Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Berkunjung


__ADS_3

"Iya iya, kau jangan khawatir," ucap Ryan.


"Kau harus secepatnya menikah, kau mau nanti yang keluar dari burung mu seperti pasta gigi," kata Austin.


"Anjirr, aku rajin mengeluarkan nya secara otodidak," ucap Ryan.


"Makan nya menikah, jadi kau tidak mengeluarkan nya secara otodidak."


Ryan mematikan sambungan telepon itu karena sangat kesal dengan Austin. Austin terus membahas pernikahan seperti mamah nya, ia bukan tidak mau menikah tetapi memang belum bertemu dengan jodoh nya.


"Sayang." Fanny berjalan mendekati Austin.


"Sudah tidur dia sayang," tanya Austin.


"Sudah," jawab Fanny.


Austin menarik Fanny sampai Fanny berada di atas tubuh nya. Posisi ini cukup tidak nyaman bagi Fanny, tetapi sangat nyaman untuk Austin. Rasa nya benar-benar sangat seksualitas, apalagi jika mereka berdua sudah menikah.


"Sayang," ucap Fanny.


"Kamu tu tidak pernah pacaran ya," tanya Austin.


"Kan sudah aku katakan aku belum pernah berpacaran," jawab Fanny.


"Pantas saja sangat kaku, kamu tau kan bagaimana gaya berpacaran zaman sekarang," tanya Austin.


"Tau lah," jawab Fanny.


"Ya sudah jangan banyak protes," ucap Austin.


"Berenang lagi yukk.."

__ADS_1


"Malas ah, aku masih dingin, apalagi sebenar lagi malam," ucap Fanny.


"Hmmm kamu sangat sulit aku ajak bersenang-senang, ya sudah mau kamu apa," tanya Austin.


"Aku hanya ingin dengan mu." Fanny memeluk Austin dengan sangat erat. Ia sudah merasakan indahnya jatuh cinta. Apalagi yang ia cintai pria tampan anak satu yang super hot ini.


Beberapa hari telah berlalu. Selama beberapa hari itu, Gisella tidak pernah datang. Hal itu membuat hubungan Austin dan Fanny semakin dekat saja. Memang Fanny hanya memerlukan perhatian lebih dari Austin, maklum saja Fanny baru pertama kali merasakan indahnya cinta.


"Sayang, bangun dong. Hari ini kita ke rumah orang tua ku, mereka sudah tidak sabar bertemu dengan mu," ucap Austin.


"Austin... Kamu kebiasaan ah.." Fanny langsung menutup tubuh nya dengan selimut, malam ini ia hanya tidur memakai bikinin seksi karena memang malam tadi terasa sangat panas. Seperti nya AC kamar Fanny sedang bermasalah.


"Kamu memancing ku ya," ucap Austin.


"Ac kamar ku mati, mana mungkin aku memancing serigala," kata Fanny.


Austin juga sadar jika Ac amar Fanny tidak berfungsi. Kamar Fanny terasa sangat panas sekali, tidak seperti biasa nya.


"Tidur dengan mu mencari masalah lebih baik aku tidur kepanasan dari pada dengan mu."


''Kamu sangat seksi sayang." Austin berbaring dan memeluk Fanny.


"Sayang...." Fanny sudah tau otak mesum Austin sedang kumat."


"Hahaha cepat mandi, aku tunggu di sini," kata Austin.


"Kamu mandiin Adam saja, kenapa malah menunggu di sini."


"Adam sudah tampan, dia sudah berada di ruang berman nya, aku hitung sam,pai tiga kalau kamu tidak mandi juga aku akan menarik mu ke sini." Austin menunjuk sesuatu yang membuat Fanny takut.


Dengan cepat Fanny langsung berlari ke kamar mandi, mata Austin seperti dapat memperlambat getaran yang terjadi. Dari depan ataupun dari belakang semua nya sangat seksi dan menggairahkan untuk nya.

__ADS_1


"Sabar ya, dua minggu lagi kamu akan menguasai sarang mu." Austin berbicara dengan Junior nya, ia sangat merasa kasihan dengan Junior nya.


Austin dan Fanny sudah selesai bersiap siap. Begitu juga dengan Adam yang sudah sangat tampan seperi ayah nya, karena tidak ada hal yang di tunggu lagi mereka pun pergi meninggalkan rumah.


Fanny cukup deg deg kan bertemu dengan orang tua Austin, ia sangat berharap keluarga Austin dapat menerima nya dengan sangat baik.


''KIta membeli makanan dulu ya, kalau tidak membawa sesuatu ke rumah pasti mamah ku akan ngeromet."


"Ya iyalah, kamu anak nya yang kaya raya, ya kali kamu tidak membawa apa apa saat pulang ke rumah," kata Fanny.


Di rumah keluarga Austin sudah menunggu kedatangan Austin dan pacar baru nya, mereka sangat penasaran bagaimana pilihan Austin kali ini, semoga saja tida mengecewakan mereka semua lagi.


''Mah kak Austin sudah berbicara dengan ku, ia ingin menikah langsung dengan wanita itu karena wanita sangat dekat dengan Adam."


"Kalau sudah dekat dengan Adam, aku yakin pilihan Austin kali ini benar benar sempurna, awas saja diri nya hanya memandang fisik saja. Cantik iya tetapi tida bisa mengurus anak dan suami nya. Aku sudah bosan mencarikan wanita untuk nya," kata Lia.


"Aku mau juga di jodoh kan, mana tau mamah ada kenalan," ucap Amel.


"Abang mu dulu menikah baru diri mu, atau kau mau dengan Ryan, kita sudah sangat tau Ryan bagaiman."


"Ih dengan nya aku tidak mau," tolak Amel.


Fanny dan yang lainnya sudah sampai di rumah mereka. Austin langsung mengajak Fanny masuk ke dalam rumah keluarga nya.


"Nenek," teriak Adam.


"Adam cucu nenek.."


Adam berlari mendekati Amel dan Lia, ia sudah lama tidak bertemu dengan mereka berdua.


"Nenek Adam sudah punya mamah," ucap Adam dengan sangat bersemangat.

__ADS_1


"Kak Fanny..." Amel terkejut dengan seseorang di depan nya.


__ADS_2