
Saat pertarungan di mulai tiba-tiba sorakan semua penonton membuat panggung besar tersebut menjadi meriah tapi Hamasuki tidak menyerang secara ceroboh sebab Hamsuke mengeluarkan senjata pistol sambil menodongkannya ke arah Hamasuki.
"Senjata Mutakhir!" gumam Hamasuki sambil menjaga jarak
"Latihan yang aku dapatkan membuat diriku bisa memanipulasi yang ada disekitar sini dan latihan untuk menggunakan senjata mutakhir adalah sebuah latihan yang kini dapat aku gunakan semaunya!" ucap Hamsuke sembari berjalan sambil menodongkan pistol ke arah Hamasuki
Hamasuki tidak bergerak dan hanya mengangkat kedua tangannya lalu saat sampai di hadapannya tiba-tiba gerakan cepat yang Hamasuki lakukan mampu membuat senjata yang Hamsuke pegang, terjatuh atau terlepas dari tangannya kemudian dia menggerakan tangan kanannya untuk memukul wajah Hamsuke tetapi tubuh Hamasuki tiba-tiba berubah tempat dengan Hamsuke sontak pukulan menjadi tembakan pistol yang mengarah tepat ke kepala Hamasuki. Namun, dia berhasil menahannya dengan mengorbankan tangan kirinya terluka parah.
Dorrr...
Tembakan Hamsuke mengenai telapak tangan kiri Hamasuki sampai berlubang bahkan mengeluarkan darah yang sangat banyak.
"Sialan, apa yang kamu lakukan?" tanya Hamasuki sambil menahan pendarahannya
Hamsuke mengarahkan jari telunjuknya ke arah kiri seketika saat Hamasuki mengikuti arah tersebut tiba-tiba Hamsuke sudah berada di sebelah kiri sembari menodongkan wajah musuhnya dengan pistol lagi tapi kecepatan Hamasuki yang mencoba menghindari peluru tersebut, akhirnya berhasil selamat.
Kemudian Hamasuki membalas serangan Hamsuke dengan membakar arena hingga menciptakan pusaran lingkaran api merah, di saat itu pandangan Hamsuke tidka terlalu kelihatan dan akhirnya bisa dimanfaatkan untuk menyerang titik buta dari Hamsuke dengan menyerangnya menggunakan pedang tangannya.
"Seiken!" ucap Hamasuki sambil membelah punggung Hamsuke secara horizontal
Slash...
Punggung Hamsuke hampir terbelah menjadi dua tapi masih memberikan sebuah sayatan di punggungnya sehingga membuat darah bercucuran di arena pertarungan. Hamsuke langsung menutupi luka tersebut dengan menggunakan Magic tingkat menengah untuk menyembuhkan lukanya sampai tidak mengeluarkan darah lagi begitupun dengan Hamasuki, saat luka mereka masing-masing sudah diatasi tiba-tiba Hamsuke langsung serius untuk mengeluarkan seluruh kekuatannya.
"All of Weapon Master!" ucap Hamsuke sambil merubah seluruh arena pertarungan menjadi tempat seluruh senjatanya
__ADS_1
Senjata tersebut tidak dapat Hamasuki sentuh dan akhirnya, Hamsuke langsung menghujani tubuh Hamasuki dengan seluruh senjatanya mulai dari menggunakan rifle, pistol, shotgun dan masih banyak lagi dan dia terus-menerus mengganti senjata ketika peluru habis. Hamasuki hanya bisa bertahan dari setiap peluru yang ditembakan hingga dia tidak dapat menahan setiap tembakan yang mengenainya tiba-tiba Hamasuki berhenti untuk berpikir dan akhirnya dia mulai tersenyum buas.
Hamasuki langsung melepas pelindungnya kemudian memukul permukaan arena pertandingan dengan sekuat tenaga hingga retak seketika membuat Hamsuke kehilangan keseimbangan dalam aksinya kemudian Hamasuki memanfaatkan hal tersebut dengan membuat pedang tangan yang diselimuti oleh api hitam.
Hamsuke terkejut melihat api hitam yang sangat mengerikan sedang mengarah kepadanya tapi Hamsuke memanfaatkan moment tersebut dengan menggunakan kemampuan yang dia dapatkan ketika berlatih dengan Laila.
"Replace!" ucap Hamsuke sambil menggantikan tubuhnya menjadi Hamasuki yang sedang berdiri di arah serangannya sendiri
Slash...Buaarrr...
