
Setelah memberikan Adam pada nenek nya, Ryan langsung menyusul istri nya, ia sudah tidak sabar untuk melakukan apa yang selama ini ia inginkan. Saat di dalam kamar Ryan melihat Fina sudah berbaring di atas ranjang dengan pakaian tidur nya.
"Kamu sudah mandi sayang," tanya Ryan.
"Sudah, tadi aku ingin menunggu mu tetapi kamu lama sekali," jawab Fina.
"Hahaha maaf, tadi paman mengajak ku berbincang sejenak."
"Ya sudah mandi lah, aku sudah menyiapkan mu pakaian," kata Fina.
Ryan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, tidak mungkin ia menyentuh Fina dengan keadaan kotor. Lebih baik ia membersihkan diri nya terlebih dahulu.
Fina tidak ada bayangan Ryan akan menyentuh nya. Ia pikir malam pertama nya nanti saat mereka sudah di rumah ataupun honeymoon, kalau untuk sekarang waktu nya untuk beristirahat saja.
Tak lama Ryan kembali dengan hanya memakai celana pendek saja. Fina heran karena ia sudah menyiapkan pakaian yang lengkap untuk Ryan tatapi Ryan malah hanya memakai celana pendek sajaa.
"Sayang aku sudah menyiapkan pakaian untuk mu, kenapa kamu hanya memakai celana pendek saja," tanya Fina.
"Untuk apa aku memakai pakaian, nanti kan akan terlepas semua nya juga," jawab Ryan.
Ryan mengedipkan mata nya untuk memberikan Fina kode dan Fina paham akan kode itu, ternyata suami nya mau malam ini juga.
Akhirnya Ryan merasakan apa yang selama ini Austin rasakan, ia sangat bersemangat sekali, selama ini ia hanya mendengar cerita dari Austin dan sekarang ia bisa melakukan nya dengan istri tercintanya.
Fina menerima semuanya, ia juga sangat senang dapat memberikan apa yang selama ini ia jaga pada Ryan, pria yang sangat ia cintai. Walaupun penuh rasa sakit dan air mata Fina memberikan nya dengan ikhlas.
Teori yang ia pelajari dari Austin sangat berbeda dengan praktik, rasa nya cukup sulit tetapi ia menikmati nya. Begini lah si nasib bujang tua yang sudah tidak bujangan lagi.
Pagi hari nya. Di rumah sakit, Austin sedang membantu Fanny membersihkan diri nya. Fanny sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, wajahnya sudah tidak pucat dan dia sudah tidak lemas lagi. Salah satu hal penyebab nya adalah Austin. Austin memberikan Fanny vitamin yang sangat Fanny perlukan.
"Sayang.." Fanny memegang bekas operasi yang sudah kering di bawa dada nya.
"Tidak papa, kamu tetap cantik kok, apalagi kalau kamu pintar bergoyang, kecantikan mu akan jauh lebih cantik lagi," kata Austin.
Fanny mengerutkan dahi nya. Kalau suaminya memuji pasti ada hal yang membuat nya merasa malu.
"Kamu tak selingkuh kan selama aku tak sadar," tanya Fanny.
__ADS_1
"Hahaha ya tidak lah sayang, bagaimana mungkin aku bisa selingkuh dari mu, kamu itu yang terbaik tidak mungkin aku selingkuh dari mu," jawab Austin.
"Mana tau kan, kamu bisa saja selingkuh," kata Fanny.
"Sssttt lebih baik kamu manja kan dia.."
"Tidak mau, ayo cepat aku sudah kedinginan," ucap Fanny.
Setelah selesai membersihkan diri Austin membantu Fanny mengeringkan rambut nya. Ia sudah seperti suami yang sangat siaga, tidak ada hal yang Austin pikirkan selain Fanny. Semua pekerjaan nya juga ia serahkan pada ayahnya.
