
Satu persatu pakaian mereka lepas dari tempat nya. Fanny terus melawan karena ia tidak mau sampai terjadi sesuatu yang tidak dinginkan. Fanny menampar Austin dengan sangat keras agar Austin tersadar dengan apa yang ia perbuat. Rasa kesal Fanny pada Austin semakin besar saja.
"Austin kamu gila, kamu ingin mendapatkan ku dengan cara yang kotor," ucap Fanny.
Austin memeluk Fanny dengan erat, ia benar-benar sangat takut kehilangan Fanny. Ia tidak tau harus melakukan apa lagi agar Fanny tidak meninggalkan nya. Fanny segala nya untuk saat ini, tidak ada yang bisa menggantikan Fanny di hati nya.
"Maafkan aku, aku benar-benar takut kehilangan mu, jangan pergi aku mohon jangan pergi sayang..."
Tanpa sadar air mata Austin menetes mengenai kulit Fanny, Fanny sadar akan hal itu. Dengan air mata itu Fanny dapat menarik kesimpulan jika Austin benar-benar takut kehilangan nya, Austin benar-benar mencintai nya bukan hanya kata yang terucap di bibir saja.
"Kamu sendiri yang membuat ku ingin pergi dari mu," ucap Fanny.
"Maafkan aku sayang maafkan aku, aku janji tidak akan melakukan kesalahan apapun, jika kamu tidak bisa bertahan karena ku, coba bertahan untuk Adam dan keluarga ku. Bukan hanya karena aku mencintaimu, aku sangat takut keluarga menganggu malu karena ku, semua undangan telah tersebar, kalau pernikahan kita gagal bagaimana nasib keluarga ku, bagaimana nasib Adam dan diri ku. Sikap ku aku akui selama ini salah, aku janji akan memperbaiki semuanya.."
Fanny terdiam sejenak, sebenarnya memang ia tidak ingin membatalkan pernikahan nya. Ia hanya mengetes Austin dan memberikan pelajaran pada Austin agar Austin bisa lebih menghargai nya. Semua yang di katakan Austin ada benar nya juga, ia sudah berkata mau menikah dengan Austin, jika semua nya batal secara sepihak keluarga Austin pasti benar-benar sangat malu. Fanny tidak mau hal itu terjadi.
"Janji akan berubah," tanya Fanny.
"Janji, anak ku sendiri saja tidak membelah ku sama sekali, berarti memang aku benar-benar salah. Aku akan berusaha dan akan lebih menghargai kamu, aku tidak akan melakukan hal yang tidak kamu sukai," jawab Austin.
"Aku memaafkan mu, aku tidak akan membatalkan pernikahan kita, itu hal yang sangat bodoh jika aku melakukan hal itu."
Mata Austin berbinar mendengar hal itu, ia langsung memeluk Fanny dengan erat. Rasa lega ada di hati nya, ia tidak jadi kehilangan wanita yang sangat ia cintai, wanita ini sudah memaafkan nya. Austin sudah berjanji pada diri nya tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi, cukup satu kali saja melakukan nya.
__ADS_1
Mereka membereskan kembali pakaian yang telah berantakan. Wajah Austin memerah menahan malu dengan apa yang ia lakukan. Ia benar-benar lepas kendali yang membuat nya sampai seperti ini.
Di tempat lain, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Ryan kembali menemui gisella, ia akan melakukan apapun demi bisa melindungi hubungan Austin dan Fanny.
Gisella benar benar terkejut dengan Ryan yang bisa menemukan nya dengan cepat, padahal ia sudah berganti hotel beberapa kali agar Ryan tidak menemukan nya, tetapi tetap saja Ryan menemukan nya dengan sangat mudah.
"Ada apa lagi si?? aku tidak ada menganggu mu kenapa kau malah menganggu ku.."
"Kau tidak menganggu ku tetapi kau menganggu hubungan Austin dah Fanny. Sudah aku katakan jauh jauh dari mereka!!"
"Aku hanya ingin dekat dengan anak ku, apa itu salah? Fanny saja yang cemburuan pada ku, belum saja menikah sudah seperti itu," ucap Gisella.
"Kau pikir aku tidak tau niat busuk mu, ya memang awal nya kau hanya mendekati Adam saja, tetapi pada akhirnya kau ingin kembali dengan Austin bukan. Setelah melihat semua yang Austin punya, kau ingin kembali dengan nya bukan? mendekati Adam tidak salah, itu hak mu aku tidak memiliki hak untuk menikmati melarang mu. Tetapi cara mu mendekati Adam sangat salah, kau memanfaatkan kebaikan Austin. Kalau Adam tidak suka dengan mu itu karena diri mu sendiri itu karma untuk mu karena kau tidak menjadi ibu yang baik untuk nya.."
Gisella memijat kepala nya dengan keras, Ryan tidak bisa di lawan dengan muda. Ryan memiliki pengaruh yang besar bagi Austin, Ryan juga tidak pernah macam macam dengan ucapan nya. Kalau ia bergerak kesalahan sedikit saja riwayat nya akan hancur tanpa tersisa.
Setelah menemui Gisella. Ryan memutus untuk ke apartemen Fina, setelah melihat yang enek sebaiknya ia melihat yang enak untuk di pandang, siapa lagi jika bukan kekasih nya. Ryan tidak tau Fina ada di apartemen nya atau tidak, ia tidak memberitahu Fina kalau ia ingin bertemu.
"Sebenar," ucap Fina saat terdengar suara ketukan pintu apartemen nya.
"Sayang." Ryan langsung di masuk ke dalam saat Fina membuka pintu apartemen nya.
"Sayang kamu datang tidak memberitahu ku," ucap Fina.
__ADS_1
"Awalnya aku tidak ada niat si, tunggu dulu kenapa aku panas sekali si," tanya Ryan.
"Ac ruangan ini mati dan aku juga sedang membuat kue," jawab Fanny.
"Kenapa bisa mati," tanya Ryan.
"Seperti nya rusak. Aku belum gajian untuk membeli yang baru.."
"Bilang lah sayang, aku akan membelikan nya untuk mu.."
"Makasih... Maaf aku harus kembali ke dapur tapi, nanti tidak jadi kue ku.." Fina langsung berlari kembali ke dapur.
Mata Ryan ter manjakan dengan pakaian seksi pacar nya. Celana di atas lutut dan hanya memakai pakaian tanktop saja membuat jakunnya naik turun. Mungkin karena panas yang membuat Fina memakai pakaian seperti itu.
"Kalau aku mencetaknya duluan tidak papa kali ah," batin Ryan yang langsung mesum seketika.
Ryan mengambil handphone nya untuk menghubungi seseorang agar segera mengganti AC ruangan ini, jujur ia saja merasa tidak nyaman berada di ruangan panas seperti ini
"Sayang aku buka baju nya panas sekali, kipas saja tidak cukup," ucap Ryan.
"Iya, aku juga tidak tahan kalau memakai baju panjang seperti mu," kata Fina.
Ryan melepaskan kemeja yang ia pakai, lebih nyaman tanpa minimal memakai pakaian atas karena terasa lebih sejuk saja.
__ADS_1