Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Aku gemukan


__ADS_3

Austin sangat lega istri ke empat nya tidak memiliki keturunan dari nya, ia sudah cukup mempunyai dua anak dari mantan nya, ia tidak mau tambah lagi, ia sangat berharap mantan istri ke tiga nya juga tidak memiliki anak dari nya.


Sebelum pulang ke hotel. Austin dan Ryan memutuskan untuk jalan jalan dulu, melihat lihat cewek Korea yang terkenal dengan kecantikan nya, kalau membawa istri mereka tidak akan bisa melihat para wanita cantik. Istri mereka akan marah yang akan berakibat fatal.


Setelah puas baru lah mereka berdua kembali ke hotel. Mereka berdua tidak mau lama lama karena ya pasti istri mereka akan curiga yang tidak tidak.


"Sayang aku sudah selesai," kata Fina.


"Serius sudah selesai, bukan nya masih 5 hari," tanya Ryan.


"Ya iya sudah selesai, mungkin memang sudah waktunya. Tadi aku lihat sifat bersih, terakhir keluar tadi pagi banyak sekarang sudah tidak. Tetapi tunggu nanti malam lah," jawab Fina.


"Ya padahal sudah ingin, ya sudah aku mandi dulu, kamu baik baik sayang. Aku mencintaimu.." Ryan mencium wajah Fina dan pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


Fina benar-benar sangat mencintai Ryan, ia juga merasakan cinta yang begitu luar biasa dari Ryan. Fina tidak pernah berpikir bisa menikah dengan pria seperti Ryan. Pandangan nya tentang Ryan dulu tidak seperti sekarang ini.


Sementara itu Fanny dan ke dua anak nya tidur bersama, mereka bertiga kedatangan pria yang sedang kehausan akan wanita, siapa lagi jika bukan Austin. Anak anak nya sedang tidur ia ingin mengambil kesempatan besar ini untuk sekedar icip icip saja.


"Sayang," bisik Ryan sambil mencium kuping Fanny.


"Hmmm kamu sudah kembali, aku ngantuk sayang," kata Fanny..


"Jangan tidur dong, kamu tidak kasihan dengan suami mu ini sayang.."


"Apa itu," tanya Ryan.


"Berat badan ku sudah naik lagi, sudah masuk 60 kilo, aku baru 2 bulan mengandung sayang," kata Fanny.

__ADS_1


"Sayang jangan berisik." Austin menggendong Fanny jauh dari anak anak nya. Ya walaupun masih berada di satu ruangan yang sama tetapi mereka sedikit terpisah.


"Kamu berat sayang."


"Sudah aku katakan berat badan ku naik, aku takut sayang bagaimana kalau aku sampai 80 kilo," tanya Fanny.


"Ya tidak papa, apa masalah nya sayang, kalau sedang hamil berat badan meningkat itu tidak masalah sayang. Nanti kalau kamu sudah melahirkan kamu akan kurus kembali," jelas Austin.


"Sayang aku takut ah, aku malas sayang.."


"Sayang kamu jangan begitu dong, kamu tidak ingin anak kita sehat, kalau kamu sehat anak kita akan sehat," kata Austin.


"Hmmmmm.." Fanny sedikit ngambek dengan Austin.

__ADS_1


"Sayang kamu lupa, aku suka dengan wanita yang berisi, aku ingin mencoba nya. Ya kalau kamu berisi tidak ada pria yang mendekati mu lagi, aku pemenangnya, aku jadi tidak perlu takut ratu ku diambil oleh orang lain," kata Austin.


Austin melepaskan satu persatu kancing baju istri nya, ia sudah dapat melihat bagaimana bentuk tubuh istri nya yang semakin bengkak. Perut rata Fanny sudah mulai berisi, ntah itu anak atau lemak. Austin tidak ingin memikirkan nya, ia suka dengan Fanny yang seperti ini, lebih enak di peluk ataupun di ajak main kuda kudaan. Setelah seminggu tidak menyentuh Fanny, Austin rasa sudah waktunya bermain main kembali.


__ADS_2