
Dunia Eind memiliki kemiripan dengan Dunia Yeverleen ketika Lucifer masuk ke dalam dunia tersebut tiba-tiba dia merasakan hawa panas yang sangat luar biasa panasnya sontak dia tersenyum ke arah Malaikat Uriel. The Sun sudah diaktifkan olehnya hingga mencapai kepanasan matahari seketika menghanguskan semua yang berada di Dunia Eind. Pedangnya terlihat memanas dengan seluruh bilahnya berwarna merah kekuningan, mata Malaikat Uriel terlihat seperti matahari kecil dan sayapnya berubah menjadi api yang membara.
"God of Sun!" ucap Malaikat Uriel dalam mode tempur
Lucifer tidak akan bermain-main untuk melawan Malaikat Uriel jika dia meremehkannya sedikit saja akan ada konsekuensi yang dapat membuatnya terbunuh karena itu Lucifer mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam mode tempur supaya dapat menyeimbangi kekuatan dari Malaikat Lucifer.
Lucifer tidak banyak berubah ketika dia masuk ke dalam mode tempur hanya saja dia mampu memakai Black Fire bahkan dia mengeluarkan pedang iblisnya dengan nama Executioner. Tekanan dari mereka berdua membuat Dunia Eind bergetar hingga Malaikat Uriel mempersiapkan diri untuk menyerang Lucifer.
Dengan satu jarinya, Malaikat Uriel menciptakan bola matahari dengan ukuran kecil kemudian melemparnya ke Lucifer. Terlihat mudah untuk dihindari tetapi jangkauan ledakannya akan sangat besar karena itu Lucifer tidak menghindari serangan tersebut melainkan menahannya hingga sebuah ledakan panas membuat seluruh benda yang berada di Dunia Eind kembali hangus hanya karena satu serangan tersebut.
Terlihat tangan kanan Lucifer terbakar habis karena menahan serangan tadi yang bernama Cruel Sun. Namun, tangan kanannya langsung dia regenerasikan sampai kembali normal seperti semula, Malaikat Uriel mempersiapkan diri untuk terbang menyerang Lucifer menggunakan pedangnya. Saat itu kecepatan Malaikat Uriel sungguh cepat hingga Lucifer seakan-akan kehilangan keberadaan Malaikat Uriel tetapi tubuhnya langsung merespon dari arah samping seketika tangan kiri Lucifer bergerak dengan sendirinya lalu menahan tebasan dari Malaikat Uriel.
Tinggg...
Hantaman dari kedua pedang menyebabkan bunyi nyaring yang dapat merusak telinga kemudian Lucifer menggunakan telapak tangan kanannya untuk mendorong Malaikat Uriel hingga dorongan tersebut menghempaskan Malaikat Uriel sejauh 30 meter.
Pedang Executioner yang tadi menahan tebasan dari Malaikat Uriel tiba-tiba meleleh kemudian hancur sontak Malaikat Uriel dari jarak 30 meter langsung terbang dengan kecepatan penuh untuk menyerang Lucifer sembari tidak memberikan kesempatan untuknya berpikir.
Slash...Slash...Slash...
Tebasan demi tebasan membuat Lucifer berusaha mati-matian untuk menghindari serangan tersebut hingga Malaikat Uriel menggantikan tebasannya dengan menendang kepala Lucifer sekuat mungkin sampai tubuhnya terlempar serta menghantam gunung.
Daarrr...
Saat itu kepala Lucifer hancur lembur karena tendangan tadi sangat kuat tetapi kecepatan regenerasi Lucifer berbeda dari Satan karena langsung mengembalikan kepalanya hingga utuh seperti semula tapi rasa sakit dari serangan tadi masih dapat Lucifer rasakan karena itu adalah salah satu efek samping ketika melakukan regenerasi total.
Malaikat Uriel menatap Lucifer dengan tatapan sinis sontak membuat Lucifer mulai menunjukkan kemarahannya.
"Vasto!" ucap Lucifer sambil menciptakan tombak berunsur api hitam dengan ukuran panjang
Malaikat Uriel mengetahui tombak tersebut hingga dia menciptakan kembali bola matahari dengan ukuran yang lebih besar dari sebelumnya.
__ADS_1
"Cruel Sun!" ucap Malaikat Uriel dengan satu bola matahari ukuran besar di jari telunjuknya
Lucifer melempar tombaknya dengan kecepatan penuh, saat dia melempar seketika menciptakan lingkaran angin dari setiap kali tombaknya menembus udara sedangkan Malaikat Uriel melempar bola mataharinya dengan santai hingga kedua serangan mereka saling berhantaman dan menyebabkan dampak kerusakan yang mirip sekali dengan ledakan big bang.
Zdooooommm...
Ledakan pertama bersuara tipis hingga gelombang kejut terjadi yang langsung berubah menjadi ledakan supersonik. Dunia Eind langsung retak dengan berusaha memulihkan kembali tetapi tidak sampai di situ karena ledakan kedua dari dua serangan tadi menjadi padat yang langsung berdenyut-denyut kemudian ledakan terjadi dengan suara tinggi sampai Dunia Eind bergetar.
Zduuaarrr...
Dampak dari ledakan tersebut membuat Dunia Eind terpecah seperti sebuah cermin tapi bukan berarti mereka yang terkena secara langsung ledakan tersebut dapat selamat. Setelah ledakan tadi selesai, terlihat kalau setengah tubuh dari Lucifer hancur berantakan sedangkan Malaikat Uriel dengan kondisi kedua tangan dan kedua kakinya hancur.
