Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 50: Peperangan End Bagian 2


__ADS_3

Bumi bergetar akibat ledakan besar serta kekuatan para iblis dan malaikat bertempur seketika membuat lempeng bumi bergeser serta gunung berapi di seluruh dunia mulai aktif. Kota Eskot yang sudah mendapatkan perlindungan dari Tujuh Malaikat Kebajikan masih bisa merasakan sebuah getaran, umat manusia yang berlindung di Kota Eskot berdoa untuk keselamatan mereka dan yang bertugas menjaga ketertiban di Kota Eskot adalah Felix, Laila dan Foren.


"Semuanya harap tenang jangan takut!" teriak Laila


"Bagaimana keadaan mereka di sana?" tanya Felix dengan perasaan khawatir kepada Julia


"Aku tidak tahu Kak Felix tapi aku yakin kalau mereka pasti akan menang!" balas Laila sambil tersenyum


"Tentu, aku harap seperti itu!" ucap Felix dengan nada pelan dan ragu-ragu


...


Kembali ke medan perang.


Belphegor melihat Malaikat Uriel memakai pedang menyala dengan api yang begitu panas kalau terkena pedang itu akan langsung membakar tubuhnya secara perlahan dan untuk bisa seimbang melawan pedang itu, Belphegor mengeluarkan pedang iblis milik Asmodeus.


"Mari kita mulai, Uriel!" teriak Belphegor sambil terbang mendekati Uriel


Ting...ting...ting...


Mereka berdua saling beradu pedang membuat pertempuran menjadi tambah meriah sebab bunyi dari hantaman kedua pedang membuat pasukan semakin semangat untuk memenangkan peperangan. Belphegor menyerang sambil mengeluarkan magic hitamnya yang seperti laser lalu menembakkannya ke arah Malaikat Uriel untuk membuatnya lengah.


Tapi Malaikat Uriel dapat mengatasi semua itu hanya dengan membakar semua yang mendekati tubuhnya, itu adalah anugerah yang dia dapatkan yaitu The Sun ketika Malaikat Uriel mengaktifkan anugerah tersebut akan membuat dirinya semakin kuat sebab hawa panas akan terkumpul di tubuh Malaikat Uriel yang bahkan bisa setara dengan kepanasan matahari jika dia serius.


Namun, anugerah ini juga berbahaya jika di pakai sembarangan karena bisa membakar rekannya sendiri. Belphegor menginginkan Malaikat Uriel serius untuk bertarung karena itu dia tersenyum lebar sembari melihat ke arah bawah, Malaikat Uriel langsung tahu apa yang akan Belphegor lakukan.


"Semuanya persiapkan perlindungan kalian!" teriak Malaikat Uriel dengan nada keras

__ADS_1


Getaran semakin mendekat ke arah bumi dengan semua Pasukan Iblis serta Pasukan Malaikat melihat ke atas dengan perasaan takut serta melihat sesuatu yang sama ketika Peperangan End di Dunia Yeverleen. Belphegor menggunakan Magic Tingkat Atas yang mampu mengendalikan benda di luar angkasa dan semua itu berjumlah puluhan kini akan jatuh ke bumi dengan panas yang luar biasa akibat atmosfer bumi.


"Seriuslah Uriel!" ucap Belphegor sambil menjatuhkan puluhan meteor dengan ukuran besar ke bumi


"Belphegor, apa kamu ingin menghancurkan planet ini sama seperti Dunia Yeverleen?" tanya Malaikat Uriel sambil menunjukkan kemarahan


Belphegor tersenyum dan tertawa.


"Aku tidak peduli!" ucap Belphegor dengan senyum liciknya


Meteor berjatuhan di seluruh dunia yang mengakibatkan gempa bumi berskala besar, tsunami, kerusakan lempeng bumi serta gunung berapi menyemburkan lahar kental ke permukaan bumi. Pasukan Iblis dan Malaikat berlindung memakai magic kuno tetapi tidak mampu menahan serangan tersebut sehingga medan pertempuran menjadi hancur dan membuat sebuah kawah besar.


Inti bumi mulai aktif yang menunjukkan hawa panas mulai keluar hingga sampai ke permukaan bumi. Semua itu terlihat karena permukaan bumi saat ini seperti sebuah neraka, seluruh Malaikat merasakan kalau Kota Eskot akan terkena dampaknya tapi tidak berbahaya tetapi jika dilakukan lagi akan membuat seluruh manusia yang berada di sana terbunuh.


