
Juri mengumumkan peserta selanjutnya yang akan melakukan duel adalah Kouto dari Akademik Galleen akan melawan Elizabeth dari Akademik Yusshen. Mereka berdua maju ke depan dengan Elizabeth memberikan salam penghormatan yang sangat sopan sebelum melakukan duel seketika membuat siapapun yang melihatnya, tidak berani untuk mengomentarinya.
"Tidak perlu terlalu sopan karena kita akan bertarung habis-habisan jadi siapa yang perlu penghormatan seperti itu!" ucap Kouto sambil menyindir perilaku Elizabeth
"Semua memiliki pandangannya masing-masing dan terserah anda akan memanggil saya seperti apa, kecuali semua itu tidak merendahkan harga diri saya!" ucap Elizabeth sambil memperlihatkan ekspresi tenang dan tersenyum
"Cukup omong kosongmu!
Mari kita selesaikan duel ini dan menentukan siapa yang pantas untuk menjadi Generasi Pembunuh Dewa!" ucap Kouto sambil bersiap-siap untuk bertarung
Juri memberikan aba-aba mulainya sebuah pertarungan dengan Kouto tanpa memberikan musuhnya waktu untuk mempersiapkan diri tiba-tiba Kouto menyerang Elizabeth dengan elemen kegelapan yang sangat kental sedang menyelimuti tubuhnya. Elizabeth menghindari serangan tersebut dengan mudahnya tapi ada sesuatu yang sangat aneh pada tubuhnya karena tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
Elizabeth kebingungan dengan hal itu sampai Kouto membuat cengkraman tangan memakai kegelapannya atau yang dia beri nama Hand of Silhouette lalu dalam keadaan terdesak dengan serangan Kouto hampir mengenainya tiba-tiba Elizabeth berhasil melepaskan dirinya dari sebuah penempelan tubuh dengan bayangan.
Saat Kouto melakukan serangan dadakan untuk melukai Elizabeth, dia melemparkan sebuah jarum sedang atau memakai jarum kasur yang dia tancapkan ke bayangan Elizabeth sehingga tubuhnya juga ikut berhenti jika bayangannya di rusak dengan paksa bisa membuat tubuh mati rasa hingga lumpuh itulah keuntungan Kouto memakai kemampuan tersebut tapi sukses keberhasilnya sangat sedikit.
Setelah berhasil lepas dari bayangannya yang di tancapkan sebuah jarum kasur sehingga seluruh bagian tubuh tidak bisa bergerak. Elizabeth membuat jarak antara dirinya dengan Kouto lalu mereka berdua saling menatap satu sama lain sampai pelatihan yang Elizabeth selalu ingat dengan sosok guru yang merupakan orang yang dia kagumi sehingga kekalahan tidak akan memuaskan gurunya.
"Break of Limit!" ucap Elizabeth sambil merusak hukum alam di dunia tersebut bahkan pupil matanya berbentuk waktu
Kouto merasakan sesuatu yang sangat berbahaya jika dia mendekati Elizabeth kemudian dia merasakan sesuatu Mana yang sedang mengelilingi tubuh Elizabeth dengan lembut dan halus. Kouto membuat bola hitam seperti salju di atas langit yang kalau tersentuh akan mengakibatkan kerusakan tubuh hingga menghitamkan seluruh tubuh yang menyentuh bola hitam salju tersebut.
Elizabeth dengan mudahnya menghindari setiap serangan dari Kouto tapi semua itu sangat membosankan hingga Elizabeth mengarahkan mata waktunya kepada Kouto tiba-tiba sebuah perubahan yang sangat tidak masuk akal karena Kouto melihat kemampuan bola hitam salju miliknya menghilang dari dunia tersebut bahkan para penonton sama sekali tidak menyadari akan hal tersebut.
__ADS_1
"Kamu tidak akan pernah bisa menang saat aku memulai kemampuan Break of Limit jadi menyerahlah sebelum ada yang terluka!" ucap Elizabeth dengan nada ancaman
"Bodoh!
Mana mungkin, aku akan menyerah dan perlu aku beritahu kepadamu kalau pertarungan sebenarnya baru akan di mulai!" ucap Kouto dengan ekspresi serius
Kouto mengamuk dengan mengeluarkan Hand of Silhouette berjumlah sangat banyak hingga membuat pandangan Elizabeth terhalangi lalu dia tertangkap oleh genggaman tangan yang Kouto buat. Kouto menghancurkan tubuh Elizabeth dengan memutarkan kepalanya, mematahkan tulang rusuk, tangan dan kaki seketika Kouto bersenang-senang dengan cara yang tidak biasa, semua yang Kouto lakukan tidak ada yang menegurnya.
