
Beberapa hari telah berlalu, hari ini hari dimana Fina akan menjalani operasi untuk kesembuhan nya. Ia dalam keadaan yang sabar saat ini, hal itu membuat Ryan bisa berbicara langsung dengan Fina sebelum operasi di laksanakan.
"Kamu bisa sayang, aku mencintaimu sangat mencintai mu.."
"Terimakasih, aku sangat mencintaimu. Aku ingin tetap bersama dengan mu," kata Fina.
"Pasti sayang, jangan memikirkan apapun ya, kamu pasti bisa kok, aku yakin kamu pasti bisa."
Mereka hanya sedang berdua saja, semua itu keinginan Ryan agar ia tidak terganggu dengan yang lainnya, ia juga bisa menyampaikan isi hati nya.
Ryan mencium Fina sebagai bukti jika ia memang benar-benar mencintai Fina, walaupun sudah menikah lagi rasa cinta nya pada Fina tidak pernah luntur ataupun berkurang sedikit pun.
"Sudah waktunya, ingat aku selalu di sampingmu, jangan berpikir kamu sendiri," kata Ryan.
"Kamu sudah melakukan nya dengan Amel," tanya Fina.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu," tanya Ryan.
"Jawab saja sayang."
"Su.... sudah sekali," kata Ryan.
__ADS_1
Ia takut Fina sakit hati mendengar hal itu.
"Ha.. kenapa hanya sekali syang, kamu kan jago jangan begitu dong," ucap Fina.
"Iya iya, sudah jangan kamu pikirkan."
Fina mulai di bawa ke ruangan operasi, Amel yang melihat itu berjalan mendekati Ryan. Ia memeluk Ryan dari samping.
"Maafkan aku ya, aku memberikan perhatian ekstra pada Fina, tetapi kamu tenang saja aku akan adil pada kalian berdua." Ryan membalas pelukan itu.
Sebenarnya Amel tidak memikirkan hal itu karena ia yakin pasti Ryan adil kepada nya, ia hanya ingin menguatkan Ryan saja.
"Akun kuat Amel, apalagi di ranjang. Ayo kita tunggu Fina di depan ruangan operasi," kata Ryan
Memang Amel mengakui hal itu, walaupun baru sekali Amel dapat merasakan kekuatan Ryan yang sangat jago.
Mereka berdua duduk di depan ruangan operasi. Tak lama Austin dan Lisa datang, mereka berdua baru datang karena menyiapkan Adam dan Aura yang harus berangkat sekolah.
"Bagaimana," tanya Austin.
"Sudah masuk," jawab Ryan.
__ADS_1
"Sabar ya, kau kuat Ryan. Sekarang ada Amel yang bisa memberikan mu anak, tetapi aku harap kau tetap mencintai Fina dan juga mulai mencintai Amel. Aku yakin kau bisa."
"Iya Austin, jangan khawatir aku akan mencintai ke dua nya," ucap Ryan.
Amel sedikit malu saat Ryan mengatakan hal itu, mereka berdua awalnya tidak baik baik saja eh sekarang malah menjadi sepasang suami-istri.
Fina cukup lama berada di dalam sana. Saat keluar dari ruangan operasi Fina sudah tidak sadar kan diri. Ia tampak pucat yang membuat Ryan cuma khawatir.
"Dia tidak papa Ryan, aku yakin dia bisa melalui semuanya," kata Amel.
"Terimakasih Amel, aku juga yakin dengan hal itu."
Fina masih di ruangan ICU yang membuat nya tidak bisa di tunggu, ia hanya bisa di jenguk sesekali saja. Selebihnya Fina harus benar-benar istirahat. Fina juga sedang di pantau oleh dokter.
"Sudah ayo pulang," ucap Ryan.
"Pulang," tanya Amel.
"Iya pulang, dia tidak bisa aku tunggu, aku percaya dengan dokter, sesuatu yang penting yang ada di dalam diri ku juga ada di samping nya," ucap Ryan.
"Apa itu," tanya Amel.
__ADS_1