"Agghhh..." Hamsuke muntah darah dengan kehilangan satu tangan kirinya
Sesuatu yang diluar dugaan terjadi, Hamasuki dengan mudahnya mengubah arah tebasan pedang tangannya yaitu Seiken Black Fire ke arah Hamsuke yang berganti tempat dengannya sontak hal itu tidak bisa dihindari dengan cepat sehingga Hamsuke terkena serangan telak yang memotong tangan kirinya.
"Akan aku selesaikan semua ini sekarang juga!" ucap Hamasuki dengan senyuman buas
"Amaterasu!" ucap Hamasuki sambil melempar lingkaran api hitam yang terus berputar di telapak tangan Indra
Hamsuke berlari menghindari serangan tersebut dan hal yang tidak dia inginkan adalah ketika serangan tersebut meledak sehingga memberikan kumpulan api hitam yang seketika menyebar ke setiap arena pertandingan. Hamsuke khawatir, dia akan terjebak dikumpulan api hitam tersebut tapi dia terus berpikir sembari menghindari setiap serangan Amaterasu yang terus mengarah kepadanya.
"Sialan!
Sepertinya tidak ada jalan lagi, maafkan aku Laila-sensei tapi akan aku gunakan senjata itu!" gumam Hamsuke sambil mengeluarkan sebuah bola berwarna merah yang kemudian dia lempar ke arah Hamasuki
Bola merah itu meledak sehingga memberikan kepulan asap merah yang menutupi pandangan Hamasuki tiba-tiba Hamsuke sudah mempersiapkan meriam plasma yang sudah mengisi energinya sebanyak 50%. Hamasuki memahami maksud dari Hamsuke yaitu serangan pamungkas darinya adalah meriam plasma tersebut sehingga Hamasuki mengeluarkan pamungkas dari Indra miliknya.
__ADS_1
"100% Energy Plasma!" teriak Hamsuke sambil menembakan meriam plasmanya ke arah Hamasuki
"Final Amaterasu!" teriak Hamasuki sambil melemparkan lingkaran api hitam yang terus berputar itu dengan ukuran yang sangat besar
Kedua serangan mereka saling bertabrakan hingga menciptakan ledakan super besar dengan api hitam menyebar sembarangan hingga para penonton langsung fokus untuk melihat siapakah yang masih dapat berdiri setelah ledakan besar tersebut.
"Ha...ha...ha!" suara napas seseorang dengan tubuh penuh luka
Terlihat tubuh Hamsuke menghantam dinding arena pertarungan dengan dia sudah pingsan sedangkan Hamasuki masih berdiri dengan napas terengah-engah. Sorakan penonton Earthleen bagian kiri membuat satu arena pertarungan menjadi kemenangan Hamasuki.
Hoooo...
"Pemenang dari duel pertama ini dari Akademik Galleen dan nama peserta itu adalah Hamasuki!" teriak Juri dengan nada keras
Hamasuki mengangkat tangan kanannya sebagai tanda kemenangannya kemudian matanya memudar lalu dia tertidur dengan para medis membawa tubuhnya menuju ruang perawatan sedangkan Hamsuke yang mendapatkan luka berat akhirnya Malaikat Rafael turun tangan untuk mengobatinya.
Hamsuke terbangun dari pingsannya dan orang pertama yang dia lihat adalah Laila dengan rasa menyesal akhirnya membuat Hamsuke menangis karena kekalahannya, dirinya yang masih belum berkembang pesat membuat Hamsuke ingin terus berusaha mengembangkan dirinya hingga tidak akan kalah seperti ini lagi.
"Maafkan aku Laila-sensei!" ucap Hamsuke sambil menangis
"Tidak perlu meminta maaf karena kamu sudah berjuang lalu serahkan sisanya kepada teman-temanmu!" ucap Laila di ruang perawatan bersama Hamsuke sembari menonton duel selanjutnya
Duel selanjutnya melalui pemilihan acak yang terpilih adalah Selena kemudian pihak Akademik Yusshen menurunkan Clara untuk bertarung melawannya. Dalam arena pertarungan tersebut, Selena dapat merasakan aura fleksibel yang terus dia rasakan hingga dia tersenyum karena mendapatkan musuh yang lebih kuat darinya.
"Aku tidak akan kalah!" ucap Selena sambil mempersiapkan diri
__ADS_1
"Hiburlah diriku!" balas Clara dengan senyum menyeringai
Bersambung...