Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Acara


__ADS_3

Acara pernikahan sudah semakin dekat. Austin dan Fanny sudah memakai gaun dan jas pernikahan mereka. Ke dua nya sangat cantik dan sangat tampan. Gaun yang Fanny pakai berwarna putih seirama dengan dekorasi acara yang juga mayoritas berwarna putih. Sedangkan Austin memakai jad berwarna coklat muda yang membuat nya lebih mudah dari dari biasanya.


Mereka berdua di rias di tempat yang sama tanpa harus sembunyi sembunyi, jadi ke dua nya bisa melihat ketampanan dan kecantikan masing-masing dari mereka berdua. Beberapa foto juga di ambil sebagai dokumentasi pernikahan.



Setelah ke dua nya selesai dan acara akan segera di mulai. Mereka berdua pun keluar dari kamar, ke du nya di dampingi oleh ayah dan mamah Austin. Karena Fanny tidak memiliki orang tua jadi hanya orang tua Austin sajalah yang mendampingi mereka berdua.


Setiap tamu yang hadir terpesona dengan mereka berdua. Mata mereka semua mengikuti langkah kaki ke dua nya yang menuju ke arah pelaminan.


"Gila Fanny sangat cantik, seperti ratu kerjaan dongeng," kata Ryan.


"Iya sayang, Austin maupun Fanny benar-benar sangat cocok, ke dua nya memiliki kelebihan yang tidak orang lain miliki," ucap Fina.



Pernikahan mereka berdua pun di laksanakan. Austin benar-benar sangat santai menikahi Fanny, berbeda dengan Fanny yang sangat deg deg kan, apalagi ini pernikahan pertama nya tidak seperti Austin yang sudah menikah 4 kali sebelum nya.


Dan beberapa saat kemudian mereka berdua resmi menjadi pasangan suaminya istri. Austin mencium wajah dan bibir istri nya sekilas. Seperti nya ia sudah tidak sabar untuk acara selanjutnya.


"Eh sabar.." Ayah Austin menarik kepala putra nya.


"Hehehe maaf yah, terlalu bersemangat," kata Austin sambil nyengir kuda.


Fanny sangat malu dengan kelakukan suaminya, tetapi ya mau bagaimana lagi nama nya juga Austin, ia bisa melakukan hal tak terduga dimana saja dan kapan saja.


Austin memasangkan cincin berlian di jari manis Fanny. Cincin ke dua yang ia berikan pada Fanny, karena memang pilihan Fanny sendiri, cincin itu sangat pas di pakai oleh nya.


Setelah acara resepsi selesai. Di lanjutkan dengan sesi foto bersama. Sesi yang paling di tunggu banyak orang.


"Selamat ya.." Fina memeluk Fanny sebagai ucapan selamat dari nya.


"Terimakasih, cepat nyusul," ucap Fanny.


"Austin jangan lupa buat video nya," kata Ryan.


"Mana mungkin, kau jangan macam macam lah," ucap Austin.

__ADS_1


"Hahaha mana tau sebagai koleksi video pribadi mu.."


"Iya juga ya, nanti akan aku buat lah," ucap Austin.


Mereka berempat foto bersama sama. Austin ingin mengajak Adam tetapi Adam sudah sibuk sendiri dengan makanan di depan nya. Anak itu jika sudah melihat makanan pasti akan lupa diri.


Viona dan Steven juga hadir di pernikahan ini. Mereka berdua di undang langsung oleh Austin karena mereka lah yang mempertemukan Austin dan Fanny. Kalau tanpa mereka berdua mungkin Fanny dan Austin tidak akan pernah bertemu.


"Selamat ya," ucap Steven.


"Kau kapan menikah," tanya Austin.


"Aku masih mudah, tidak seperti mu sudah tua," jawab Steven.


"Fanny akhirnya menikah juga. Nanti kalau sudah isi beritahu aku ya.."


"Di buat saja belum mau isi," kata Austin.


"Ya di buat lah, jangan kurang adonan nanti bantet," ucap Viona.


"Baju ini sangat berat," ucap Fanny.


"Ayah...." Adam berjalan mendekati Austin dengan wajah yang cemong karena makanan.


"Kenapa kamu, kamu jangan terlalu banyak makan coklat," ucap Austin.


Padahal Austin sudah ingin colek colek sedikit, tetapi karena ada Adam acara colek colek nya gagal. Tidak mungkin saat ada Adam ia colek colek Fanny, bisa berabe jika Adam melihat ulah nakal ayah nya.


"Sayang ayo dengan nenek," ucap Lia.


"Aku ingin mandi," kata Adam.


"Ya ayo mandi dengan nenek, jangan menganggu ayah dan mamah." Lia membawa Adam keluar kamar, memang Lia sangat mengerti bagaimana perasaan Austin sekarang.


"Sayang bantu aku melepaskan baju ku," ucap Fanny.


"Boleh," tanya Austin.

__ADS_1


"Ya boleh lah sayang, kan aku juga akan berganti pakaian setelah ini," jawab Fanny.


"Ya sudah kalau boleh." Austin membantu Fanny melepaskan gaun pengantin yang Fanny kenakan. Memang gaun ini terasa sangat berat sekali, mungkin karena taburan mutiara yang sangat banyak sekali.


Austin pikir Fanny tidak memakai dalaman lagi ternyata dugaan nya salah. Fanny tetap memakai dalaman ya walaupun hanya pakaian atas dan bawah saja.


"Seksi sekali dia," batin Austin.


"Hadeh lega nya," ucap Fanny.


"Sini balik tubuh mu."


"Kenapa??"" Fanny membalik saja tubuh nya sesuai dengan permintaan Austin.


"Sayang kamu lupa kalau kamu tu istri ku, jadi semua ini aku berhak melihat nya," kata Austin.


"Ih dasar mesum, acara belum juga selesai sudah berpikir kemana-mana, hey pak duda selesaikan dulu acara kita," ucap Fanny sambil berjalan ke kamar mandi, ia meninggalkan Austin yang melongok melihat beberapa bagaian tubuh Fanny yang bergetar saat Fanny berjalan.


Ryan dan Fina juga sudah merancang konsep pernikahan nya. Mereka akan memakai salah satu konsep yang Austin pakaian yaitu Outdoor. Selagi pihak dekorasi ada di pernikahan ini, mereka berdua langsung ingin membahas nya.


"Seperti nya memang pantai bagus," kata Ryan.


"Ya aku setuju, apalagi pemandangan nya langsung menuju ke laut pasti sangat bagus."


"Kalau begitu nanti kamu siapkan ya, kami akan mencari kan lokasi dengan pemandangan yang sangat indah."


"Baik, nanti hubungin saya lagi.."


Setelah menentukan konsep perniagaan mereka berdua. Ryan ingin membahas masalah Gisella dengan Fina, seperti nya memang Gisella sedang bermain main dengan nya, terbukti apa yang Austin ceritakan kemarin juga ulah dari Gisella.


"Kalau menurut ku sayang, bereskan saja. Adam juga tidak rugi kalau tidak ada dia."


"Kau sudah berencana membereskan nya tanpa sepengetahuan Austin. Aku benar-benar muak dengan nya, kelakuan nya benar-benar seperti bukan manusia."


"Ya iya jangan sampai Austin tau, dia terlalu baik, nanti dia malah marah lagi sama kamu," kata Fina.


Ryan sudah membulatkan tekad nya. Ia sudah tidak sabar lagi dengan apa yang di lakukan Gisella, kalau tidak karena diri nya yang masih menjaga rahasia Gisella sudah pasti Austin akan sangat membenci nya.

__ADS_1


__ADS_2