
Juri mengumumkan peserta selanjutnya yang akan melakukan duel yaitu Shouta dari Akademik Galleen akan melawan Flora dari Akademik Yusshen. Namun, semua penonton serta Shouta yang sedang berdiri di hadapan lawan tandingnya merinding dan gemetar karena merasakan aura yang sangat luar biasa dari Flora lalu juri yang memberikan aba-aba persiapan duel berusaha untuk tetap tenang dan melaksanakan tugasnya kemudian duel di mulai dengan Shouta berdiam diri sambil menatap apa yang akan Flora lakukan.
"Mengerikan sekali, kamu seperti manusia yang ada di sejarah Peperangan End!" ucap Shouta sambil keringat dingin
"Mungkin yang kamu ketahui itu adalah tentang perjuangan ibuku!" balas Flora dengan senyuman kecil
"Sepertinya benar!" ucap Shouta sambil keringat dingin
"Shouta, aku ingin kamu berjuang sampai titik penghabisan seluruh kekuatanmu jangan memberikan kemenangan mudah untukku!" minta Flora dengan nada sindiran
Shouta merasakan dirinya diremehkan seketika rasa penakutnya mulai berubah menjadi nekat dan berani kemudian dia mengeluarkan Api Merah di seluruh arena pertarungan bahkan tubuhnya diselimuti oleh Api Merah tersebut, Flora mempersiapkan diri untuk melawan balik dengan mengeluarkan beberapa artefak yang sudah lama tidak terlihat.
Siapapun yang merupakan generasi saat ini tidak akan mengetahui apa tiga artefak itu yang sedang terbang di sekitar Flora kecuali Tiga Iblis Mahkota, Julia, Stella dan Jack. Artefak pertama adalah Nicreason dapat membuat pengguna kebal terhadap serangan api dalam beberapa lima detik saja, artefak kedua adalah Supply Mana dapat membuat pengguna menggunakan persediaan Mana yang sudah di simpan dan artefak ketiga adalah Double Attack dapat membuat pengguna meningkatkan serangan.
Tapi kemampuan sebenarnya dari Flora masih belum diperlihatkan, Shouta membuat Api Merahnya terus berkobar dan membara di setiap arena pertarungan kemudian dia membentuk burung api yang berasal dari neraka terdalam.
"Hell Bird!" teriak Shouta sambil melemparkan burung api neraka dengan ukuran besar ke arah Flora
Hell Bird bergerak dengan kecepatan luar biasa yang langsung meledak sambil membakar habis musuhnya tapi saat serangan itu memang telak mengenai musuh tiba-tiba Flora terlihat baik-baik saja tanpa terluka kemudian dia menggunakan balik kemampuan yang Shouta keluarkan dengan api di sekitarnya.
"Copy Magic: Hell Bird!" ucap Flora sambil mengeluarkan burung api neraka yang sangat mirip dengan punya Shouta
Wajah Shouta saat itu kesal melihat musuhnya bisa membuat sama seperti yang dia lakukan tapi dia masih tidak yakin dengan kekuatan Api Merah lalu Flora melemparkan burung api neraka tersebut ke arah Shouta yang langsung dia tahan hanya menggunakan tangan kanannya.
"Rasa panas dari Hell Bird yang kamu tiru sama sekali tidak sepanas dengan milikku!" teriak Shouta sambil menghempaskan Hell Bird ke udara lalu meledak
Flora masih belum menguasai penuh Copy Magic tapi saat ini dia sudah bisa memakai serangan yang mirip dengan serangan musuhnya lalu Shouta kembali menyerang Flora dengan serangan api beruntun sontak hal itu akan membuat Flora terbakar habis jika mengandalkan Artefak Nicreason.
__ADS_1
"Red-Ball!" ucap Shouta sambil melemparkan bola Api Merah secara beruntun
Flora menahan lima bola tersebut kemudian menghindari sisanya dengan melompat dan mengandalkan refleknya tapi serangannya membakar beberapa helai rambutnya seketika Flora yang melompat ke atas itu langsung membuat busur panah elemen cahaya.
"Light Arrow!" ucap Flora sambil menembakkan anak panah elemen cahaya ke arah Shouta
Shouta melihat cahaya bergerak cepat ke arahnya dan dia tidak sempat untuk menghindarinya lalu anak panah itu menembus bahu kirinya hingga rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuh Shouta dengan darahnya menjadi panas.
