Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Menjelang menikah


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Fina sudah lebih baik setelah Ryan dan Amel memutuskan untuk menikah, ya walaupun belum menikah rencana mereka sudah sangat dekat. Semua keluarga juga sudah setuju, mau bagaimana keinginan Fina memang juga ada baiknya juga.


"Jadi kalian kapan menikah," tanya Fina.


"Besok sayang, kita menikah di KUA saja," jawab Ryan.


"Tidak menikah di sini," kata Fina.


Fina memegang rambut nya yang gatal, tetapi Fina merasakan rambut nya rontok secara berlebihan sangat mudah sekali lepas dari kepala nya. Ini efek kemoterapi yang ia lakukan beberapa hari lalu.


"Sayang tidak papa, kamu sangat cantik," ucap Ryan, ia berusaha untuk membuat Fina tidak sedih.


"Iya.." Fina berusaha untuk tersenyum walaupun ia sangat takut sekali.


"Fina kamu mau buah, aku potong ya," ucap Amel.

__ADS_1


"Makasih Amel.."


Fina merasa memang Amel sana cocok menggantikan diri nya jika nyawanya tidak panjang, walaupun ia sangat berharap diri nya sembuh agar bisa hidup dengan mereka berdua. Ia sangat bisa berbagi cinta dengan Amel.


Di rumah Austin dan Fanny sedang mempersiapkan pernikahan Amel dan Ryan besok malam, ke dua nya yang mengurus semua nya dari pakaian sampai dengan perlengkapan lainnya. Ryan sangat sibuk di rumah sakit yang membuat nya bisa bisa mengurus sendiri pernikahan nya..


Meskipun jadi yang ke dua, Austin ingin Amel merasa berkesan dengan pernikahan nya, oleh sebab itu ia mempersiapkan semuanya dengan sangat baik.


"Sayang usia kandungan ku sudah lebih dari tiga bulan ternyata, aku salah menghitung, aku pikir baru 2 bulan."


"Oh iya sayang, kamu tau berat badan ku naik 3 kilo lagi," ucap Fanny.


"Tidak papa sayang, kamu sangat seksi, aku saja 85 kilo," kata Austin.


"Ya kamu otot sayang kalau aku lemak," ucap Fanny.

__ADS_1


"Hahaha aku suka tau, saat aku bergerak maju mundur tubuh kamu bergetar semuanya, kamu sangat seksi." Austin benar-benar menerima Fanny apa adanya, ia tidak masalah jika Fanny gemuk, asalkan masih batas wajar.


Malam hari nya Mawar dan Ryan pulang ke rumah berdua, ada beberapa hal yang harus mereka berdua kerjakan. Fina juga sudah terlelap karena memang susah waktu nya untuk istirahat.


"Ryan kita menikah di rumah sakit, aaahh a-aku menikah dengan mu, ini sangat aneh tau.."


"Ya iya di rumah sakit, ya mau bagaimana lagi coba, sebenarnya juga aku tidak mau, ya walaupun aku ingin istri dua tetapi tidak begini juga," kata Ryan.


"Kita akan mempunyai anak," hanya Ryan.


"Ya jadi, kalau tidak mempunyai anak kenapa kita menikah, kau lupa kalau istri ku ingin kita segera mempunyai anak, karena dia takut diri nya tidak bisa mempunyai anak, memang sudah 70 persen dokter mengatakan nya seperti itu. Tetapi kau tenang saja, aku akan adil dengan ku dan Fina, ya aku tidak ingin kalian berdua pisah kamar, kita berada di dalam kamar yang sama," kata Ryan.


"Aku rasa tidak bisa, meskipun kami saling menerima satu sama lainnya tetap saja tidak bisa. Kami mempunyai privasi, sesekali boleh sekamar tetapi kalau berulang kali tidak mungkin lah," kata Amel.


Memang apa yang di katakan Amel ada benar nya juga..

__ADS_1


Besok akan up double maaf ya selama ini up sedikit.


__ADS_2