
"Pertarungan selanjutnya dari Akademik Galleen adalah Ryzen akan melawan Kaslin dari Akademik Yusshen!" teriak Juri dengan penuh semangat
Dukungan dari Akademik Galleen semakin meningkat karena posisi mereka yang saat ini sedang unggul sedangkan para dukungan dari Akademik Yusshen semakin khawatir jika skor mereka tertinggal karena itu semuanya terdiam disertai serius untuk melihat perjuangan Kaslin.
"Mari kita mulai duel ini!" teriak Jurinya sambil memberikan aba-aba untuk mulainya duel
Ryzen langsung mengeluarkan katana melalui lubang dimensi yang mana katana tersebut diselimuti oleh api hitam sedangkan itu Kaslin mengeluarkan tiga elemen sekaligus yang dia keluarkan di tiga jari kirinya. Ryzen tidak memberikan waktu untuk Kaslin supaya dapat memikirkan sebuah rencana, dia langsung berlari sembari mempersiapkan katanannya untuk melakukan serangan seketika hal itu membuat Kaslin mundur dua langkah untuk menghindari serangan tersebut tapi dia terlambat karena kecepatan Ryzen untuk mendekati Kaslin hanya membutuhkan beberapa detik saja.
"Teknik pertama: Kobaran Malam Hari!" ucap Ryzen sambil memotong tangan kanan Kaslin
Semua penonton Earthleen bagian kanan langsung terkejut tapi mereka semua bukan terkejut ketika melihat tangan kanan Kaslin terpotong melainkan kemampuan Kaslin dalam menyatukan kembali tangan kanan tersebut seperti semula kemudian Kaslin memegang kepala Ryzen lalu membantingnya ke permukaan arena pertarungan dengan keras sampai sedikit menghancurkan permukaan arena tersebut.
Duaarrr...
Ryzen muntah darah tapi dia berhasil berdiri lalu menjauhi Kaslin dengan melompat ke belakang kemudian Ryzen kini mengetahui kalau serangan yang sudah merusak pertahanannya akibat kemampuan Kaslin melapisi tangan kanannya untuk diperkuat lalu diberikan elemen cahaya di dalamnya.
Ryzen kembali mempersiapkan teknik berpedangnya dengan memperluas jarak kakinya lalu menarik napas sedalam mungkin kemudian kedua tangannya memegang katana sekuat mungkin sampai urat kelihatan di punggung tangan.
"Teknik keempat: Bulan Sabit!" ucap Ryzen sambil menebaskan katananya secara vertikal hingga menciptakan Bulan Sabit sebesar rumah disertai kobaran api hitam
Slash...
Serangan Ryzen membelah permukaan arena pertarungan karena Kaslin sama sekali tidak melihat celah untuk menghindar akhirnya dia memakai tiga elemen tersebut.
__ADS_1
"Triple Elemental: Guardian!" ucap Kaslin sambil menciptakan sebuah tiga golem elemen air, cahaya dan daun untuk menahan serangan Ryzen
Duaarr...
Golem pertama menahannya tapi hancur lembur oleh serangan tersebut lalu lanjut ke golem kedua juga ikut hancur tapi serangan Ryzen mulai mengecil kemudian golem ketiga menahannya dan serangan tersebut berhasil dihentikan tapi golem ketiga terbelah menjadi dua bagian.
Setelah serangannya gagal, Ryzen kembali berlari lagi tapi kali ini dia berlari di udara sembari mempersiapkan teknik berpedangnya sedangkan Kaslin terkejut melihat kecepatan Ryzen dalam bergerak maupun bersiap untuk menyerang sehingga tidak ada waktu untuknya mempersiapkan pertahanan jadi Kaslin akan pasrah untuk menahan serangan Ryzen menggunakan tubuhnya.
"Teknik Ketiga: Aliran Api Hitam!" ucap Ryzen sambil menciptakan aliran api hitam berputar di udara
Slash...
Serangan Ryzen berhasil mengenai bahu sampai perut secara tebasan vertikal hingga membuat Kaslin kesakitan tapi dia berhasil menahannya sembari memegang tangan kiri Ryzen kemudian dia letakkan di bahu kanannya lalu dia tarik ke depan untuk membanting Ryzen ke permukaan arena pertarungan.
"Horaaa!" teriak Kaslin sambil membanting tubuh Ryzen
"Style Fist: Light Punching!" ucap Kaslin sambil memukul perut Ryzen dengan kuat hingga permukaan arena pertarungan hancur dan retak
Duaarrr...
