
Park Hyeon pergi memanggil Jack sedangkan Julia duduk bersama Foren dan Vena di ruang tamu tanpa kehadiran kedua putrinya. Suasana menjadi tegang dengan Julia terus menatap tajam ke arah Vena seakan-akan tidak percaya kalau dirinya adalah seorang Suku Mata Biru, Foren berusaha mengubah suasana dengan membicarakan sesuatu yang lain tapi Julia sama sekali tidak mengubah ekspresinya.
"Saya mendengar kalau Ryan bergabung dengan Guild Evolusioner jadi bagaimana..." ucap Foren yang langsung Julia potong perkataannya
"Jangan membicarakannya seakan-akan dirimu peduli!" ucap Julia sambil menatap tajam ke arah Foren
"Kalau tidak salah namamu, Julia!
Julia bisakah kamu mendengarkan ceritaku sebelum dia datang?" minta Vena dengan nada lembut
Julia hanya diam tapi memberi isyarat setuju dengan permintaan dari Vena sehingga sebuah kisah mulai dia ceritakan dengan asal mula pada saat dirinya bersembunyi di goa dari kejaran pembunuh professional. Namun, dirinya diketahui oleh orang dengan tatapan melas, memperlihatkan wajah sedihnya sembari menatap ke arah Vena, dia adalah salah satu pembunuh professional.
Kaki lemas dengan rasa takut akan kematian membuat Vena tidak mampu untuk kabur ketika melihat sebuah pisau berada di tangan pria tersebut seketika membuat Vena terus meminta ampun kepada pria tersebut sembari menangis untuk mempertahankan kehidupannya.
"Siapa namamu?" tanya pria itu dengan nada lembut
"Vena, namaku Vena!
Kalau kamu membiarkan aku hidup akan kuberikan seluruh yang aku punya tapi jangan membunuhku!" teriak Vena sambil menangis
Vena sudah bertekad untuk tetap hidup walaupun tidak bisa melawan, dia bisa memberikan sesuatu yang hanya lelaki tahu tapi pastinya dia akan merasakan bahwa dirinya sudah tidak berarti lagi. Namun, jika itu untuk tetap hidup akan dia lakukan walaupun merusak harga dirinya karena tidak ada yang bisa dia lakukan lagi.
Pria itu mendekat sambil menyimpan pisaunya seketika Vena menundukkan kepalanya sembari melepas seluruh pakaian dengan menahan tangisan. Saat tangan pria itu bergerak ke arah dadanya tiba-tiba arah tangannya langsung berubah menuju pipi sambil memberikan tamparan kuat hingga membuat bunyi yang lumayan keras.
Plaakkk...
Vena terkejut dengan pipi sebelah kanannya memerah akibat tamparan tersebut kemudian Vena kembali menatap wajah pria itu yang kini ekspresinya berubah menjadi sosok yang peduli.
"Dasar bodoh!
Gunakan kembali pakaianmu itu!" teriak pria itu dengan ekspresi marah
Sontak Vena menangis mendengarkan perintah tersebut seakan-akan tubuhnya merasa lega, rasa takutnya menghilang dan tekad kuatnya juga ikut menghilang.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian.
Mereka berdua berdiam diri di goa sembari menghangatkan diri dengan api unggun yang pria itu buat karena tidak ada yang berbicara membuat suasana menjadi sunyi.
"Apa kamu melihat seseorang yang selamat selain dirimu?" tanya Jack
"Aku tidak tahu!" jawabnya dengan nada pelan
"Temanku akan datang ke sini dan dia akan melindungimu selagi para pembunuh masih berada di desamu!" ucap pria itu sambil menambah kayu bakar
Vena melirik ke arah pria tersebut, dirinya melihat sebuah tatapan sedih dan kasihan seakan-akan dia tidak mau melakukan itu semua.
"Apa kamu membunuh?" tanya Vena dengan nada pelan dan takut
Pria itu menatap ke arah Vena seketika dia langsung ketakutan tapi pria itu langsung berdiri sambil merasakan kehadiran seseorang.
"Siapa?" teriak pria itu sambil memegang sebilah pisau
"Tenang Cero ini aku, Foren!" balas Foren sambil mengangkat kedua tangannya lalu keluar memperlihatkan diri
"Foren ini adalah misi terakhirmu!
Jaga dia sampai aku selesai dengan tujuanku!" ucap Cero dengan nada tegas
Sebuah tujuan yang berbahaya sekaligus hanya Foren yang mengetahuinya tapi akan berbahaya kalau dirinya langsung menghilang dan tidak memberikan kabar. Namun, Cero mengambil pisau milik Foren sebagai bukti bahwa dia telah mati.
"Tunggu Cero jangan kamu lakukan sendirian!" teriak Foren dengan Cero sudah pergi menjauhi goa
Hanya tinggal mereka berdua di dalam goa dan sesuai perintah dari Cero, dia melakukannya dengan sungguh-sungguh lalu beberapa hari terlewati hingga Foren semakin dekat dengan Vena.
Vena mengetahui kalau mereka berdua berbeda dari pembunuh lainnya karena tidak mungkin belas kasihan akan diberikan kepada targetnya. Hari demi hari berganti dengan Foren mulai menyukai Vena hingga sebuah pengungkapan cinta dia lakukan tepat satu bulan mereka di goa.
