
"Cinta, aku percaya dengan Cinta, aku yakin Cinta ku dengannya akan membantu nya melewati ini semua," jawab Ryan.
Amel tersenyum sambil menganggukkan kepala nya, ia yakin kalau apa yang di katakan Ryan benar-benar terjadi.
Mereka berdua pun langsung pulang ke rumah, ke dua nya sudah mulai dekat satu sama lain. Memang untuk dekat memerlukan waktu, waktu yang akan membuat ke dua nya saling mencintai.
"Mas aku rasa tak lama lagi aku hamil deh," kata Amel.
"Mungkin ya, kan sudah seminggu lebih kita lakukan bukan," ucap Ryan.
"Kalau aku hamil bagaimana mas?"
"Ya kenapa tanya aku begitu, aku sangat senang. lah, aku mempunyai keturunan dari kamu," kata Ryan.
"Kamu ingin lebih cepat hamil?"
"Bagaimana cara nya mas? mana tau akan lebih cepat hamil."
Ryan mendekati telinga Amel.
__ADS_1
"Kita harus lebih sering, kalau bisa ya tiga kali sehari," bisik Ryan.
"Itu mah mau nya kamu, tiga kali sehari? seperti minum obat," kata Amel.
"Hahaha ya tidak papa lah, kan aku suami mu. Kau saja suka kok."
"Suka, aku suka? tau dari mana aku suka," tanya Amel. Yang memang sebenarnya suka, walaupun baru beberapa kali melakukan nya, mungkin baru dua kali.
"Ya kalau tidak suka, kenapa sampai merem melek, kenapa sampai mengatakan ya terus mas... Aku suka.. aku sangat suka sekali," kata Ryan.
"Mas." Amel benar-benar sangat malu dengan Ryan.
"Suami mu bisa marah jika aku bertemu dengan ku, Aura aman dengan ku."
"Dia anak ku juga Austin, kita membuat nya bersama sama, aku baru tau jika aku mempunyai anak dari mu, aku tidak mengingat semua nya setelah kecelakaan, sekarang aku sudah tau semuanya."
"Kau sendiri yang memilih nya bukan, dia suami mu dan kau di larang bertemu dengan nya," kata Austin.
"Aku yang memilih nya? kau yang membuat ku memilih nya, kau tidak ingat apa yang membuat ku selingkuh dengan nya, kau hanya bisa menyalahkan ku Austin."
__ADS_1
Austin terdiam sejenak, ia hampir melupakan masa lalu nya, memang semua nya kesalahan kedua nya, Austin tidak bisa hanya menyalahkan satu pihak saja.
"Ya sudah aku mengaku perceraian kita, itu salah ku dan kamu. Tetapi untuk bertemu dengan nya, itu tak bisa, aku tidak ingin mengambil resiko, perusahaan suami mu dan milik ku tidak ada akur akur nya, malah menjadi masalah baru," kata Austin.
"Aku ingin bertemu dengan nya, aku mohon Austin."
"Berhenti memohon pada ku, aku harus pergi bertemu dengan mu sebuah kesalahan untuk my, kau sudah bahagia dengan nya, dia pasti lebih bertanggungjawab dari ku, aku yakin kalian akan segera mempunyai buah hati lagi," kata Austin.
"Dia tidak membiarkan ku untuk mempunyai anak lagi, aku ingin bertemu dengan nya Austin."
Austin pergi meninggalkan wanita itu, ia tidak ingin pertemuan nya dengan wanita itu membuat masalah baru, Aura sudah aman bersama nya, dia mendapatkan kasih sayang dari diri nya dan juga Fina.
"Ryan mau kemana si.."
"Ke kamar lah, pakai tanya lagi," ucap Ryan.
"Mau apa?"
"Kata ingin punya anak cepat."
__ADS_1