Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Cerita Austin.


__ADS_3

"Kamu melihat apa," tanya Austin.


"Tidak ada," jawab Fanny dengan menelan air ludahnya dengan kasar.


"Kamu lihat sayang, ini dulu aku kecelakaan," kata Austin.


Fanny mendekati akhir luka yang di tunjuk Austin, di bagian bawah dada Austin terdapat luka yang seperti ini nya cukup serius.


"Itu aku kecelakaan pesawat, pesawat yang aku tumpangi tergelincir sampai jauh sekali. Aku tertusuk besi yang mengakibatkan ku koma, mungkin setengah tahun nan lah. Tapi aku bersyukur karena orang yang kita duduk di dekat ku tidak ada yang selamat."


"Usia berapa mas," tanya Fanny, ntah kenapa tangan nya malah memegang bekas luka itu.


"Hmmm 18-19 seperti nya," jawab Austin.


"Geli," ucap Fanny sambil menarik tangan nya, rambut halus di sana memang sangat geli jika tersentuh tangan nya.


"Hahaha, geli atau kamu jadi..."


"Tidak ah, biasa saja, aku sudah sering melihat badan yang lebih bagus dari ini, aku banyak menonton film barat," elak Fanny.


"Hahaha kamu ada ada saja sayang, di film barat kan kamu hanya bisa melihat dari layar kaca, sekarang kamu bisa melihat langsung di depan mata mu dan kamu bisa memegang nya langsung, bukan nya itu sangat keren sekali. Aku sangat keren kan?"


Austin bergerak ke belakang tubuh Fanny, ia memeluk Fanny yang berusaha mengontrol diri nya, tinggi Austin jauh di atas Fanny, Leher Fanny dapat merasakan geli nya bulu halus itu, tetapi ini geli yang sangat berbeda sekali, ini geli yang belum pernah ia rasakan sebelum nya.


"Sayang," ucap Fanny dengan suara yang bergetar.


"Hmmm iya ada apa, sudah selesaikan gosok gigi nya, oh iya kamu tidak mau mendengar cerita ku lagi, aku punya banyak cerita yang belum kamu ketahui."


Austin mengangkat Fanny dari belakang, belakangan ini ia sangat senang menggendong calon istri nya dengan berbagai macam gaya, hitung hitung latihan agar Fanny tidak kaget nanti nya.


Austin melemparkan Fanny ke atas ranjang, hal itu benar benar membuat Fanny sangat terkejut, untung saja ranjang milik Austin sangat lembut dan empuk hal itu tidak membuat Fanny cidera.


"Sayang, kamu kasar sekali," ucap Fanny.


"Hahaha itu baru pemanasan sayang, jujur aku kalau lagi main itu kasar sekali." Austin ikut naik ke ranjang dan memeluk Fanny dengan erat.

__ADS_1


Wajah Fanny menempel erat di dada Austin, ia hampir tidak bisa nafas karena ulah Austin yang benar benar sangat ganas sekali. Fanny seperti merinding membayangkan bagaimana nanti malam pertama mereka berdua.


"Sayang, kata kamu mau cerita tentang mu," Fanny berusaha melepaskan pelukan Austin.


"Hahaha iya iya aku tadi lupa, aku sangat suka memeluk mu yang membuat ku lupa, begini sayang sebelum aku kecelakaan itu aku juga sudah pernah kecelakaan juga. Tapi tidak sampai parah si, kaki ku hanya patah."


"Tidak parah tetapi kaki mu sampai patah, sebenarnya kamu ini apa si, senang sekali menantang maut," kata Fanny.


"Hahaha kamu benar sayang, aku pun tidak tau, saat kecil aku memelihara harimau kecil saat dia berusia 3 tahun dia malah mau memakan ku yang saat itu berusia 12 tahun, aku memang suka menantang adrenalin."


"Terus saat kamu koma bagaimana, apa kamu langsung sadar dan sembuh," tanya Fanny.


