
Hari yang Ryan dan Fina tunggu telah tiba, pernikahan mereka batal di laksanakan di pantai. Banyak pertimbangan yang membuat Fina dan Ryan memilih menikah di hotel di kota ini saja. Jika mereka nekat mengadakan pesta di pantai, Austin dan keluarga nya tidak akan datang, mengingat jarak antara pantai dan kota sangat jauh.
"Maafkan aku ya, karena aku kalian tidak bisa melaksanakan pernikahan di pantai," kata Austin.
"Hahaha tidak papa, aku jadi menikah saja sudah syukur," ucap Ryan.
"Sudah siap malam pertama ni."
"Hahaha tu kau tau, ya mau bagaimana lagi nama nya juga bujang tua, aku sudah sangat siap untuk malam pertama."
"Siapa yang menjaga Fanny jika kau di sini," tanya Ryan.
"Mamah ku yang menjaga nya, kau 24 jam bersama ku saat pernikahan ku waktu itu, ya tidak mungkin aku tidak datang saat pernikahan mu."
"Nanti setelah acara selesai kau bisa kembali dengan mu," kata Ryan.
"Tenang saja lah, jangan khawatir.."
"Tips malam pertama?"
"Hahaha gampang, siap kan burung mu saja, kalau dia bangun arti nya akan aman, tetapi kalau tidak bangun malam pertama akan gagal.
"Ya itu benar kau ada ada saja," ucap Ryan.
Tak lama Ryan di panggil oleh keluarga nya, dan pernikahan pun di laksanakan. Ryan dan Fina sangat bersemangat dalam pernikahan ini. Pada akhir nya Ryan melepaskan masa lajang nya dengan wanita yang ia cintai. Dan selesai nya cita cita nya untuk mempunyai dua istri telah pupus.
Acara berlangsung sampai malam, Austin tetap berada di sana sampai acara selesai, lagi pula Adam terlihat sangat bahagia bermain dengan teman teman nya, ia tidak mungkin pergi meninggalkan Adam yang sudah jarang sekali tertawa seperti ini.
Handphone Austin berdering dengan kuat, beberapa kali Austin abaikan karena ia pikir dari perusahaan, tetapi hati nya ntah kenapa tiba tiba ingin mengangkat panggilan itu.
Jantung Austin berdetak dengan kuat ketika melihat siapa yang memanggilnya, pihak dari rumah sakit yang memanggilnya.
"Halo ada apa," tanya Austin.
"Maaf menganggu tuan, istri Anda sudah sadar dan mencari keberadaan anda sekarang."
Mata Austin melotot mendengar hal itu, tanpa mengatakan apa apa Austin langsung berlari mendekati Ryan.
"Ryan aku titip Adam ya, istri ku istri ku sudah bangun," ucap Austin.
"Ha.. Iya iya pergi lah.." Ryan juga terkejut mendengar hal itu.
Setelah memberitahu Ryan Austin langsung pergi meninggalkan hotel itu.
"Akhirnya," ucap Fina.
"Iya, Austin benar-benar terlihat sangat senang, aku juga sangat senang mendengar hal itu."
"Adam.."
__ADS_1
"Hahaha iya sayang, malam pertama kita akan memomong Adam," ucap Ryan yang tidak masalah sama sekali.
Sesampainya di rumah sakit Austin langsung menuju ke ruangan Fanny, tetapi sayangnya Fanny tidak ada di sana. Austin langsung ke meja resepsionis untuk menanyakan dimana istri nya, karena istri nya pasien prioritas.
"Sudah di pindah kan ke ruang inap tuan, di ruang 3 nomor 11."
"Makasih.." Austin berlari menuju ke ruangan itu.
Tangan Austin sedikit gemetaran saat membuka pintu ruangan itu. Mata nya berkaca melihat Fanny yang sedang duduk melihat sekitarnya.
"Sayang.." Fanny langsung memeluk Fanny dengan erat.
"Aku takut, hiks hiks hiks.." Fanny menangis di dalam pelukan suaminya...