"Sialan!" ucap Ryzen sambil muntah darah tapi dia berusaha bangun lagi
Ketika tubuh Ryzen terluka parah tapi saat dia mengira Kaslin sudah terluka parah lebih darinya tiba-tiba dia melihat kalau luka Kaslin sama sekali tidak ada hanya ada darah dan baju yang terbelah sontak hal itu membuat Ryzen terkejut.
__ADS_1
"Immortality!" ucap Kaslin sambil tersenyum menyeringai
"Tch...
Teknik kedua: Black Disaster!" teriak Ryzen sambil menebaskan katanannya secara vertikal dan horizontal
Serangan tersebut memotong tubuh Kaslin menjadi empat bagian tapi tidak ada darah sama sekali kemudian secara perlahan tubuh Kaslin kembali bersatu lalu dia memegang kepala Ryzen dengan sangat kuat sembari melakukan uppercut hingga membuat Ryzen terlempar dengan darah di mulutnya.
Ryzen muntah darah dengan matanya mulai kunang-kunang karena itu tidak ada cara lain untuk terus melanjutkan pertarungan tersebut sehingga Ryzen ingin mengakhirnya dengan teknik terakhir yang akan dia gunakan untuk membuat luka asli untuk Kaslin karena dia tahu kalau lawannya bisa sembuh sendiri jadinya Ryzen tidak akan menahan diri untuk mengeluarkan niat membunuh.
"Teknik terakhir: Black Mamba!" ucap Ryzen sambil menebaskan katanannya secara cepat sampai berjumlah 50 tebasan hanya dalam 10 detik saja
Slash...
Tubuh Kaslin langsung mengeluarkan banyak darah dengan rasa sakit yang tidak tertahankan bahkan lukanya bergores di setiap tubuhnya, saat ingin tumbang tiba-tiba Kaslin masih tetap berusaha untuk berdiri sembari luka yang dia terima mulai sembuh dan saat Ryzen tidak mau membiarkan akan hal itu seketika Ryzen merasakan hawa berbahaya yang sedang berada di atasnya.
Tombak cahaya berukuran besar sedang mengincar tubuh Ryzen karena tidak sempat untuk menghindarinya seketika tombak cahaya itu menembus perut Ryzen hingga dia pingsan disertai muntah darah. Kaslin menggunakan serangan tersebut ketika Black Mamba milik Ryzen sudah mengenainya sehingga tidak ada kesempatan untuk Ryzen dapat melihat kemunculan serangan terakhir dari Kaslin.
Menyembuhkan dirinya sangat membutuhkan banyak sekali tenaga serta Mana sehingga dia merasa sangat lelah dan pada akhirnya menciptakan kemenangan yang sangat hebat. Sorakan dari Earthleen bagian kanan membuat Kaslin merasa bahagia sedangkan Earthleen bagian kiri terkejut melihat cara Kaslin menyembuhkan dirinya seperti orang abadi.
Pertarungan ini dimenangkan oleh Kaslin sehingga menjadikan skor mereka menjadi sama dengan Akademik Galleen. Tiga pemenang dari kedua Akademik selanjutnya Juri tiba-tiba merubah pertarungan menjadi dua lawan dua karena ingin melihat pertarungan tim sehingga dari pihak Akademik Galleen mereka memilih Tendon dan Tenka sedangkan untuk pihak Akademik Yusshen memilih Emma dan Imma.
Emma dan Imma adalah saudari kembar yang merupakan anak dari Foren dan Vena, mereka memiliki Mata Biru disetiap mata kiri dan mata kanan. Emma memiliki Mata Biru di mata kanannya sedangkan Imma berada disebelah kirinya, mereka berdua bisa melihat masa depan walaupun hanya beberapa detik saja tapi bukan hanya itu kekuatan yang dua saudari kembar ini punya karena dari hasil latihan akan membuat semua penonton terkejut melihat kehebatan mereka.
__ADS_1
Tendon dan Tenka adalah pria dan wanita yang merupakan adik dan kakak, mereka memegang belati sebagai senjata utama mereka karena mengandalkan kelincahan dan gesit dalam pertarungan bahkan mereka sangat bagus dalam melakukan serangan combo, tubuh mereka pendek tapi sangat ahli dalam bermain belati.
Bersambung...