Vena tidak langsung menerima ungkapan cinta tersebut melainkan dia bertanya tentang Cero yang tidak jadi membunuhnya pada saat itu. Foren mengatakan kalau itu salah satu rencana Cero yang selama ini dia buat, sebuah rencana yang akan mengakhiri jalan hidup seseorang.
__ADS_1
Itulah kata terakhir yang Cero berikan kepadanya walaupun Foren tidak mengerti sama sekali tapi dia selalu percaya dengan Cero. Senyuman bahagia mulai Vena perlihatkan kemudian dia menerima cinta dari Foren, perempuan itu berjanji akan membalas kebaikan dari Cero.
Dua bulan terlewati dengan mereka berdua sudah saling dekat karena persediaan makanan serta pakaian mereka sudah tidak tersisa kini Foren berencana keluar dari goa sesuai perintah dari Cero yaitu menjaga Vena.
Mereka berdua pergi meninggalkan desa dengan menuju ke sebuah perkotaan di Negara Indonesia. Bulan demi bulan, tahun demi tahun berganti hingga mereka berdua menikah dan Vena melahirkan satu anak perempuan.
Mereka kini telah menjadi sebuah keluarga tapi Foren masih belum mendapatkan kabar dari Cero selama lima tahun berlalu. Foren terus menjaga Vena dengan sabar menunggu kehadiran Cero hingga satu kabar masuk ke telinganya yaitu Cero telah berkhianat dan akan segera di eksekusi mati.
Sontak membuat Foren khawatir dengan keadaan Cero akan tetapi ini adalah perintah dari pusat sehingga saat Foren berusaha melindungi Cero akan ada puluhan pembunuh professional yang akan mengincar dirinya lagipula jika dia melakukan itu akan berbahaya untuk Vena.
Foren berusaha untuk tetap percaya kepada Cero sembari memegang teguh dengan perintah yang dia dapatkan hingga tahun mulai berganti lagi dengan Foren semakin khawatir, itu semua terlihat dari penampilannya tidak terawat serta sering tidak tidur.
Vena tahu kalau Foren sangat dekat dengan Cero sehingga dia berusaha untuk menenangkan Foren hingga tahun berganti lagi yang akhirnya mereka mulai mendapatkan anak kedua. Saat itu Foren merubah tampilannya untuk bisa menjadi lebih baik tapi perasaan gelisah serta khawatir membuatnya kembali seperti dulu.
Lima tahun berganti hingga tiba gempa bumi yang luar biasa sampai muncul sesuatu di luar akal sehatnya seketika Foren berusaha untuk melindungi keluarganya. Kekuasaan Ragnarok adalah masa tersulit baginya untuk melindungi Vena serta kedua putrinya karena dia tidak terpilih oleh System Gate sehingga hanya kemampuan pembunuh professional saja yang dapat dia manfaatkan untuk dapat bertahan hidup di masa tersebut.
Usaha Foren untuk melindungi Vena sesuai perintah dari Cero kini telah membuahkan hasil karena mereka telah berhasil melewati masa-masa kekuasaan Ragnarok kemudian dia mendapatkan kabar dari rekan Cero, mengatakan kalau Cero sudah mati.
Foren langsung lemas mendengar kabar itu semua karena dia sudah menganggap Cero sebagai keluarganya hingga dia meninggalkan istri beserta kedua anaknya untuk menuju desa Suku Mata Biru.
Satu bulan untuk dapat sampai kemudian Foren terus memeriksa seluruh tempat hingga dia menemukan tengkorak manusia, entah tengkorak Suku Mata Biru atau tengkorak dari pembunuh professional kemudian dia menemukan barang rahasia yang Cero sembunyikan di dalam hutan.
Sebuah kertas yang menjelaskan seluruh usahanya melatih seorang anak yang penuh kebencian dan balas dendam akan orang yang membantai keluarganya hingga Cero mengatakan seakan-akan surat itu akan ditemukan oleh Foren. Sebuah perintah dari Cero untuk Foren yaitu menunggu anak yang bernama Ryan atau sekarang di panggil Jack mendatanginya, keputusan selanjutnya akan berada di tangan anak tersebut ketika melihat pasangan pembunuh sukunya dan Suku Mata Biru.
Foren menyimpan surat tersebut kemudian pulang menuju rumahnya sambil menunggu kedatangan anak yang bernama Jack alias Ryan.
"Foren dan aku sudah menunggu kedatangannya untuk mengakhiri semuanya antara dia berhenti atau melanjutkannya, keputusan apapun akan kami terima!" ucap Vena sambil tersenyum
Langkah kaki terdengar dengan Jack masuk ke dalam rumah tersebut ketika mendengar ucapan Park Hyeon kalau mereka telah menemui orang yang selama ini dia cari.
Tatapan penuh amarah, kebencian dan hasrat membunuh membuat seluruh dari anggota Guild Evolusioner datang demi mencegah amukan besarnya. Jack memperlihatkan sosok yang selama ini tidak mereka lihat, langkah kakinya perlahan mendekat dengan tatapan Jack ke arah Foren.
"Wajah itu sudah sudah kuduga kamu adalah orang yang membunuh kakakku!" ucap Jack dengan nada penuh amarah
__ADS_1
Bersambung...