
Farlon mengikuti Jack menuju sebuah tempat yang menjadi markas untuk mereka saat diperjalanan betapa terkejutnya, dia melihat begitu damainya di Kota Mapely bahkan tidak ada kejahatan terjadi dan dia penasaran dengan pohon besar yang berdiri di tengah kota.
Pohon besar itu memiliki kelopak bunga dengan wujud unik tapi indah, kelopak bunga itu mengeluarkan madu yang bisa menyembuhkan penyakit. Matanya masih tertuju kepada pohon besar hingga tanpa sadar menabrak punggung Jack.
"Kita sudah sampai!" ucap Jack sambil melepaskan topi hitamnya
Bar Kelinci telah menjadi markas mereka tapi saat Farlon melihat wajah serta Mata Biru Jack tiba-tiba dia teringat dengan Gate Hunter Bermata Topaz seketika itu dia terkejut bukan main.
"Gate Hunter, Topaz!" teriak Farlon dengan dirinya terjatuh karena kaget
Julukan itu mengingatkan Jack dengan sosok Abbay dan Lucia.
"Jangan terkejut dulu karena masih ada banyak sekali orang hebat di dalam sana!" ucap Jack sambil masuk ke dalam Bar Kelinci
Farlon mempersiapkan dirinya kemudian masuk ke dalam Bar Kelinci. Pada saat itu suasana masih sunyi hingga Jack membuka percakapan dengan memberitahu kalau ada tamu seketika suasana berubah menjadi ramai. Manajer Bar Kelinci mengarahkan jempolnya ke ruang istirahat karyawan dengan wajah sangar dan kejam.
Nyikkk...
"Maaf merepotkan!" ucap Farlon sambil ketakutan serta mengeluarkan suara aneh
"Asal kamu tahu, manajer memiliki hati Hello Kitty jadi jangan menganggapnya berbahaya!" ucap Jack sambil menuju pintu karyawan
Farlon sulit mencerna perkataan Jack sembari mendapatkan tatapan tajam dari manajer yang membuat nyawanya melayang. Mereka berdua masuk ke dalam ruang istirahat karyawan, pertama saat dia melihatnya hanya ada beberapa kursi kosong dengan dua orang yaitu pria dan wanita.
"Perkenalkan mereka berdua adalah karyawan di Bar Kelinci ini!
Wanita itu bernama Laila dan pria itu bernama Felix, mereka berdua adalah saudara kandung!" ucap Jack
"Salam kenal!" ucap Farlon dengan nada sopan
"Felix, kabarkan mereka semua untuk datang!" minta Jack sambil duduk di kursinya
__ADS_1
Laila memberikan kursi untuk Farlon yang letaknya di ujung meja sebelah kiri sedangkan Jack berada di ujung kanan sontak mereka berdua seperti saling menatap dan berhadapan. Farlon merasa tegang tapi dia berubah ketika mengingat tujuan yang dia inginkan, perubahan ekspresi itu membuat Jack tersenyum.
Tiba-tiba muncul sebuah gerbang mirip dengan Gate tapi ukurannya berbeda kemudian terbuka secara perlahan ketika terbuka lebar, mulailah mereka semua keluar. Orang-orang hebat yang sudah lama tidak Farlon lihat ketika Pemerintah Dunia mengecam Gate Hunter.
Terlihat Seila dan Henry membawa anaknya, Park Hyeon memegang tangan Stella layaknya seorang kakak adik, Chen Li dan Julia. Semuanya duduk di kursi mereka masing-masing begitupun dengan Laila dan Felix.
Sebuah rencana yang selama ini mereka tunggu dengan sabar kini akan di mulai dengan penuh semangat, itu semua terlihat dari ekspresi mereka semua yang sangat serius.
"Sebelum kita berbicara tentang rencana, bisakah aku mengetahui alasan kalian memilihku yang merupakan anak dari Pemerintah Dunia?" tanya Farlon dengan rasa penasaran
Jack melirik ke arah Laila.
"Hugh...hugh...alasan aku memilihmu adalah sifatmu itu yang sangat bertolak belakang dengan ayahmu dan dengan adanya dirimu di saat masa depan yang akan datang. Farlon, kamu harus memimpin atau lebih tepatnya menggantikan ayahmu setelah kita selesai mengalahkan Nana Taizai no Akuma!" ucap Laila
"Aku mengerti dengan menjadi pemimpin dan menggantikan ayahku tapi rencana kalian adalah membunuh Tujuh Iblis Dosa Besar, sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Tolong katakan kepadaku tentang semuanya karena kalian terlalu lama bersembunyi membuatku tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi!" minta Farlon secara terus terang
Farlon mengangguk sebanyak dua kali.
"Langkah kita sudah benar dan mengikuti alur takdir sehingga tidak ada perubahan sama sekali. Farlon, ayahmu saat ini bekerja sama dengan musuh umat manusia dan kami saat ini bergerak untuk menghentikan mereka!" ucap Jack
Farlon sangat marah dan kecewa dengan ayahnya tapi dia masih belum mengerti dengan Nana Taizai no Akuma yang sedang menjadi ancaman untuk dunia serta umat manusia.
