
Julia dan Stella merasakan takut serta tubuh mereka tidak bergerak saat melihat kematian berada di sekitar mereka atau bisa di bilang bahwa udara kegelapan yang menyelimuti seluruh dunia mimpi yang telah rusak adalah ratusan mayat yang Leviathan kumpulkan.
Saat itu mereka tidak berdaya melihat kekuatan Leviathan yang bertambah mengerikan hingga Jack berjalan dengan santai sambil berhadapan serta bertatapan muka dengan Leviathan sontak hal itu membuat mereka berdua takjub serta kagum melihat keberanian Jack.
"Kau cukup sombong, manusia bukankah sebelumnya kamu ketakutan akan mimpi yang telah aku berikan kepadamu saat itu?" tanya Leviathan sambil tersenyum mengerikan
"Kau benar Leviathan tapi sekarang aku tidak takut dengan apa yang kamu perlihatkan kepadaku!" ucap Jack sambil menutup kedua matanya
Malaikat Rafael tersenyum dengan perasaan bangga kepada sosok yang bisa mengendalikan kekuatannya hingga Malaikat Gabriel yang melihat keberanian manusia di depannya sontak membuatnya kagum serta merinding terhadapnya.
Tiba-tiba hembusan angin yang sangat besar berada tepat di bawah Jack seketika Malaikat Gabriel serasa di panggil olehnya. Jack membuka kedua matanya yang berubah menjadi warna merah membara penuh yang menandakan semangat membara.
"Authority: Gabriel!" ucap Jack dengan nada pelan serta menatap Leviathan dengan remeh
Malaikat Gabriel langsung tersedot ke arah Jack yang seketika mereka berdua bergabung hingga rasa penuh semangat yang membara masuk ke dalam tubuh Jack. Saat itu Leviathan melihat wujud mereka yang terlihat sebuah api melingkar di tubuh Jack dengan gelang api berada di tangan kirinya.
Leviathan merasakan bahaya dan langsung mempersiapkan perlindungan. Jack membuat ribuan tongkat api di seluruh dunia mimpi hingga udara kegelapan yang tadi menyelimuti seluruh dunia mimpi seketika terbakar oleh api semangat tersebut.
"Spirit Fire Modification!
Spear Hell of Judgment!" ucap Jack dengan tangan kiri mengangkat ke atas serta ribuan tongkat api berada di bawah kendalinya
"Infinite Darkness!" ucap Leviathan sambil menyelimuti dirinya dengan udara gelap yang sangat pekat
Leviathan berniat untuk berlindung sampai ribuan tongkat api selesai di lancarkan kepadanya ketika itu dia akan mengembalikan kekuatan tersebut kepada Jack dengan dua kali lipat kekuatan dari sebelumnya, saat itu Leviathan tersenyum licik di dalam kegelapan. Namun, dia tidak melihat kalau Jack sudah sepenuhnya paham akan kebusukan yang Leviathan sembunyikan hingga dia berniat untuk menghancurkan Leviathan dengan kekuatan yang dia maksud.
Jack melempar ribuan tongkat api ke arah Leviathan hingga membakar secara perlahan dan memberikan kerusakan di luar saja. Hantaman dan suara bakaran membuat Leviathan terus tersenyum licik tanpa bisa menahan ekspresinya tersebut hingga saat itu dalam 10 menit, tongkat api terus di tembakan tanpa henti.
Stella, Julia dan Malaikat Rafael menonton deretan tongkat yang masih ditembakan ke arah Leviathan hingga 20 menit berlalu, akhirnya tongkat api habis tapi Leviathan masih bertahan tanpa terluka.
__ADS_1
Hahahha...
Leviathan tersenyum karena merasa dirinya telah memenangkan pertarungan kemudian dia melepaskan balasan dari seluruh kekuatan tongkat api yang barusan dia serap ketika Jack menyerangnya secara bertubi-tubi. Kekuatan besar bergabung dengan kegelapan menjadi api hitam yang akan membakar musuhnya sampai tidak tersisa bahkan api tersebut tidak akan pernah padam.
Senyumannya melambangkan kalau dia sedang mengejek Jack hingga gelembung besar yang mencakup seluruh kekuatan dari Jack serta kekuatannya menjadi serangan terakhir Leviathan tapi Jack membalas senyuman tersebut dengan senyuman mengerikan yang bahkan Leviathan teringat akan senyuman Lucifer yang sedang menyombongkan dirinya.
