
Pusat energi tubuh abadi The One mulai bertambah besar dengan terus bertambah hingga terbang ke langit bahkan sumber kekuatan dari kumpulan zat-zat yang tidak diketahui mulai mengikis permukaan tanah disertai gelombang yang sangat besar hingga mendorong semua yang ada di sekitarnya. Jack dan Syoho mempertahankan diri mereka untuk tetap berada di depan The One karena lokasi tersebut adalah tempat yang cocok untuk melancarkan serangan terakhir yang dapat membunuh The One dengan Teknik Pedang Eveenly wujud terakhir.
"Syoho, Pedang Eveenly adalah pedang yang terbuat dari Mana Dewa sehingga dia memiliki jiwanya sendiri yang bisa berkomunikasi jika mendapatkan ijinya untuk saat ini aku sebagai pemegang pertama belum pernah berbicara dengannya sehingga kekuatan penuh dari Pedang Eveenly belum terlihat tetapi aku sudah memaksimalkan untuk mengeluarkan kekuatan pedang tersebut, menurutku ini adalah waktu yang tepat untukmu meminta bantuan kepada pedang tersebut!" ucap Jack sambil menahan tubuhnya agar tidak terhempas dari gelombang besar yang The One ciptakan
"Berbicara dengannya?
Jika aku tidak berhasil, apa yang akan terjadi kepada kita?
Ayah ini pertaruhan yang sangat menekan jiwa!" ucap Syoho dengan ekspresi tertekan
"Lakukanlah Syoho dan wujudkan Pedang Eveenly!" ucap Jack dengan tubuhnya semakin lelah
"Baiklah akan aku lakukan!" balas Syoho dengan ekspresi serius tapi ketakutan
Jack membuka kekuatan penuh Pedang Eveenly dengan mengirim Mana Dewa agar memanggil jiwa pedang tersebut lalu Jack menyuruh Syoho untuk menutup kedua matanya kemudian masuk ke dalam kegelapan dari luapan kekuatan penuh Pedang Eveenly yang langsung menelan tubuhnya. Syoho terbangun dengan melihat segalanya serba hitam dan tidak ada penerangan sama sekali sehingga Syoho hanya bisa berteriak memanggil siapapun yang berada disekitarnya lalu muncul sebuah suara yang tidak dia kenal.
Kedatanganmu kemari untuk apa?
"Siapa kamu dan di mana aku?" tanya Syoho dengan ekspresi panik
Kau berada di rumahku!
Sesaat dia tertelan oleh kegelapan Pedang Eveenly, Syoho sama sekali tidak mengingat apa yang harus dia lakukan karena efek dari kegelapan tersebut membuat ingatannya menghilang tetapi rasa sakit di kepala Syoho membuatnya menjerit kesakitan lalu dia teringat ada sebuah perintah untuknya yaitu meminta bantuan kepada wujud asli Pedang Eveenly agar dapat mengalahkan The One. Syoho akhirnya ingat dengan tugasnya sehingga dia mencari keberadaan jiwa Pedang Eveenly dengan berteriak di sepanjang kegelapan lalu suara itu muncul lagi dengan nada marah.
Apa yang kamu lakukan itu sangat berisik!
"Maaf mengganggu tapi saat ini aku membutuhkan keberadaan jiwa Pedang Eveenly untuk membantuku!" ucap Syoho dengan ekspresi panik
Hmmm...
Katakan kepadaku, apa kamu yang bernama Syoho?
"Benar, itu adalah aku!" balas Syoho dengan teriak keras
Tidak perlu berteriak dasar bodoh!
Saat ini aku sangat kesal terhadapmu, cara menggunakan diriku sama sekali tidak berpengalaman dan penuh dengan kesalahan. Apa benar kamu ini anaknya?
"Jadi kamu adalah jiwa Pedang Eveenly. Memang benar aku adalah anaknya jadi maafkan aku!" ucap Syoho sambil merasa menyesal
__ADS_1
Hmph...
Bocah sepertimu itu tidak pantas untuk menggunakanku jadi enyahlah!
"Sombong sekali dirimu itu!" ucap Syoho dengan ekspresi kesal
Teruslah seperti itu dan aku tidak akan membantumu!
"Baiklah, baiklah, baiklah!
Tuan tolong pinjamkan aku kekuatanmu, kumohon!" ucap Syoho dengan tulus
Tidak mau!
"Sialan kau kembalikan perasaan tulus yang kuberikan kepadamu!" teriak Syoho dengan nada marah
Bleehh...
"Apa kamu baru saja menjelekkan diriku dasar bocah!" teriak Syoho dengan ekspresi kesal
Siapa yang bocah dasar bocah
Emang bocah sulit untuk di lawan!