"Sayang siapa ya nama adik nya Adam nanti, aku sangat bingung kalau soal memberikan nama," kata Austin.
"Sayang kita saja belum tau jenis kelamin nya, lagi pula kamu mencari nama saja susah, lalu waktu itu bagaimana kamu memberikan nama Adam."
"Aku mendapatkan inspirasi dari televisi. Dulu ada berita kecelakaan pesawat Adam R, nah karena aku suka dengan nama itu ya sudah aku ambil saja saj aku berikan nama anak ku Adam, kebetulan Adam juga laki-laki," kata Austin.
"Jangan bilang nanti ada kecelakaan motor Nmax, nanti anak mu kamu berikan nama N-Max," tanya Fanny.
"Hahaha tidak lah sayang, kan waktu itu aku tidak sengaja, kalau sekarang kan juga ada kamu, kamu bisa membantu ku untuk mencari nama yang baik."
Rambut Fanny sudah kering, mereka berdua kembali berpelukan di atas ranjang. Austin belum puas memeluk istri nya, selagi keluarga nya belum datang ia ingin puas puas dulu memeluk istri nya.
Tangan Austin melepaskan tiga atas kancing baju Fanny, Fanny langsung memberikan tatapan tajam pada Austin. Ia bingung dengan apa yang Fanny lakukan.
"Sayang hanya tangan, aku ingin memegang nya saja," kata Austin.
"Hanya tangan tidak macam macam.."
"Iya hanya tangan, dia besar sekali, nanti kalau kamu hamil akan semakin besar dan anak kita ajan puas meminum asi," kata Austin.
Walaupun hanya tangan tetap saja membuat sepemilik merasakan sensasi yang luar biasa. Memang Austin tidak pernah gagal membuat istri nya senang.
Austin tersenyum merasakan milik istri nya yang mulai mengeras, seperti nya Fanny sudah terbawa oleh permainan nya. Austin menarik selimut dan ia menutupi separuh badan Fanny. Kemudian Austin masuk ke dalam selimut itu.
Fanny tidak bisa menolak lagi karena sudah terlanjur masuk ke dalam permainan Austin. Ia membiarkan Austin yang sedang seperti anak kecil meminum susu.
"Ayah..." Adam berlari masuk ke dalam ruangan itu, hal itu membuat Fanny dan Austin sangat terkejut, dengan cepat Austin keluar dari persembunyian nya.
__ADS_1
"Sayang..." Austin langsung turun dari atas ranjang sedangkan Fanny merapikan pakaian nya kembali.
"Sayang kamu sudah datang," ucap Austin.
"Ayah aku mau dengan mamah.."
"Tunggu dulu, kamu ke sini dengan siapa," tanya Austin.
"Dengan tante ayah, mamah.."
Adam sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mamah nya, ia sudah sangat merindukan mamah tersayang nya.
"Sayang..."
"Iya iya." Austin menggendong Adam dan membawanya nya dekat dengan Fanny.
"Mamah.." Adam langsung memeluk Fanny.
"Sayang mamah sangat merindukan mu," ucap Fanny.
"Mamah tidak papa kan? mamah sudah sembuh?"
"Sudah sayang, kamu sehat kan. Wah semakin tampan saja anak mamah ini." Fanny mencium pipi cabi Adam.
"Mamah ayah, kata tante aku punya adik? dimana adik ku," tanya Adam.
"Di dalam perut sayang," jawab Austin sambil memegang perut Fanny.
"Di dalam perut?? bagaimana mungkin," tanya Adam.
"Mungkin dong sayang, kamu saja yang tidak tau, nanti setelah kamu berusia 5 adik kamu akan lahir," jawab Austin.
"Adam tidak sabar, kapan Adam berusia 5??"
"Nanti tunggu saja, kamu akan mempunyai adik. Jangan manja lagi dan kamu harus menjadi abang yang baik untuk adik mu," ucap Austin.
"Siap ayah.."
__ADS_1