
Udara serta langit terbelah menjadi dua bagian bahkan awan di atas langit tersebut sudah terpotong dengan ukuran kecil tapi rapi. Setelah itu semua yang menyaksikan Jack dalam melakukan sebuah serangan yang sama sekali tidak dapat mereka lihat bahkan The One tidak menyangka kalau Jack bisa berada di belakangnya tanpa meninggalkan suara jejak.
Kemudian seribu tebasan mematikan melukai tubuh The One secara brutal hingga kedua tangan dan kakinya menyentuh permukaan tanah disertai darah hitam berhamburan disekitarnya. Sontak seluruh yang melihatnya terkejut begitupun dengan The One yang tidak menyangka kalau serangan dari pedang pendek itu bisa melukai tubuh abadinya.
"Agghh...
Manusia sialan, bagaimana mungkin makhluk sepertimu bisa melukai tubuhku?" tanya The One sambil merasakan kesakitan untuk pertama kalinya
Jack langsung membersihkan pedangnya dari darah hitam The One kemudian muncul sebuah efek samping yaitu sebuah tanda hitam di sekitar wajahnya dan setengah tubuhnya memberikan noda kematian yang dapat The One artikan sebagai Serangan Jiwa.
"Serangan Jiwa yang membutuhkan jiwa pengguna untuk memunculkan sebuah kekuatan yang sangat besar tapi serangan tersebut bisa membuat penggunanya menemui jalan kematian. Menggunakan itu untuk melukai tubuhku ternyata kamu sudah putus asa dalam pertarungan sebelumnya, Jackie apa ini yang ingin kamu perlihatkan semangat kepada mereka?" tanya The One sambil berusaha menyembuhkan lukanya dengan jumlah kekuatan yang tidak main-main dalam penyembuhannya
__ADS_1
"Ha...ha...ha...ha!
Sisanya kuserahkan kepada kalian dan beri aku waktu selama 10 menit untuk kembali normal!" minta Jack sambil terbaring lemas dengan kedua tangannya tidak dapat bergerak ataupun kedua kakinya
The One tidak ingin melihat Jack selamat jadi dia berpindah secepat kilat yang dapat langsung berada di atas Jack untuk melakukan sebuah serangan yang dapat membunuh Jack secara cepat tetapi cakar hitamnya yang The One persiapkan untuk merobek jantung Jack tiba-tiba tertahan oleh sebuah perisai yang asalnya dari Malaikat Ramiel.
"Azrael, Mikhael lakukan sekarang!" teriak Malaikat Ramiel sambil mementalkan serangan The One ke udara
"Divine Arrow!" ucap Malaikat Mikhael sambil menembakan busur anak panah yang melaju dengan cepat mengarah ke jantung The One
The One beranggapan serangan itu tidak akan melukainya tetapi saat dia teringat akan Jack melukai tubuhnya tiba-tiba membuat The One berniat melakukan defend dengan menggunakan tangan kanannya untuk menahan serangan tersebut. The One tidak merasakan sakit dari anak panah sehingga dia kesal akan dirinya yang merasa dibodohi seketika The One ingin menyerang balik Mikhael dengan sebuah magic yang berskala besar.
__ADS_1
Namun, saat The One melakukan serangan balik tiba-tiba dari atas muncul Malaikat Azrael yang langsung membuat sebuah pagar Api Biru yang mengakibatkan The One terjebak sekaligus tidak akan dapat menggunakan serangan berskala besar tersebut bahkan saat The One berniat untuk kabur dari atas, sekali lagi Malaikat Azrael melakukan sebuah serangan kepada The One yang mengakibatkan tubuhnya terbakar.
Malaikat Azrael merubah apinya menjadi Api Neraka yang langsung membuat tubuh The One merasakan kesakitan kembali dengan dia merasa tubuhnya mulai perlahan-lahan terbakar akibat dari Api Neraka tersebut tetapi niat The One untuk kabur masih belum dia buang jadi The One berniat untuk menghancurkan pagar Api Biru supaya bisa keluar sekaligus mematikan Api Neraka dengan menggunakan Api Biru untuk bisa memakan Api Neraka.
Kali ini The One tidak akan bisa kabur kemanapun kecuali menghadapi mereka bertiga tiba-tiba The One memakai sebagian kekuatannya untuk membuat mereka yang sudah mendekatinya untuk segera terhempas jauh akibat dari angin yang The One kendalikan sehingga tercipta sebuah badai besar yang sebentar lagi akan memporak-porandakan medan perang.
Namun, Clara bisa membuat badai besar tersebut menjadi hilang hanya dengan menendangnya sehingga tercipta sebuah Wind Cutter dari tendangannya tersebut yang langsung membelah badai besar tersebut menjadi dua kemudian menghilang.
"Sekarang giliran kita untuk membuat The One menyesal memilih bertarung!" ucap Clara sambil memanaskan kaki kanannya dengan Api Merah
Bersambung...
__ADS_1