
"Kamu membuat apa," tanya Ryan.
"Brownies kering, aku ingin membawa nya ke rumah kamu, tapi kamu sudah datang.."
"Ahkkk.." Fanny terkejut merasakan kulit Ryan langsung, karena Ryan memeluk nya secara tiba-tiba.
"Kenapa," tanya Ryan.
"Kamu tidak pakai atasan," tanya Fina.
"Kan sudah aku katakan aku tidak memakai baju," jawab Ryan.
(Visual mereka berdua ya..)
"Aku tidak tau kalau kamu tel*njang dada," ucap Fina.
"Kenapa sayang, kamu tidak suka? bukannya wanita suka dengan pria seperti ini," kata Ryan.
Fina membalik tubuh nya, mata nya terbelalak melihat tubuh pacar nya, benar-benar sangat indah di mata nya. Ia tidak pernah melihat tubuh Ryan langsung seperti ini, biasa nya hanya memakai baju tanpa lengan yang sudah membuat nya begitu hot, jika seperti hot nya semakin bertambah menjadi hot hot hot.
"Minggu depan Austin dan Fanny akan menikah, jadi kita kapan menyusul," tanya Austin.
"Terserah kamu, aku bebas saja. Orang tua ku juga sudah setuju aku menikah dengan mu, apalagi di kota sini aku tinggal sendiri, memang lebih baik aku menikah dengan seseorang yaitu kamu," jawab Fina.
"Seminggu setelah Austin menikah??"
"Its oke, kalau kamu siap aku pun juga siap untuk menjadi istri mu," kata Fina.
"Aku mencintaimu.." Ryan memeluk Fina dengan erat. Wajah Fina sampai menempel di dada nya, hal itu membuat Fina engap sendiri. Tetapi ia sangat suka, tubuh kekar Ryan benar-benar terasa menggoda diri nya.
Acara masak memasak pun selesai, brownies yang Fina masak telah matang, dengan aroma yang begitu enak Ryan langsung mencicipi nya walaupun terasa sangat panas.
"Sabar," ucap Fina.
"Seperti nya enak sayang," kata Ryan.
"Ya memang enak, tidak mungkin kalau aku masak tidak enak," ucap Fina.
__ADS_1
"Sayang kamu berkeringat.."
"Ya semakin panas saja, apa kita di kamar saja di sana AC nya masih menyalah," kata Fina.
"Kalau di kamar yang ada bukan nya aku memakan brownies ini yang ada aku malah memakan mu," ucap Ryan.
Ryan mengambil tisu dan mengelap dahi dan leher Fina yang berkeringat. Jakun Ryan terlihat dengan dan sangat jelas naik turun melihat semua ini. Leher bersih dan putih yang segera ingin ia berikan tanda.
"Sayang," ucap Fina.
"Eh iya.."
"Kamu juga berkeringat tu.." Kalau Ryan sendiri berkeringat seperti itu malah terlihat semakin seksi, apalagi saat keringat itu melintas sela sela otot otot Ryan yang terbentuk secara sempurna.
Ryan tau sadari tadi Fina mencuri curi perhatian pada nya, ternyata diri nya tidak salah, wanita di depan nya ini memiliki hal yang sama seperti yang ia miliki juga. Sesuatu yang cukup lama terpendam.
Ryan bangkit dari tempat duduk nya, ia membuka semua jendela agar angin bisa masuk ke dalam Walaupun akan sangat silau itu lebih baik dari pada mereka berdua dalam kepanasan.
"Silau tetapi lebih baik," ucap Ryan.
"Iya sayang, kamu juga lebih terlihat.."
"Apa!!!"
"Aku tidak akan pulang sampai AC ruangan ini di ganti, kamu pindah ke rumah ku sajalah," ucap Ryan
"Ah mana mungkin, bisa di gerebek warga kita," kata Fina.
"Hahaha iya juga ya, atau kamu pindah ke apartemen yang lebih besar saja."
"Percuma juga sayang aku juga akan pindah dengan mu, jadi untuk apa lagi aku ke apartemen yang lebih besar," ucap Fina.