"Jangan takut, kamu sudah aman, aku yang sangat takut kehilangan mu, akhirnya kamu sadar juga sayang," ucap Austin. Ia juga tidak bisa menahan air mata nya.
"Aku sangat merindukan mu.." Austin menciumi wajah istri nya.
Mereka berdua diam sejenak dan saling menatap satu sama lain. Austin akan menjelaskan kehamilan Fanny setelah ini.
"Sayang, kamu sudah siap punya anak kan," tanya Austin.
"Sayang aku baru sembuh kamu sudah minta jatah saja.."
"Tidak tidak bukan itu maksudnya, kamu jangan kaget ya, saat aku mendengar berita ini aku saja terkejut," kata Austin yang membuat Fanny penasaran.
"Apa itu, kamu jangan membuat ku penasaran," tanya Fanny.
Awalnya Fanny tidak percaya, tetapi setelah mendengar semua penjelasan Austin dan bukti yang Austin berikan Fanny baru percaya jika diri nya memang sedang hamil.
"Aku hamil, kamu senang tidak," tanya Fanny.
"Ya senang, aku sangat senang. Benih ku benar-benar sangat kuat, baru dua kali buat kamu sudah hamil saja," jawab Austin.
"Aku sangat senang akhirnya Adam mempunyai adik.. Tunggu dulu dimana Adam??"
"Dia sedang di acara pesta nya Ryan dan Fina hari ini mereka berdua menikah.."
"Apa!! aku ingin datang..."
"Tidak boleh, kamu masih pucat begini, nanti aku video call dia," kata Austin.
"Sekarang sayang.."
Austin mengeluarkan handphone nya, ia menghubungi seseorang yang mungkin ada di sana, kalau menghubungi Ryan langsung tak mungkin du angkat karena Ryan tidak mungkin membawa handphone.
"Ya berikan pada nya," ucap Ryan.
"Siap tuan.."
__ADS_1
Seseorang itu pun memberikan handphone nya pada Ryan.
"Halo Ryan..."
"Fanny, wah kau sudah sadar, aku sangat senang melihat mu seperti ini lagi," kata Ryan.
"Maafkan aku tidak bisa datang, padahal ini hari bahagia mu."
"Tidak papa, kan kau sakit. Kalau sakit untuk apa di paksa, besok kita bertemu aku akan berkunjung ke rumah sakit," kata Ryan.
"Lah kau kan mau bulan madu, Fina jangan sampai suami mu kemana mana, ikat saja di rumah," ucap Fanny.
"Hahaha tidak papa Fanny, nanti kami akan ke sana."
"Oh iya Adam di sana, nanti Austin aku minta untuk jemput," kata Fanny.
"Tidak usah, ada mamah nya Austin, nanti akan dengan nenek nya saja."
"Oke kalau begitu, kau tau saja Ryan. Aku harus mendapatkan jatah..."
"Hey isti mu masih sakit sudah minta jatah," ucap Ryan.
"Sttt diam lah, ya sudah selamat menikmati malam pertama mu.." Austin mematikan sambungan telepon itu.
"Sudah yuk ke kamar, aku sudah sangat lelah," kata Ryan.
"Iya sayang aku juga sudah sangat lelah," ucap Fina.
Karena acara juga sudah mau selesai mereka berdua pergi ke kamar hotel yang sudah di sedia kan.
"Paman.." Adam berlari mendekati Ryan.
"Iya sayang ada apa," tanya Ryan.
"Ayah ku mana," tanya Adam.
"Ayah sedang pergi sebentar sayang, paman antar ke nenek ya.."
"Sayang kamu duluan ya.."
Ryan menggendong Adam dan membawa nya ke keluarga nya, ia hampir saja melupakan Adam.
"Adam tidur dengan paman.."
"Aduh anak ini, malam pertama ku akan gagal kalau Adam tidur dengan ku," batin Ryan.
"Adam dengan nenek saja ya, paman ada kerjaan."
"Ya... ya sudah lah.."
__ADS_1
"Sayang kamu nenek cari sejak tadi ternyata ada di sini." Lia langsung mengambil Adam dari Ryan, ia takut Adam akan menganggu Ryan.