Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 69: Gate Terbuka Tanpa Batas


__ADS_3

Hari besoknya semua murid Akademik Yusshen bersiap-siap untuk melakukan Kamp Pelatihan. Stella akan bertanggung jawab atas semua yang akan terjadi kepada muridnya nanti oleh karena itu dia bersiap-siap kalau terjadi sesuatu dengan muridnya. Setiap murid harus meminta izin kepada kedua orang tua supaya dapat mengikuti Kamp Pelatihan dan itu adalah hal yang sangat Syoho benci sebab meminta izin kepada ayahnya sangat tidak mau dia lakukan.


"Ibu izinkan aku untuk mengikuti Kamp Pelatihan!" minta Syoho sambil membungkuk


"Hmm...


Kamp Pelatihan bukannya itu bagus untukmu kalau begitu ibu akan setuju!" balas Julia sambil tersenyum


Syoho enggan untuk meminta izin kepada ayahnya seketika Julia mengetahui dari raut wajah anaknya yang ingin meminta tolong kepadanya.


"Syo, jawab kepadaku kenapa kamu sangat membenci ayahmu?" tanya Julia dengan ekspresi serius


"Banyak sekali yang aku benci darinya karena itu aku tidak mau menganggapnya sebagai ayahku sampai dia meminta maaf kepada ibu tentang semuanya dan berusaha untuk berubah menjadi lebih baik contohnya tidak menjadi lemah sehingga tidak ada yang bisa meremehkan keluarga kita!" balas Syoho


"Ayahmu lemah?


Pffttt...


Hahaha!" tawa Julia tidak tertahankan ketika mendengar kalau Jack dikatakan lemah oleh anaknya


Syoho bingung melihat ibunya yang tertawa terbahak-bahak karena mendengar perkataan ayahnya lemah.


"Syoho, kenapa kamu menganggap ayahmu lemah?" tanya Julia


"Tentu saja karena sikapnya yang selalu menundukkan kepala kepada seseorang walaupun tidak salah, membuat ibu selalu minta maaf ketika aku melakukan kesalahan dan ayah kalah dengan orang lain karena itulah aku menganggapnya lemah!" ucap Syoho dengan ekspresi kesal


Julia memegang kedua pundak anaknya lalu memberikan tatapan serius yang dapat membuat Syoho merinding seketika dia merasakan kalau ibunya kali ini benar-benar ingin jujur akan semuanya.


"Ayahmu itu sangatlah kuat lebih dari siapapun!

__ADS_1


Syoho kalau kamu dalam bahaya pastinya dia akan datang untuk menyelamatkanmu bukan hanya dirimu seluruh umat manusia jika dalam bahaya, ayahmu akan turun tangan untuk mencapai kedamaian itu jadi apa sekarang kamu mengetahui siapa ayahmu itu?" tanya Julia sambil menatap tajam ke anaknya


"Tidak mungkin ayah itu Humanity of Chaos sampai aku melihatnya sendiri mana mungkin aku percaya dengan ucapannya ibu!" ucap Syoho dengan perasaan tidak percaya terhadap ucapan ibunya


"Keras kepala sekali dirimu ini!


Baiklah, suatu saat nanti dia pasti akan memperlihatkannya tapi kamu harus berbaikan kepada ayahmu sebab dia ingin sekali dekat denganmu jangan sampai keluarga kita terpecah hanya karena pikiranmu itu!" ucap Julia


Syoho akhirnya sadar akan kesalahannya walaupun dia sangat membenci ayahnya tapi sampai membuat keluarga mereka terpecah sungguh tidak mau kalau itu terjadi kemudian Syoho teringat dengan seluruh masa lalunya bersama ayahnya seketika membuatnya ingin merasakan kembali itu semua.


"Ayah!" teriak Syoho dengan berdiri di hadapan ayahnya


"Ada apa Syoho?" tanya Jack dengan ekspresi terkejut


"Izinkan aku ikut Kamp Pelatihan!" ucap Syoho sambil membuang wajahnya


"Tentu saja kamu dapat izin dariku, Syoho!" ucap Jack sambil tersenyum


"Terima kasih!" ucap Syoho lalu pergi dari rumah sambil membawa barang-barangnya


...


Setelah meminta izin kepada kedua orang tua kini mereka semua diharuskan untuk mendatangi tempat gedung olahraga yang berada di Akademik Yusshen. Stella melihat seluruh muridnya bersedia untuk melakukan Kamp Pelatihan dan tanpa perlu berbicara lagi, Stella membuat sebuah Magic Creation: Teleport hanya dalam satu ucapannya seketika memberikan semua muridnya perasaan kagum terhadap kekuatan wali kelas mereka.


