
"Aku harus ke rumah sakit," ucap Ryan.
"Aku tidak ikut ya, tubuh ku sakit semua."
"Hmmm tidak ada meminta mu untuk ikut, tinggal di sini saja dengan abang mu.." Ryan mendekati Amel dan mengecup bibir nya. Ia melakukan hal itu agar Amel tidak berpikir jika ia datang hanya untuk menikmati Amel saya.
"Aku berangkat, istirahat dengan baik."
"Terimakasih." Amel rasa Ryan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
Ryan berjalan pergi meninggalkan Amel, ia jauh lebih tenang saat ini, memang apa yang di katakan Ryan ada benar nya juga.
Amel masih tidak menyangka beberapa jam yang lalu ia sudah melakukan hal itu dengan Ryan. Ryan sangat lembut pada nya, tidak egois hanya untuk memuaskan diri saja tetapi juga memberikan kepuasan untuk nya. Ia tidak pernah berpikir jika Ryan seperti itu, pantas saja Fina sampai tergila gila dengan sosok Ryan.
"Sayang.." Fanny berjalan mendekati Austin yang sedang melukis dengan Aura.
"Iya ada apa, lihat anak ku mengajari ku melukis, kamu sangat pintar sekali sayang.."
"Hahaha memang anak mu pintar pintar sayang, aku mau meminta uang," kata Fanny.
"Uang untuk apa? bukan nya aku tidak ingin memberikan nya pada mu sayang, tetapi kamu jarang sekali meminta uang pada ku."
__ADS_1
"Hehehe aku ingin belanja dengan teman teman ku, dimana dompet mu aku bawa ya.."
"Bawa lah bawa, tu ada du atas meja, kamu boleh menggunakan nya sesuka hati mu, asalkan semuanya itu keperluan, jangan hanya ingin saja" kata Austin.
"Tumben biasa nya hanya aku ingin kamu boleh membelikan nya untuk ku."
"Ya ya ya, ya sudah lah ambil ambil," kata Austin.
Fanny mencium diam diam Austin agar Aura tidak tau, itu semua karena Austin benar-benar sangat baik pada nya.
"Jatah ya.."
"Siap pak bos, 2 ronde malam ini," kata Fanny.
"Mamah Adam tidak mau," ucap nya saat Fanny membawa nya masuk ke dalam toko.
"Kenapa tidak mau sayang," tanya Fanny.
"Mau pulang.."
"Sayang kan kita baru pergi, kenapa mau pulang dengan cepat," tanya Fanny.
__ADS_1
"Main dengan ayah.."
Fanny bingung harus bagaimana, Ia tidak mungkin memaksa Adam ikut masuk, tetapi kalau untuk pulang ia baru saja pergi, bahkan dia belum membeli apa apa.
"Maaf ya semuanya, aku harus pulang.."
Fanny memilih membawa Adam pulang, nyamanan Adam nomor satu, untuk belanja ia bisa lain kali.
Sesampainya di rumah Fanny membuat Austin terkejut karena Fanny sudah kembali, padahal Fanny baru saja pergi dari rumah.
"Kenapa cepat sekali sayang," tanya Austin.
"Adam minta pulang, eh dia malah tidur."
"Anak itu ya, bawa dia masuk ke kamar." Austin meminta supir yang menggendong Adam agar Adam di bawa masuk ke kamar.
"Mana Ryan," tanya Fanny sambil memeluk Austin.
"Pergi ke rumah sakit sayang, Amel masih di kamar, kami tau sayang, mereka sudah ehem ehem. Enak sekali dia sudah mendapatkan jatah dengan istri berbeda."
"Oh jadi kamu ingin menikah lagi begitu, dia sebenarnya juga tidak ingin, kamu pikir jadi Ryan enak."
__ADS_1
Seperti nya Austin salah berbicara yang membuat Fanny mengamuk pada nya.