Ryan tersenyum sambil berjalan mendekati Fina, ia menarik Fina dan langsung menggendong nya ke arah meja makan.
"Begini agar tidak jatuh.." Ryan meminta Fina merapatkan ke dua kaki nya.
Jantung Fina benar-benar tidak aman, apalagi Ryan melakukan hal yang sangat intim pada nya.
"Seksi.." Ryan mencium kuping Fina.
"Kamu juga.." Tangan Fina menelusuri dada dan perut kotak kotak Ryan.
Ryan menaikan kepala nya merasakan tangan Fina yang begitu nakal. Ia sangat tepat memilih wanita yang sesuai dengan diri nya, tidak pendiam dan memiliki selera yang sama. Fina juga dapat mengimbangi diri nya.
"Aku mencintaimu," bisik Ryan.
__ADS_1
"Gombal saja, aku tidak percaya," ucap Fanny.
"Sayang aku mengatakan nya dengan serius, aku sangat mencintaimu.."
Seperti nya kali ini Ryan akan lepas kontrol, ia mendekati leher panjang Fina untuk menciumnya. Tetapi baru saja menempel tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Ah sial tukang itu," ucap Ryan.
Dan yang datang memang tukang AC untuk mengganti AC ruangan itu. Tukang AC itu sedikit tidak enak dengan tatapan tajam Ryan. Seperti nyw Ryan memang merasa sangat terganggu dengan kedatangan nya. Ya walaupun memang Ryan yang memanggil tukang AC itu.
Malam hari nya, Austin berencana untuk menemui Ryan untuk meminta maaf langsung pada Ryan, ia sangat merasa bersalah pada Ryan, mau bagaimana lagi memang diri nya benar-benar melakukan kesalahan besar. Kalau tidak karena Ryan mungkin sampai sekarang ia tidak sadar dengan kesalahan yang ia lakukan selama ini.
"Sayang aku akan ke rumah Ryan, kamu mau ikut?" tanya Austin.
"Boleh, Adam ayo ikut ayah.."
"Ayo..." Kalau ke dua orang tua nya akur Adam tidak mungkin marah seperti tadi siang.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan rumah. Austin sangat bersyukur Fanny tidak jadi membatalkan pernikahan mereka. Dari apa yang Fanny lakukan sekarang seperti nya Fanny sudah melupakan masalah mereka sebelum nya.
"Sayang kamu sudah perawatan sampai mana," tanya Austin.
"Hampir semua, kata nya nanti terakhir di bagian itu saat dua hari sebelum pernikahan," jawab Austin.
Austin yang mendengar hal itu langsung membayangkan bagaimana malam pertama nya nanti, pasti malam pertama terbaik dari 4 malam pertama nya sebelum nya.
"Kenapa kamu bertanya," tanya Fanny.
"Tidak ada, aku juga ingin perawatan," jawab Austin.
"Adam tidak perawatan yahh??"
"Hahaha tidak sayang, untuk apa kamu perawatan, oh iya sayang. Jangan lupa nanti kalau bertemu dengan paman Ryan, lakukan apa yang ayah katakan."
"Siap ayah ku..."
Fanny tidak tau apa yang Austin rencanakan, seperti nya ayah dan anak ini memiliki rencana. Ia tidak peduli apa rencana itu asalkan tidak merugikan orang lain.
Di rumah Ryan sudah berada di rumah dengan Fina yang membawa brownies yang Fina buat tadi. Mereka berdua membuat ke dua orang tua Ryan semakin suka saja dengan Fina. Tidak mendapatkan Fanny, Fina pun jadi.
"Wah kamu sangat keren sayang, Ryan benar-benar pintar mencari istri," kata Ika.
"Ya jelas dong, mana mungkin aku tidak mendapatkan wanita yang salah. Sudah lama lama jomblo ya harus mendapatkan wanita yang sempurna."
"Belum kau lubangi kan, seperti nya dia ingin meminta pertanggungjawaban mu," bisik ayah Ryan.
__ADS_1