
Austin dan yang lainnya langsung ke rumah sakit. Tak lupa mereka memberikan Fina kabar tentang kecelakaan yang menimpa Ryan. Di rumah sakit Austin menerima penjelasan dari anak buah nya, ia benar-benar sangat marah pada orang yang melakukan hal ini pada Ryan. Austin belum tau jika semua ini karena Ryan ingin melindungi nya.
Ryan hanya mengalami beberapa luka kecil saja, ia jatuh pingsan hanya karena benturan keras di kepala nya. Tak ada yang serius yang membuat semua orang sangat lega, terutama Fina sendiri. Ia sangat khawatir pada ayahnya, ayang nya ini memang sangat suka mencari masalah dengan orang lain.
Tak lama Ryan sadar dari pingsannya, ia memegang kepala nya yang terasa sangat pusing.
"Sayang kamu tidak papa kan, kamu kenapa si.." Fina langsung memberikan beberapa pertanyaan pada Ryan, ia sangat khawatir dengan calon suami nya itu.
"Hmmm aku tidak papa, jangan khawatir.."
"Kau benar-benar ya, sudah pergi mendadak malah seperti ini, aku sangat khawatir dengan mu, aku pikir terjadi apa apa pada mu."
"Hahaha maafkan aku, aku tidak papa, hanya luka kecil saja, jangan khawatir pada ku," ucap Ryan.
__ADS_1
Ryan masih enggan memberitahu semua nya pada Austin, ia ingin menyelesaikan semua nya sendiri, tanpa bantuan Austin dan juga yang lainnya. Ia sangat dendam pada Gisella yang sudah berani macam macam pada nya.
"Siapa yang melakukan nya," tanya Austin.
"Aku juga tidak kenal, ya mungkin orang yang tidak suka pada ku, kau tau sendiri lah kalau aku sudah bekerja bagaimana," jawab Ryan.
Fina sudah curiga dengan Ryan, tetapi ia hanya diam karena bukan kapasitas nya untuk membahas masalah ini. Ia merasa lebih baik diam dari pada menambah masalah baru, toh kalau ia beritahu semua nya belum tentu juga semua nya selesai, takut nya malah semakin menjadi jadi.
"Kalian tidak perlu menunggu ku. Fina saja cukup, aku tau kalian sangat lelah setelah kegiatan kemarin."
"Santai.."
"Cepat sembuh Ryan.."
__ADS_1
Austin dan Fanny pergi meninggalkan rumah sakit. Mereka berdua memberikan kesempatan agar Ryan dan Fina bisa berbicara berdua. Fina orang yang paling berhak atas Ryan saat ini.
"Mamah mu sudah kembali tadi, aku ingin memberitahu mereka tetapi aku takut mereka malah panik."
"Jangan ah, untuk apa memberitahu mereka, lebih baik kita diam saja, toh aku juga tidak papa, hanya luka kecil di wajah dan beberapa tempat lainnya."
"Sayang kamu membuat ku sangat khawatir, kamu benar-benar tidak papa kan," tanya Fina.
"Aku tidak papa sayang, kamu tidak perlu khawatir pada ku," jawab Ryan.
"Wanita itu yang melakukan nya, aku sangat kesal dengan nya."
"Hahaha jangan kan kamu, aku pun sangat kesal dengan nya. Aku akan membuat pelajaran pada nya dengan tangan ku sendiri, jangan pikir aku takut dengan nya," ucap Ryan.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak memberitahu Austin," tanya Fina.
"Tidak ah, aku malas menambah permasalahan, ini masalah ku sekarang, jadi aku yang akan menyelesaikan nya, jangan harap hidup nya akan tenang setelah berurusan dengan ku," jawab Ryan.