
Sebelum ketahuan Austin, Ryan buru buru meninggalkan tempat itu, ia takut Austin akan marah pada nya. Padahal sebenarnya mereka berdua satu sama. Sebelumnya Austin juga pernah mengintip Ryan berhubungan dengan istri nya.
"Terimakasih.." Austin menjatuhkan tubuh nya di samping Fanny, tubuh nya langsung lemas ketika mendapatkan pelepasan yang begitu luar biasa nya.
"Kamu ya, kenapa di luar sini, kan jadi lengket semuanya," ucap Fanny.
"Sayang tidak mungkin di dalam, bahaya untuk anak kita. Ya sudah kita mandi saja, sekalian aku ingin bercerita tentang pertemuan ku tadi dengan mantan ku."
Austin membawa Fanny ke kamar mandi, merdeka berdua berendam bersama sama. Memang paling enak jika berendam dengan suami istri.
"Bagaimana," tanya Fanny.
"Tak ada anak dari nya, hanya saja dia pernah keguguran, nah itu tidak tau anak ku atau anak selingkuhan nya."
"Keguguran, kalau anak mu juga tidak masalah, dia kan keguguran, bukan nya aku senang dia keguguran tetapi kau tidak memiliki tanggung jawab lain."
"Hahhaa iya aku paham kok, tapi aku yakin dia bukan anak ku.."
Fanny memejamkan mata nya saat merasakan tangan Austin memegang area sensitif nya. Seperti nya Austin ingin membuat nya keluar untuk yang kesemua kali nya.
__ADS_1
Pagi hari nya, semua nya berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi. Fanny hanya sempat memasak nasi goreng, mengingat hanya ada bahan bahan itu. Tetapi walaupun nasi goreng semua orang makan dengan sangat lahap. Terutama ke dua anak nya yang lebih semangat makan dari pada Austin.
"Tidak enak sayang," tanya Fanny.
"Enak sekali, aku hanya masih sedikit mengantuk," jawab Austin.
"Kalau sampai kakak mengatakan tidak enak, ntah apa yang di pikiran kakak, ini sangat enak kak ipar," ujar Amel.
"Amel diam saja, kau itu tidak di ajak," ucap Ryan.
"Ryan jangan menganggu adik ku," kata Austin.
"Ayo aku suka belanja.."
"Aku ikut dong," saut Amel.
Pera pria sangat tidak suka belanja, jika istri mereka belanja ntah apa yang akan mereka berdua lakukan Apalagi Austin yang tidak suka jika wanita sudah memilih baju akan terasa sangat lama.
Fina dan Fanny juga manusia normal, ya walaupun mereka berdua memiliki suami yang kaya raya mereka berdua juga harus memilih untuk membeli barang yang mereka inginkan. Nah wanita akan sangat lama mengambil keputusan saat itu.
__ADS_1
"Kita menjaga anak ku saja bagaimana Ryan," tanya Austin.
"Nah aku setuju.."
Setahun sarapan mereka langsung pergi ke mall terbesar di kota ini. Austin dan Ryan memberikan kebebasan pada mereka bertiga. Ryan dan Austin memilih menjaga Aura serta Adam di arena bermain.
"Yang tadi malam mendapatkan jatah," ucap Ryan.
"Ha kau tau dari mana, oh iya aku memberitahu mu ya."
"Hahaha tidak lah, aku melihat mu dengan tidak sengaja, kau sangat hot sama seperti diri ku."
"Ryan... Kau sangat kurang ngajar.."
"Hahhaa tenang aku tidak melihat tubuh istri mu Hanya separuh tubuh mu dan ekspresi wajah mu."
"Bagaimana kalau melakukan dengan wanita hamil apa berbeda, kau sangat slow.."
"Ya beda lah, aku harus menjaga tempo agar tidak menyakiti diri nya. Dan lebih empuk," jelas Austin.
__ADS_1
Ryan jadi tidak sabar membuat istri nya hamil, karena ingin tau apa yang Austin rasakan