
Sementara itu para istri masih asik saja berbelanja, mereka tidak peduli dengan suami mereka yang sudah bosan menunggu kedua nya. Tidak wanita kalau belanja tidak lama.
"Fina kalau aku memakai ini cocok tidak," tanya Fanny.
Fanny menunjukkan pakaian haram pada Fina, mendadak ia ingin membelinya, karena seperti bahan nya lentur yang bisa ia pakai walaupun tubuh nya sudah membesar.
"Cocok sekali Fanny, kamu beli saja itu merek terkenal sangat awet."
"Kak Fanny emang nya harus memakai pakaian seperti itu ya, apa tidak dingin," tanya Amel.
"Hahaha tidak dong Amel, malahan sangat hangat sekali karena di peluk suami, iya kan Fina," jawab Fanny,
Fina memegang perut nya yang mendadak sakit, ia tidak tahan merasakan rasa sakit di perut nya.
"Fanny tolong aku..." Fina terjatuh ke lantai.
"Fina." Fanny langsung membantu Fina yang sudah berada di lantai.
__ADS_1
"Amel panggil suami nya," kata Fanny.
"Iya kak." Dengan cepat Amel langsung berlari menuju Ryan dan Austin, sebelum berbicara ia mengatur nafas nya terlebih dahulu agar ia bisa berbicara dengan benar. Ryan dan Austin hanya bingung melihat Amel yang seperti itu.
"Kau kenapa," tanya Amel.
"Kak kak Fina jatuh ke lantai, tiba tiba perut nya sakit."
"Apa!!" Ryan yang panik langsung berlari melihat istri nya.
Austin dan yang lainnya juga ikut dengan Ryan, mereka berharap tidak ada hal yang mengkhawatirkan, apalagi belakangan ini Fina sering mengeluh sakit di perut bagian bawa nya.
Sesampainya di rumah sakit Fina langsung di periksa oleh dokter, pemeriksaan cukup lama mereka harus mengenali semua gejala yang Fina rasakan. Apalagi tiba-tiba Fina kembali mengeluarkan darah.
"Sayang, kamu membuat ku sangat takut," ucap Ryan.
(Note :Walaupun di Korea dokter nya tetap memakai bahasa Indonesia ya agar tidak bingung)
__ADS_1
Hampir satu jam Fina melakukan pemeriksaan dan langsung penanganan, hal itu membuat Austin dan yang lainnya juga ikut panik, mereka sangat berharap tidak ada hal yang mengacaukan kegiatan mereka hari ini.
"Apa dok, kanker serviks," tanya Ryan yang benar-benar sangat terkejut.
"Iya sudah masuk ke stadium 2, seperti nya sudah lama tetapi istri anda terlalu menanggap remeh sehingga tidak ada pemeriksaan.".
" Bagaimana ini dok, apakah bisa sembuh. Saya akan membayar seberapa pun agar istri saya sembuh."
"Semua penyakit pasti bisa sembuh, kita akan menjelaskan beberapa pengobatan setelah ini, sekarang lebih baik anda dan istri anda memenangkan diri terlebih dahulu."
Fina benar-benar sangat terpukul, ia tidak pernah menyangka terkena penyakit yang begitu menyeramkan. Begitu juga dengan Ryan tetapi ia harus kuat di depan istrinya yang terlihat sangat sok sekali.
"Hiks hiks hikss maafkan aku sayang maafkan aku." Fina memeluk Ryan dengan erat, Fina tau ia bisa tidak mempunyai anak jika sampai kanker itu sudah merusak rahim nya, keinginan nya ingin memberikan Ryan anak seperti nya akan kandas, apalagi penyakit nya sudah masuk stadium 2."
"Sayang jangan begitu, kita bisa memulai ini semua aku yakin kamu pasti kuat," ucap Ryan, ia tidak ingin memikirkan apapun lagi, kesembuhan Istrinya yang paling utama saat ini.
"Aku tidak bisa mempunyai anak sayang, kamu tau itu kan, Ini sangat berbahaya untuk ku," ucap Fina.
__ADS_1