Namun, kejadian mengerikan itu tiba-tiba berubah kembali ke saat Kouto ingin mengeluarkan bola hitam salju. Dua kejadian yang sangat mirip dengan yang dia lihat langsung kembali ke awal kemudian terlihat Elizabeth tersenyum tipis yang menandakan kalau semua perubahan itu akibat dari Elizabeth.
"Sialan!
Sebenarnya apa yang kamu lakukan!" teriak Kouto dengan nada kesal
"Jangan terlalu percaya diri manusia!" ucap Kouto sambil menatap Elizabeth dengan sinis
Kouto menyentuh permukaan arena pertarungan lalu mengeluarkan seluruh bayangan hitam yang dapat menutupi seluruh permukaan arena pertarungan hanya dalam beberapa detik saja kemudian Kouto menggunakan bayangan hitamnya untuk melukai Elizabeth hingga terjadi pembunuhan yang seharusnya dilarang dalam peraturan tersebut tapi setiap kali Elizabeth terbunuh tiba-tiba waktu kembali ke saat Kouto menyentuh permukaan arena pertarungan.
"Sialan!" ucap Kouto dengan nada kesal
Semua itu Kouto lakukan berulang-ulang dengan berbagai cara yang berbeda-beda bahkan Elizabeth dengan santainya berjalan sembari tersenyum. Kouto sangat kesal, benci dan marah dengan kemampuan Elizabeth yang sangat aneh kemudian pikiran Kouto semakin perulangan waktu tersebut terus berlanjut membuatnya gila untuk sesaat.
"Sialaaaannn!" teriak Kouto sambil memegang kepalanya
__ADS_1
"Sudah selesai?" tanya Elizabeth sambil tersenyum
Kouto mulai serius untuk mengeluarkan seluruh kekuatannya dengan arena pertarungan menjadi getar seperti gempa bumi. Kouto memusatkan bayangan hitam menjadi satu hingga berbentuk sebuah orb hitam kemudian dia ledakan sampai menciptakan sebuah kerusakan yang mirip seperti pertarungan sebelumnya yaitu ledakan supernova.
Permukaan arena pertarungan menjadi hancur lembur dengan Kouto masih berdiri tapi tubuhnya terluka parah sedangkan itu Elizabeth tumbang tapi tidak mengulangkan waktu sehingga Kouto merasa bahagia atas kemenangannya bahkan para penonton memuji dan Tiga Iblis Mahkota memberikannya tepuk tangan serta Kouto dijadikan sebagai Generasi Pembunuh Dewa.
"Hahaha...
Manusia jangan terlalu sombong!" ucap Kouto dengan ekspresi menyeringai
Break...
Namun, semua yang Kouto dapatkan hanyalah ilusi yang Elizabeth buat untuknya sontak ekspresi terkejut melihat Elizabeth sedang menyentuh kepalanya dengan senyum menyeringai bagaikan sudah dari awal kalah total seketika membuat Kouto kehilangan harga dirinya.
"Rencana berhasil!" ucap Elizabeth sambil menyeringai
Kouto menatap ke bawah dengan tubuhnya gemetar ketika merasakan apa itu kebahagiaan yang hanya sejenak saja lalu Elizabeth mengeluarkan Mana miliknya untuk menyetrum otak Kouto yang langsung membuatnya pingsan.
Elizabeth tertawa melihat kekalahan termudah untuk peserta dari Akademik Galleen sontak penonton dari Earthleen bagian kiri tidak menyukai cara Elizabeth bertarung. Juri mengumumkan kekalahan Kouto sudah dipastikan karena pingsan dengan ini Akademik Yusshen sudah dipastikan akan menang.
Duel selanjutnya adalah sebuah hal yang sangat Earthleen bagian kanan tunggu-tunggu sebab Syoho masuk ke dalam arena pertarungan untuk melawan Varlon. Awalnya Syoho tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya karena tidak mau menarik perhatian sedangkan Varlon bersikap aneh dan itu membuat Jack yang menonton tiba-tiba tertarik kepada Varlon karena sikapnya yang sedikit berbeda dengan yang lain.
"Sepertinya ada kandidat yang cocok untuk menjadi penerusmu, Ragnarok!" ucap Jack sambil tersenyum
__ADS_1
Bersambung...