Malaikat Uriel dalam kondisi sekarat mulai menggunakan Life of Sun untuk memulihkan tubuhnya tapi Lucifer langsung memulihkan dirinya hingga melompat dengan kecepatan penuh sampai dia berada di depan mata Malaikat Uriel yang terbaring lemah.
Lucifer menginjak wajah Malaikat Uriel dengan kuat hingga dia menciptakan kembali tombaknya kemudian menusuk jantung Malaikat Uriel. Tubuhnya semakin lemah hingga Lucifer menyadari sebuah keanehan berada di belakangnya, bola matahari besar sedang melayang.
Tubuh Lucifer terbakar hingga dia menyelimuti dirinya dengan Black Fire tetapi saat dia melepaskan Malaikat Uriel sebentar saja tiba-tiba tubuhnya kembali utuh dengan ukuran membesar seperti sebuah monster. Wujud yang Lucifer khawatirkan dapat membunuhnya, Malaikat Uriel menatap musuhnya dengan mata api, tubuh menjadi kekar dan berotot serta senyuman lebar seakan-akan dirinya adalah penguasa.
"Bagaimana rasanya saat kamu berada di ujung kematian?" tanya Malaikat Uriel dengan senyuman lebar
"Voice!
Lepaskan aku, Urieeelll!" teriak Lucifer sambil merasakan kesakitan
Kemampuan Voice tidak bekerja hingga kepanikan membuat Lucifer yang sombong kini berteriak tanpa bisa melakukan apapun. Malaikat Uriel mengambil pedangnya kemudian bersiap untuk memenggal kepala Lucifer hingga teriakan penuh keputusasaan membuatnya menjadi iblis yang menyedihkan.
Ketika Malaikat Uriel mengangkat pedangnya ke atas tiba-tiba Lucifer memanggil sosok yang sedang mengawasi Peperangan End ketika pedangnya hampir memotong leher Lucifer tiba-tiba Dunia Eind berhenti dan hanya Lucifer yang dapat bergerak tapi dia tidak dapat melepaskan diri dari tangan Malaikat Uriel.
The One menampilkan dirinya di Dunia Eind.
"Dengarkan aku!
__ADS_1
Membunuh Uriel akan dapat membangkitkan Ragnarok dan aku akan membunuh Belphegor untuk membangkitkan Kholkikos Drakon bukankah kamu ingin melihat pertarungan mereka berdua yang selama ini terhalang oleh kami?" tanya Lucifer
"Hmmm...
Apakah kamu sanggup untuk membunuh saudaramu itu?" tanya The One
"Tentu saja bahkan Ragnarok menyuruhku untuk membunuhnya tapi membunuh Uriel sangat sulit karena dia mendapatkan anugerah dari penciptanya bukankah ini adalah salahmu karena menanam paksa kebencian kepada pencipta kami sehingga dia tidak memberikan anugerah!" balas Lucifer
"Pertarungan tadi sangat seru bahkan Malaikat Uriel kedua kalinya serius untuk melawanmu tapi kamu dapat membuatnya menggunakan anugerah dari Malaikat atau penciptanya. Berbeda dari pertarungan di Dunia Yeverleen dulu jadi ini sebuah kemajuan untuknya tapi Lucifer, apa yang kamu dapat dari kemenangan yang dibantu olehku?" tanya The One sambil tersenyum
Ucapan yang langsung menusuk perasaan Lucifer sebagai Iblis Dosa Kesombongan tapi dia menahan itu semua demi perintah yang dia dapatkan dari Ragnarok karena Lucifer sangat setia kepada ayahnya.
"The One jika kamu ingin menonton yang lebih seru, lakukan perintahku!" ucap Lucifer dengan membuang harga dirinya
"Perasaan itu sungguh luar biasa ternyata kamu lebih memilih dia daripada penciptamu tapi masih belum cukup untuk membuatku puas karena ada yang lebih menarik dari mereka berdua yaitu manusia itu bahkan ayah tercintamu kalah melawannya jadi selain yang itu akan aku tolak!" ucap The One
Lucifer teringat kalau dirinya sebelum masuk ke Dunia Eind sudah memperintahkan Belphegor untuk mengamuk kalau manusia itu melihat teman-temannya terbunuh akan ada sesuatu yang menarik jadi Lucifer menjadikan hal tersebut sebagai tontonan menarik untuk The One.
"Kamu dapat membaca pikiranku bukan, The One?" tanya Lucifer sambil tersenyum
The One mendekati Malaikat Uriel kemudian menyentuhnya tiba-tiba dunia yang tadi berhenti kembali normal dengan pedang berhenti tepat di leher Lucifer. Tubuh Malaikat Uriel perlahan-lahan berubah menjadi abu dengan dia melihat The One sedang menyentuhnya.
Senyuman lebar menghilang dengan Malaikat Uriel menatap busuk ke Lucifer.
"Siapa anjingnya sekarang, Lucifer!" ucap terakhir dari Malaikat Uriel yang sudah berubah menjadi abu
The One kembali untuk mengawasi Peperangan End dengan Lucifer menundukkan kepalanya ke bawah seakan-akan masih tidak terima dengan semua yang dia katakan hingga dia menunjukkan ekspresi tertekan.
Kesombongan di dalam dirinya mulai bergejolak!
Bersambung...
__ADS_1