Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Perjaka??


__ADS_3

"Sudah yah, makan nya dia mepet aku sekali, dia ingin meminta pertanggungjawaban, ya main bagaimana lagi yah. Sudah hampir tiga puluh tahun umur ku, jadi ketemu yang pas langsung gas.."


"Kau!!"


"Hahaha aku bercanda, mana mungkin aku berani ayah..." Ryan menahan tawa nya melihat ayah nya hampir marah seperti itu.


"Apa yang kalian berdua bisikan," tanya Ika.


"Urusan pria mah, wanita tidak boleh tau.."


"Calon suami mu itu, memang sekali ya," kata Ika.


"Hehehe iya mah, Fina saja terkadang heran dengan sifat mas Ryan."


Saat sedang asik asik nya keluarga ini becengkramah Austin dan Fanny datang sebagai tamu. Mereka berdua membawa banyak makanan sebagai buah tangan.


"Selamat malam," ucap Austin.


"Malam.." Mereka semua langsung melirik ke arah Austin dan yang lainnya.


"Wah ada tamu kehormatan, ayo sini duduk. Adam sini..." Ika menyambut mereka semua dengan sangat hangat.


"Adam sini.." Ryan memanggil Adam agar duduk di pangkuan nya.


"Paman..." Adam langsung berlari ke arah Ryan.


"Adam sudah lama tidak lihat paman.."


"Kenapa kau kangen kan dengan ku," ucap Ryan.


"Kangen uang paman..."


Mereka semua tertawa mendengar hal itu, anak kecil memang sangat polos sehingga mengatakan apa saja yang mereka pikirkan.


"Kau ya.." Ryan memberikan banyak ciuman di wajah Adam.


"Wah yang akan segera menikah," ucap Ika.


"Hahaha iya tan, Ryan juga akan menikah, ini Fina sudah ada di sini saja," kata Austin.


"Hehehe tidak papa lah, aku kan berkunjung ke rumah mertua ku."


"Ryan aku ingin berbicara berdua dengan mu," kata Austin.

__ADS_1


"Adam dengan mamah dulu ya."


Fanny mengambil Adam agar Ryan bisa pergi dengan Austin.


Austin dan Ryan berjalan ke luar rumah untuk berbicara berdua. Ryan sudah menduga apa yang akan Austin bicarakan, melihat diri nya dan Fanny yang sudah kembali dekat. Pasti Austin sudah sadar dengan semua kesalahan nya.


"Kau sudah bahagia ya," ucap Austin.


"Ya jelas lah, aku dapat menghargai wanita dan memberikan semua yang aku bisa pada kekasih ku. Aku tidak pernah mengecewakan wanita yang paling aku cintai," kata Ryan.


Apa yang Ryan katakan menjadi tamparan keras untuk Austin. Memang Ryan sangat sengaja mengatakan hal itu pada Austin.


"Bagaimana persiapan pernikahan kalian? perlu bantuan," tanya Austin.


"Tidak perlu, aku belum mempersiapkan apapun, setelah kau menikah aku baru akan mempersiapkan semuanya."


"Kau bagaimana? apa sudah selesai semuanya??"


"Hampir selesai, tinggal beberapa hal kecil saja, aku ingin meminta maaf pada mu."


"Untuk apa? kau ada salah pada ku??" Ryan sengaja mengatakan hal itu.


"Semua yang kau katakan benar, aku sadar dengan kesalahan yang aku lakukan," ucap Austin.


"Sudah semua nya sudah beres, ya walaupun ada pertengkaran yang sempat merusak hubungan kami berdua," ucap Austin.


"Maksudnya? sudah benar-benar beres kan??"


"Iya sudah selesai, Fanny sempat menggagalkan pernikahan kami, tetapi karena aku tidak mau dan aku memohon maaf pada nya dia mau melanjutkan pernikahan kami. Aku benar-benar sangat merasa bersalah padamu pada Fanny."


