? jamur ini akan membuat mu ketagihan, enak saja milik ku kau katakan jamur."