"Begitupun dirimu bocah!" teriak Syoho dengan ekspresi marah
Cukup sudah, pergilah dari sini!
"Aku tidak bisa melakukan itu, saat ini semua pertaruhan sudah berada di telapak tanganku jika aku kembali tanpamu. Earthleen Unite akan hancur olehnya jadi tolong pinjamkan kekuatanmu untuk teknik terakhir Pedang Eveenly!" minta Syoho dengan ekspresi tertekan
Ayahmu adalah sosok yang hebat karena mampu menciptakan diriku yang merupakan bagian dari Mana Dewa bernama White. Membutuhkan konsentrasi penuh untuk menjadikan sebuah pedang berjiwa sepertiku jadi pemegang selain dirinya mana mungkin aku terima. Aku belum berkomunikasi dengannya akibat sebuah pembatas karena kamu adalah batasan itu sehingga Jack mempertaruhkannya semua kepadamu jadi untuk menghormati penciptaku akan kuberikan apa yang kamu inginkan!
"Terima kasih Eveenly!
Asal kamu tahu kalau namamu keren untuk diucapkan!" ucap Syoho sambil tersenyum
Hahah...
Pujianmu itu cukup membuatku tertarik kepadamu tapi tetap saja kamu masih belum berpengalaman oleh karena itu persiapkan dirimu untuk teknik wujud terakhir dariku!
__ADS_1
"Perlihatkan kepadaku Eveenly!" teriak Syoho dengan kegelapan berubah menjadi putih disertai senyuman Eveenly yang mengerikan
Di dunia nyata, saat Syoho tersenyum kini Jack senang melihat anaknya berhasil memunculkan jiwa Pedang Eveenly. Tersisa pengajaran terakhir untuk Syoho karena tubuh Jack sudah tidak kuat untuk menahan gelombang kuat dari The One.
Kegelapan keluar dari pedang tersebut dengan sangat pekat hingga bertebaran di seluruh langit dan tubuh Syoho bahkan luapan besar dari kekuatan pedang tersebut membuat Syoho gemetar di kedua tangannya sehingga dia berusaha keras untuk tetap menggenggam pedangnya.
"Syoho untuk melakukan teknik wujud terakhir dari Pedang Eveenly diperlukan napas selambat mungkin tanpa mempercepat tempo pergerakan tebasan jadikan dirimu sebagai waktu yang bergerak lambat karena menebas dengan sangat cepat akan menghancurkan kedua tanganmu dan itu sangat berbahaya jadi selalu ingat untuk menebas layaknya waktu kini semuanya berada di tanganmu, anakku!" ucap Jack dengan tubuhnya terlempar jauh akibat gelombang kuat semakin menghempaskan segalanya
Bergeraklah selambat mungkin karena tanganmu tidak akan mampu bergerak secepat cahaya!
Syoho tersenyum lebar seakan-akan tidak mau melakukan apa yang ayah dan Eveenly perintahkan karena dia sangat yakin untuk bisa menebaskan Eveenly dengan kecepatan cahaya.
"Maaf Eveenly!
Maaf ayah tapi aku ingin melakukan apa yang aku bisa!" ucap Syoho sambil tersenyum
Dasar bodoh!
Lupakan pikiran bodohmu jika kamu terluka akan buruk untukku melihat wajah penciptaku jadi lupakan semua itu bodoh!
"Eveenly mari kita lakukan!" ucap Syoho sambil memegang Pedang Eveenly dengan kedua tangannya
[Tekanan]
[Getaran]
[Luapan]
Tch...
Terserah dirimu dasar keras kepala!
Ukuran ledakan The One sudah sangat besar hingga mirip dengan ukuran bulan seketika Syoho sudah masuk ke dalam persiapan tebasannya hingga membuat hantaman keras di kedua kakinya hingga menciptakan kawah super besar. Syoho mengangkat Pedang Eveenly sejajar dengan tubuhnya lalu satu kaki kanan berada di depan sedangkan kaki kiri tegak lurus dengan tubuh.
"Last Technique Eveenly Sword: Quick Slash for The God of Suicide!" ucap Syoho dengan senyum ejekan
Nama teknik yang jelek tapi nama sebelumnya melambangkan diriku jadi setelahnya terserah sang pemakai
Syoho menebaskannya secepat cahaya yang langsung memotong tubuh The One hingga tebasannya tersebut sampai mengenai planet mars. Tebasannya sangat mengerikan bahkan permukaan tanah di bumi langsung terbelah menjadi jurang yang sangat dalam kini Syoho memperlihatkan dirinya yang masih mempertahankan kedua tangannya walaupun memakai kecepatan cahaya sekalipun, dia tersenyum melihat seorang dewa melakukan bunuh diri karena tidak menerima kekalahan.
__ADS_1
Bersambung...