Malaikat Uriel kedua kalinya menunjukkan kemarahannya hingga sebuah hawa panas yang bisa Malaikat lain tahan karena Pasukan Iblis dan Malaikat sudah terbunuh semua kini Malaikat Uriel akan menggunakan seluruh kekuatannya. Tekanan yang mampu membuat seluruh dunia bergetar, Malaikat Uriel menjatuhkan Belphegor dengan satu tekanan gravitasi hingga tubuh anak kecil itu mencium tanah berapi.


Daarrr...


Mammon tertekan hingga tidak bisa bergerak, Satan terbakar habis akibat dari panasnya bumi dan Malaikat lainnya hanya bisa menonton kemarahan Malaikat Uriel.


"Diam Belphegor!


Jangan berharap kalau kamu sekuat dengan Lucifer!" ucap Malaikat Uriel dengan mata berwarna merah api


Api menjalar ke seluruh medan pertempuran hingga membentuk sebuah pagar lingkaran api yang panasnya sungguh luar biasa bahkan Belphegor bisa merasakan jiwanya mulai terbakar tetapi dia kembali memeriahkan suasana dengan menjatuhkan meteor sekali lagi tapi saat meteor sampai ke lingkaran tiba-tiba terbakar hangus tanpa tersisa.


Park Hyeon, Chen Li, Henry dan Seila mendapatkan perlindungan dari Malaikat Ramiel sehingga tidak merasakan panasnya dari kekuatan Malaikat Uriel kemudian Belphegor menatap Malaikat Uriel yang langsung membakar jiwanya.

__ADS_1


Agghhh...


Teriakan Belphegor yang sangat menyakitkan untuk di dengar hingga jiwanya hangus terbakar. Malaikat Uriel telah menggunakan seluruh kekuatannya hanya untuk membunuh Belphegor kini tersisa tiga yaitu Mammon, Leviathan dan Satan tetapi sesuatu hal aneh terjadi ketika satu kata dikeluarkan oleh Belphegor.


"Ulang!" ucap Belphegor


Seketika Malaikat Uriel mulai mengingat kekuatan Belphegor sebenarnya yang bahkan saat Peperangan End di Dunia Yeverleen selalu berputar kembali tanpa sebab dan semua ingatan tentang apa yang terjadi seketika menghilang. Semuanya kembali seperti ucapan Belphegor dan Malaikat Uriel hanya bisa mengingat ketika Belphegor mengaktifkan kekuatan tersebut.


Dunia langsung mengalami pengulangan yang di mana Malaikat Uriel dan Belphegor beradu pedang tiba-tiba Malaikat Uriel merasakan sesuatu keanehan tetapi dia tidak mengetahui semua itu. Belphegor kini mengetahui kalau dia akan kalah melawan Malaikat Uriel karena anugerah yang malaikat itu dapatkan sungguh luar biasa.


Belphegor langsung netral dan tidak memprovokasi Malaikat Uriel untuk tidak mengulang kejadian sebelumnya karena saat ini dia tidak dapat melakukan pengulangan. Kekuatan itu membutuhkan jiwa pengganti yang sangat banyak dan jiwa yang Belphegor kumpulkan sudah berkurang banyak.


Peperangan kembali tanpa adanya meteor jatuh atapun kerusakan bumi lainnya bahkan Belphegor beradu pedang dengan Malaikat Uriel tanpa memberikan kesempatan untuk berpikir tentang apa yang terjadi karena jika Malaikat Uriel Mengetahui itu, Belphegor akan dalam berbahaya.


"Malaikat ini berbahaya jadi cepatlah datang Lucifer!" gumam Belphegor sambil terus melancarkan serangan


...


Dunia tanpa ada kehidupan dan hanya terisi oleh kegelapan serta kehampaan.


"Ayah, apa anda tidak mau ikut memeriahkan suasana?" tanya Lucifer yang sudah mendapatkan kekuatan serta wujudnya


"Lucifer, bunuh Malaikat Uriel dan aku akan langsung bangkit karena malaikat busuk itu mempunyai banyak jiwa di dalamnya tapi akan lebih seru jika kamu ikut membunuh Belphegor karena itu bisa membangkitkan Drakon Kholkikos!" ucap Ragnarok


"Sepertinya menarik kalau begitu saya akan melakukannya!" ucap Lucifer sambil menampilkan senyuman iblisnya


Gate Hitam muncul di depan Lucifer kini peperangan akan menjadi lebih mengerikan karena kedatangannya.

__ADS_1


"Sudah tiba untukku memeriahkan suasana ini!" ucap Lucifer sambil masuk ke dalam Gate Hitam


Bersambung...


__ADS_2