'Tidak lah, kan sudah aku katakan aku oma 6 bulan, perlu pengobatan yang sangat panjang sampai aku bisa seperti sekarang ini, bukan ratusan juta lagi yang orang tua ku habiskan tapi sudah sampai puluhan miliyar."


"Untung saja kamu selamat, kalau tidak bagaimana kamu mengganti semua itu," ucap Fanny.


Austin menatap Fanny heran, ia pikir Fanny ingin berkata "untung kamu selamat, kalau tidak aku mungkin tidak akan bertemu dengan pria seperti mu" Ternyata Fanny malah berkata masalah ganti uang.


"Sayang kamu tidak perlu khawatir, orang tua ku kaya raya, walaupun saat itu harta kekayaan kami hampir hilang 45%, tetapi kamu benar juga si, saat aku sembuh aku langsung terjun ke perusahaan dan memberikan keuntungan yang sangat besar, tidak sampai dua tahun aku mengganti semua nya berlipat lipat."


"Kamu mengantuk sayang, kita belum melakukan apa apa, kiss ku belum," ucap Austin.


"Sayang sekarang saja ya,'' ucap Austin.


"Tidak mau, kalau sampai kamu macam macam kita gagal menikah."


''Hehehe maaf sayang, aku bercanda kok, ya sudah ayo kita tidur sayang," ucap Austin.


Sudah jelas Austin sangat takut ancaman dari Fanny, ia tidak akan bisa mendapatkan wanita seperti Fanny lagi.


Fanny wanita sangat langka dan harus di pertahan kan."


"Sayang," ucap Austin.


"Apa lagi, kata mau tidur."

__ADS_1


"Cium..." rengek Austin.


Fanny membuang nafas nya kasar, ia mendekati bibir Austin dan mencium bibir yang sudah berapa kali mencium wanita ini. Saat ingin melepaskan nya, Austin malah menahan nya dan memperdalam ciuman itu sampai diri nya benar benar puas.


Keesokan hari nya, keluarga bahagia sedang bersiap siap untuk berenang bersama, mereka tidak ke wahana permainan di luar hanya berenang biasa di rumah saja, saat ini bukan kemewahan yang membuat mereka semua bahagia tetapi kebersamaan dan kehangatan keluarga.


"Jangan ah, aku tidak mau ini terlalu seksi, nanti ada yang melihat bagaimana," tanya Fanny.


"Sayang, kamu tau aku satu satu nya pria di rumah ini, satpam dan tukang kebun jauh di depan, untuk apa kamu malu lagi," kata Austin.


"Hahaha tetap saja sayang, aku sangat malu."


"Tidak usah malu sayang, sudah pakai saja, ini tidak terlalu seksi."


Di tenga tenga perdebatan mereka berdua ada seorang wanita cantik yang mendekati mereka berdua.


"Austin," ucap Gisella.


"Gisel, kau sudah datang," kata AUstin.


"Aku sudah mengirimkan mu pesan, jika aku akan datang sekarang."


"Aku tidak membaca pesan itu, oh iya Adam sudah ada di kolam renang, kau boleh berenang dengan nya, dekati perlahan sampai dia nyaman pada mu," kata Austin.


"Diaa... kekasih mu?"


"Oh iya ini Fanny, dia kekasih ku, Adam sudah sangat dekat dengan nya. Fanny dia Gisel mamah kandung Adam."


Mereka berdua hanya saling senyum tanpa mengeluarkan kata kata, mungkin karena mereka berdua masih baru pertama bertemu.


''Aku akan memakai nya," ucap Fanny saat Gisella berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Tidak juga tidak papa, kamu tau pasti Gisella memakai bikini saja."


"Awas saja sampai kamu macam macam, aku potong burung kamu," ancam Fanny.

__ADS_1


"Hahaha kamu takutkan, makan nya mau memakai nya, jangan sampai kamu kalah seksi dengan nya," kata Austin.


__ADS_2