"Jadikan pelajaran, jangan mengulangi nya lagi, kau tau tidak semuanya seperti yang kau harapkan, tidak semua kesalahan bisa di maafkan. Kau beruntung memiliki Fanny yang memiliki hati yang kau sangat lapang. Bagaimana jika hal itu terjadi pada wanita lain, kau mungkin akan di tinggal begitu saja," kata Ryan.


"Iya aku sangat sadar. Kau juga sangat baik pada ku, terimakasih telah membantu mengingatkan ku, kau benar-benar orang yang sangat berpengaruh di kehidupan ku. Jika tidak ada kau, mungkin semua nya sudah selesai begitu saja," ucap Austin.


"Hahaha itu kan memang tugas ku, satu hal yang aku minta pada mu, jangan bertemu dewasa nya sampai kau menikah dengan Fanny. Setelah kau menikah pun tetap jaga jarak dengan nya," kata Ryan.


"Iya iya aku sudah memikirkan nya."


"Bagus lah, semuanya sudah selesai kan. Coba sejak awal kau sadar, pasti tidak akan sampai seperti ini," kata Ryan.


"Nama nya manusia pasti ada khilaf nya.."


Setelah berbicara dengan Ryan, Austin merasa sangat lega, ia sudah tidak ada masalah dengan siapapun lagi. Untuk urusan Gisella ia sudah memberitahu nya agar tidak usah datang ke rumah sampai pernikahan nya selesai.

__ADS_1


Mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah. Di dalam Fanny dan yang lainnya sudah makan malam dengan lahap. Austin yang jarang berkumpul seperti ini benar-benar sangat bersemangat.


"Enak sayang," tanya Austin.


"Enak yah," jawab Adam.


"Fina sudah kau bawa pulang ke rumah Ryan," tanya Austin.


"Belum, tetapi sudah bertemu kok, mereka sangat akrab dengan Ryan.."


"Ya akrab orang sebelum nya juga sudah pernah bertemu," kata Austin.


"Jadi bagaimana tan, sudah siap memiliki menantu," tanya Austin.


"Kau bagaimana Austin, tante sudah sangat ingin mempunyai menantu, ini baru kesampaian sekarang," jawab Ika.


"Padahal kau sudah menikah 4 kali, tetapi anak buah mu saja sekali pun belum pernah."


"Paman paman tidak tau saja dia. Dia memang belum pernah menikah, tetapi dia sudah tidak perjaka paman," kata Austin.


"Austin jangan fitnah kau, aku masih perjaka ting ting," ucap Ryan.


"Halah mana mungkin, setiap keluar negeri sudah menggandeng wanita ke hotel."


"Iya Ryan? kau benar-benar sudah tidak perjaka??"


"Hahaha ayah kenapa percaya dengan Austin. Austin itu penipu besar, dia yang sering main main dengan wanita."


"Halah kalian berdua memang tidak bisa di percaya, pria itu sangat sulit di percaya. Kalau wanita saja tidak gadis pria langsung meninggalkan. Lah kalau pria yang sudah tidak perjaka, bagaimana kami bisa tau, orang tidak ada beda nya," kata Fina.


"Benar Fina, bagaimana cara membedakan nya," tanya Fanny.


"Kalian berdua memang benar, tetapi ada cara nya, kalau dari wajah mereka berdua mamah juga tidak yakin si, apalagi Austin muka mesum seperti nya."


"Tante aku sudah mempunyai anak, ya tida mungkin aku masih perjaka," ujar Austin.


"Ingat Adam kebobolan," bisik Ryan.


"Kau diam lah, kenapa kau malah mengingatkan ku," ucap Austin.


"Sudah sudah jangan membahas apa apa, nanti Fina dan Fanny juga sadar. Untuk Fina Pasti bisa merasakan nya, kalau Fanny kan memang Austin nya juga sudah punya anak."


"Nah itu paman benar, kita bestfriend paman," ucap Austin.

__ADS_1


"Ayah ayah, perjaka itu apa?"


__ADS_2