"Oke, semuanya masuk ke dalam lingkaran teleport bersama dengan barang kalian kini kita akan langsung berada di pos terdepan lokasi Gate Terbuka Tanpa Batas!" ucap Stella sambil tersenyum


"Luar biasa sekali!" ucap Syoho dengan ekspresi takjub melihat ribuang Gate terbuka


Gate Terbuka Tanpa Batas adalah lokasi kemunculan Gate yang kini terbuka secara terus-menerus akibat tidak ada yang mengontrolnya dahulu The One yang menjadikan Gate sebagai lokasi keluarnya monster untuk menciptakan Gate Hunter tiba-tiba di ambil ahli oleh Humanity of Chaos sehingga Gate ini terabaikan lalu menjadi Abnormal Gate yang menjadikannya keluar di satu tempat yang kini diberikan nama Gate Terbuka Tanpa Batas.

__ADS_1


"Selamat datang di Gate Terbuka Tanpa Batas!


Kita akan melakukan pelatihan ketika salah satu dari ribuan Gate ini mengeluarkan monster kemudian setiap Regu Gate Hunter harus membasmi mereka dengan menggunakan kekuatanku kini aku bisa mengetahui jumlah monster yang kalian bunuh dan dapat mengetahui lokasi kalian sehingga setiap Regu Gate Hunter bebas untuk berkeliaran dengan mengumpulkan jumlah membunuh monster sebanyak mungkin dan yang menang akan mendapatkan hadiah dariku!" ucap Stella sambil memperlihatkan sebuah hadiah Cincin Pemakan Mana


Semua murid bersemangat untuk memenangkan perlombaan ini tapi Stella merasakan sesuatu keanehan dengan atmosfer udara tetapi dia berusaha mengabaikan itu karena akan merusak kesenangan muridnya kemudian setiap Regu Gate Hunter langsung bergerak mencari Gate yang mengeluarkan monster, Stella berdiam diri sambil memantau setiap pergerakan muridnya.


...


Di hari ini, Akademik Galleen juga mencapai tempat Gate Terbuka Tanpa Batas tiba-tiba Ten Akuma Commander merasakan hawa keberadaan manusia yang sedang berkeliaran seketika haus darah dan haus pertarungan membuat mereka tergila-gila.


Lucifer yang mengawasi mereka langsung menyuruh setiap murid untuk menyebarkan aura mereka untuk bersatu dengan monster di dalam Gate kemudian Lucifer merasakan Mana yang jumlahnya tidak masuk akal berada di titik pusat tempat tersebut.


Lucifer tersenyum lebar sembari ingin melakukan sesuatu yang dapat membuat sebuah tipuan kepada Stella dengan menjadikan pelacak yang berada di Akademik Yusshen menjadi tipuan dengan Lucifer membuatnya seakan-akan terus bergerak dan melakukan sesuatu yang normal sehingga titik merah yang menjadi arti kalau muridnya masih terlacak, Lucifer membuat sebuah tipuan di situ.


Tapi Stella langsung tersadar kalau ada sesuatu yang aneh dengan Magic-nya tiba-tiba atmosfer aneh yang dia rasakan kini mulai meningkat tiba-tiba Stella menatap ke arah jauh tempat Lucifer berada sontak Lucifer kagum dengan kehebatan manusia tersebut kemudian dia pergi untuk menyambut Stella.


"Hebat sekali bisa mengetahui tipuanku hanya dalam beberapa detik saja mungkinkah kamu ini adalah pejuang 10 tahun yang lalu?" tanya Lucifer dengan ekspresi sombong


"Hooo...


Iblis terakhir yang bersembunyi di balik bayang-bayang Ragnarok!


Mau apa dirimu di sini anak doggy yang penurut?" tanya Stella sambil mengejek


Lucifer yang merasa terhina tiba-tiba mengeluarkan hawa mencekamnya yang luar biasa kuat hingga atmosfer tempat tersebut berubah drastis tapi Stella sama sekali tidak gentar untuk menghadapi hawa berbahaya tersebut bahkan dia berusaha untuk memikirkan keselamatan para muridnya dan dia sangat berharap kepada dua orang yang bergerak dengan cepat sehingga dapat memantau murid dalam Kamp Pelatihan tersebut.


Dua guru yang sangat Stella andalkan kemudian Stella mengeluarkan seluruh Mana miliknya untuk mempersiapkan Magic Creation tingkat tinggi kini dia akan melawan Lucifer yang merupakan sisa terakhir dari Tujuh Iblis Dosa Besar.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2