"Gawat, orang ini benar-benar berbahaya!" gumam Shouta sambil menahan rasa sakitnya
"Seven Elemental All Arrow!" ucap Flora sambil menggunakan tujuh anak panah elemen berbeda-beda
Shouta terkejut bukan main melihat tujuh elemen digunakan dengan mudahnya tanpa memerlukan banyak waktu tapi jumlah Mana yang sebelumnya besar tiba-tiba mulai mengecil, Shouta mempersiapkan dirinya untuk membuat sebuah pelindung Api Merah.
"Red Fire Protection!" teriak Shouta sambil menahan tujuh anak panah elemen
Aggghh...
"Anak panah elemen api menembus pertahananku yang berarti api miliknya lebih kuat dariku!" gumam Shouta sambil melihat Flora kembali menggunakan busur panah elemen api
"Hell Fire One Shoot Arrow!" ucap Flora sambil membidik jantung Shouta
"Tch...
Tidak akan aku biarkan kamu mengalahkan diriku dengan mudahnya!" teriak Shouta dengan emosi
Shouta mengumpulkan seluruh Api Merah di sekitarnya hingga menjadi tombak yang dia sebut Hell Fire Spear kemudian Flora menembakkan anak panah dengan Shouta juga melempar tombak sekuat tenaga hingga terjadi hantaman dari kedua belah pihak yang menciptakan ledakan api super besar.
__ADS_1
Zbuaarrr...
Ledakan api itu sedikit menghancurkan arena pertarungan tapi mereka masih berdiri dengan beberapa luka gores lalu Shouta melihatĀ bahwa Mana yang Flora miliki tinggal sedikit tapi saat mengetahui Mana itu kembali normal ketika Flora minum sebuah artefak yang tidak Shouta kenal seketika rasa kekalahan sebentar lagi akan mendatanginya.
"Sialan!
Flora, kamu adalah manusia yang tidak masuk akal tapi aku tidak akan menyerah!" teriak Shouta dengan ekspresi serius
Shouta mengumpulkan Api Merah sekali lagi dengan mengeluarkan seluruh Mana yang tersisa di dirinya kemudian dia membuat Api Merah terus membara hingga muncul sebuah Api Hitam yang langsung membakar habis Api Merah sontak hal itu membuat Shouta terkejut.
Senyuman percaya dirinya saat mengeluarkan Api Hitam membuat Flora harus ikut mengeluarkan seluruh kekuatan yang dia miliki. Luapan Mana yang sangat besar membuat permukaan arena pertarungan bergetar lalu Flora akan mengeluarkan kemampuan yang Ragnarok punya.
"Kuro hi Jigoku!" teriak Shouta sambil melepaskan raungan neraka api hitam
Zbuaarrr...
"Ryuu no Houkou!" teriak Flora sambil melepaskan Raungan Ragnarok api hitam
Zbuaarrr...
Semua penonton terkejut melihat Flora yang dapat mengeluarkan kemampuan yang sama dengan Ragnarok kemudian dua raungan saling bentrokan hingga ledakan supernova membuat arena pertarungan hancur lembur kalau Jack tidak membuat pelindung untuk para penonton mungkin saja akan membunuh seluruh penonton tersebut tanpa menyisakan apapun.
Zdooommm...
Setelah ledakan itu terjadi tiba-tiba setengah tubuh Shouta mengalami pendarahan hebat dengan napasnya terengah-engah kemudian tumbang sedangkan Flora dapat bertahan karena memakai hoddie yang mampu menahan kerusakan lebih tapi dia mendapatkan beberapa luka gores di sekitar tubuhnya, Flora saat mengeluarkan Raungan Ragnarok saat itu juga dia menggunakan Artefak Double Attack untuk memperkuat serangannya sehingga dapat untuk menyaingi serangan terakhir dari Shouta jika saja Flora tidak memakai itu bisa jadi dia akan kalah.
Pemenang dari duel ini adalah Flora dengan Akademik Yusshen memegang kendali atas pertarungan dan duel selanjutnya adalah Kouto melawan Elizabeth.
__ADS_1
Bersambung...