"Bajingan kau manusia!" teriak Leviathan sambil melempar gelembung besar ke arah Jack
Brruuuuu...
Gelembung besar tersebut mendekati Jack hingga tubuhnya terkena serangan tersebut tapi tidak menunjukkan kalau Jack merasa kesakitan.
"Authority: Mikhael!" ucap Jack dengan senyuman tipis
Seketika Leviathan menyadari apa yang akan Jack lakukan kepadanya dan itu membuat Leviathan merasa ketakutan melawan musuh di hadapannya tersebut.
"Sin Scales Modification!
Brruuuu...
"Manusia, kau sialan!" teriak Leviathan dengan seluruh tubuhnya hangus akan kegelapan yang membuat tubuhnya menjadi gelap dan abu
Terlihat di kedua mata Jack berubah menjadi merah membara dan kuning keemasan atau bisa di artikan kalau Jack sedang menggunakan dua kekuatan dari Malaikat Gabriel dan Malaikat Mikhael. Sang Dosa Kecemburuan, Leviathan mati dengan cara yang sangat memalukan untuknya.
Dunia Mimpi retak hingga sebuah pintu yang mengantarkan mereka ke dunia sebenarnya kini telah terbuka lebar. Jack melirik ke arah Stella dan Julia dengan senyuman yang menandakan kalau dia baik-baik saja karena Jack sudah mampu mengendalikan kekuatan Authority miliknya.
Mereka kembali untuk membantu yang lain tapi sebelum itu, sebuah kedatangan yang sama sekali tidak terduga bagi mereka karena Belphegor sedang mengamuk dalam pertempuran. Terlihat Malaikat Azrael tidak bisa bergerak karena tubuhnya di rantai dengan api hitam yang membakar api birunya, keberadaan Malaikat Uriel yang tidak ada dalam pertempuran tersebut, Malaikat Mikhael kehilangan satu sayapnya dengan tubuh penuh luka, Malaikat Ramiel tertusuk pedang yang di tancapkan oleh Belphegor dan terakhir Malaikat Sammael tertusuk puluhan pedang di jantungnya.
"Akhirnya, kamu datang juga!
__ADS_1
Manusia bajingan!" ucap Belphegor sambil menatap dingin ke arah Jack
Kejutan yang sangat mengerikan saat kedatangan mereka karena saat itu peperangan menjadi sangat sunyi dengan ribuan mayat terbunuh serta keadaan yang sudah luluh lantah.
"Apa yang sudah terjadi?" tanya Jack dengan raut wajah khawatir dan bingung
Stella dan Julia saat itu jatuh dengan perasaan sedih ketika melihat Chen Li, Park Hyeon, Henry dan Seila terbunuh dengan luka yang sangat parah. Keadaan Chen Li dengan badan terbelah, Park Hyeon dengan perutnya berlubang, Henry dengan tubuhnya terbakar dan terakhir terlihat Seila mati dengan kedua matanya terbuka tapi tubuhnya pucat seakan-akan jiwanya sudah tiada.
"Jack pergilah dari sini secepat mungkin!" teriak Malaikat Mikhael sambil berusaha berdiri dengan tubuh yang penuh luka
"Rafael, sembuhkan mereka yang masih hidup!" ucap Malaikat Azrael dengan api biru semakin memudar yang akan berakibat buruk kepadanya
"Gabriel bawa mereka pergi dari sini!" teriak Malaikat Ramiel yang berusaha menarik pedang yang di tancapkan kepada dirinya
Jack menatap ke arah Belphegor dengan tajam serta penuh dengan kebencian dan hawa membunuh yang begitu besar sedangkan Julia dan Stella di bawa lari oleh Malaikat Gabriel lalu Belphegor hanya menatap dengan penuh kemalasan.
"Lepaskan aku!
Jackk!!" teriak Julia sambil menangis
"Hufffttt...
Suasana tenang ini sangat nyaman!
Udara di sini sangat menyegarkan!
Melelahkan melihat kalian yang masih hidup!
Serahkan jiwa itu kepadaku untuk kemalasan!" ucap Belphegor dengan wajah mengantuk
__ADS_1
"Belphegor!!!" teriak Jack dengan tatapan penuh amarah
Bersambung...