"Aku akan menjelaskan tentang Nana Taizai no Akuma seperti nama mereka yaitu Tujuh Iblis Dosa Besar. Iblis pertama yang datang ke dunia adalah Asmodeus yang datang ke negaraku, butuh banyak sekali usaha untuk mengalahkan satu iblis dan kini sisanya telah turun ke dunia lalu bagaimana kita bisa membuktikannya yaitu dengan Mata Biru milik Jack yang bisa melihat masa depan serta tentang kematian Jacob Wister tahun lalu!" ucap Julia
Farlon mengetahui betapa kuatnya Asmodeus yang mengamuk di Negara Jepang walaupun dia tidak melihatnya secara langsung tapi hawa kehadiran iblis ini mampu membuatnya merinding lalu saat mengetahui ada rekan mereka yang turun ke bumi seketika membuatnya mual dan ketakutan.
"Nana Taizai no Akuma adalah anak dari Ragnarok sang bencana. Tujuan mereka adalah membunuh Gate Hunter serta manusia secara masal untuk melepaskan segel yang Jack berikan kepadanya kemudian..." perkataan Julia terpotong karena Farlon mengangkat tangannya
"Maksudmu?" tanya Farlon dengan wajah kebingungan
__ADS_1
Para pendahulu Gate Hunter menjelaskan semuanya secara rinci setelah itu Farlon akhirnya sadar dengan sejarah yang terjadi sebelumnya bahwa anak remaja yang usianya lebih muda darinya adalah orang yang telah menyelamatkan umat manusia pada saat itu.
Tentu saja Jack menjelaskan tentang kemampuannya untuk menyegel Ragnarok yaitu dengan Overdrive. Sebuah kemampuan yang dapat membuatnya melewati batas hingga menaiki level dan peningkatan status secara bertahap sesuai lamanya dia bertarung.
Kekuatan yang dia dapatkan dari Mata Birunya dan merupakan sebuah artefak kelas tinggi buatan dewa. Jack menjelaskan juga tentang Jacob yang mati terbunuh karena ulah dari Iblis Dosa Kerakusan kemudian memberitahu kepada Farlon kalau ayahnya bekerja sama dengan Iblis Dosa Keserakahan.
Sontak Farlon semakin ketakutan dengan kekuatan musuh mereka sebab Jacob yang merupakan Top Gate Hunter dengan mudahnya mati terbunuh karena itu dia mulai bimbang.
"Jangan khawatir, Gate Hunter ada untuk melindungi umat manusia itulah tujuan Gate System memberikan kita sebuah pengakuan dan dapat mengembangkan diri layaknya bidak untuk melawan musuhnya jadi bisa di bilang kita berada di perlindungannya!" ucap Jack sedikit berbohong tanpa ada yang mengetahui
Farlon menenangkan dirinya kemudian Julia kembali menjelaskan tentang kebangkitan Ragnarok.
"Ragnarok akan bangkit jika segelnya terlepas dan itu memerlukan banyak sekali jiwa manusia dan Gate Hunter oleh karena itu anak-anaknya turun ke bumi untuk melepaskan ayahnya." ucap Julia
"Sekarang aku mengerti tujuan kalian serta apa yang terjadi selama ini lalu kalian ingin aku memimpin penduduk kota ini untuk melawan ayahku sendiri dan membeberkan seluruh kebusukan ayahku melalui perang politik bukankah begitu keinginan kalian?" tanya Farlon dengan wajah penuh percaya diri
"Laila, kamu tepat sekali memilihnya!" ucap Jack sambil tersenyum puas
"Tentu saja karena aku adalah sang informan!" balas Laila dengan perasaan bangga
Jack berdiri kemudian berjalan mendekati Farlon sontak dia ikut berdiri dan mereka berdua saling menatap.
"Kamu harus bisa menghancurkan hukum yang sekarang kemudian membunuh ayahmu sendiri jadi apa kamu menerima semua perintahku ini?" tanya Jack sambil memberikan tekanan atau tatapan tajam
Merinding...
"Dia bukan ayahku dan bagaimana mungkin seorang ayah melupakan istrinya sendiri bahkan dia sama sekali tidak merawat ibuku ketika sakit karena itu manusia sepertinya lebih baik lenyap dari dunia ini!" ucap Farlon dengan penuh keyakinan dan penuh tekad
Jack tersenyum lalu mereka berdua saling berjabat tangan.
"Dan penentuan berada di tangan kita karena dalam satu tahun ini kalian sudah berlatih dan berkembang. Aku sudah menemukan keberadaan Iblis Dosa Kerakusan dan kita akan memusnahkannya jadi persiapkan diri kalian semua!" ucap Jack dengan ekspresi serius
__ADS_1
Bersambung...