
Setelah tantangan duel itu, Syoho keluar dari kelasnya dengan ekspresi tenang serta kesal lalu ada seorang gadis mengikutinya dari belakang sampai Syoho memilih untuk mengajak bicara gadis tersebut.
"Kenapa mengikutiku?" tanya Syoho sambil melepaskan kerudung jaketnya
Gadis itu adalah seorang Elf dengan telinga panjangnya serta rambut berwarna pirang alami bahkan kecantikannya terlihat sangat jelas karena dia adalah keturunan Elf murni tapi saat Syoho mengajaknya bicara tiba-tiba tatapannya berubah menjadi sadis dan mencekam. Namun, Syoho tidak gentar ataupun ketakutan malahan Syoho membalas ekspresi tersebut dengan tatapan tenang tapi sangat menekan.
Mata biru lautnya seperti sebuah ombak tenang tapi sangat mematikan ketika mengamuk di saat badai seketika perempuan Elf itu sadar akan level dia dengan pria yang berada di depannya itu.
"Sudah kuduga, Gerlando bukan tandingan untukmu!" ucap perempuan Elf itu sembari merubah tatapan matanya
"Mengikuti seseorang secara terang-terangan seperti itu, apa maksudmu melakukannya?" tanya Syoho dengan ekspresi mata tajam
Gadis itu tersenyum lebar sembari mengarahkan jempolnya ke dadanya lalu dengan nada keras mengatakan kalau dia ingin masuk ke dalam Regu Gate Hunter yang sama dengan Syoho.
"Clara, murid tahun pertama yang terbaik sepertimu!
Syoho biarkan aku masuk ke dalam Regu Gate Hunter milikmu!" ucap Clara dengan sikap percaya diri
Tiba-tiba angin berhembusan dengan sangat kencang sehingga membuat rambut pirang Clara yang cukup panjang itu bergerak mengikuti arah angin lalu ekspresi Syoho menunjukkan kemarahannya karena dia menganggap Clara terlalu percaya diri dengan kekuatannya.
"Regu Gate Hunter adalah sebuah kelompok yang akan bertarung melawan monster dibalik gerbang, portal atau pintu bahkan saat Apocalypse of Chaos bergerak, kita sebagai Gate Hunter harus mempertaruhkan nyawa untuk melindungi warga sipil yang tidak bisa apapun dan itulah tugas dari Gate Hunter!" ucap Syoho dengan ekspresi menatap tajam
"Aku tahu oleh sebab itu membuat regu dengan orang yang kuat pasti akan tercipta kelompok yang kuat lagipula kau tidak lebih jenius dariku!" ucap Clara dengan senyuman lebarnya
"Tidak lebih jenius darimu!" ucap Syoho dengan ekspresi terkejut
Untuk pertama kalinya ada seseorang yang mengatakan hal seperti itu sontak Syoho terkejut dengan menampilkan sebuah ekspresi melihat cahaya terang seolah-olah Clara sedang meremehkannya.
__ADS_1
"Namamu, Clara!
Hmmm...
Kau berbeda dari lainnya kalau begitu bergabunglah denganku, Clara!" ucap Syoho sambil mengulurkan tangannya untuk melakukan jabat tangan
"Tentu saja diriku akan bergabung!" ucap Clara dengan penuh semangat serta tersenyum bahagia
Kring...Kring...Kring...
Bunyi lonceng ketiga yang menandakan selesainya tour keliling Akademik Yusshen lalu Syoho bersama Clara menuju tempat untuk melakukan duel tiba-tiba saat mereka sudah sampai di tempat pertarungan, ada banyak sekali murid yang menonton mereka dibangku atas.
"Clara, apa kamu tahu kalau Mata Biru adalah sebuah artefak buatan dewa sehingga mata ini sangat berharga tapi penggunaannya harus tepat tengah malam atau di dalam kegelapan tapi aku berbeda!" ucap Syoho sambil melepaskan jaket hitamnya lalu maju sampai ke ring pertandingan
Gerlando menerima segala pujian dari sebagian anak murid tahun pertama lalu ada beberapa yang tertarik untuk melihat anak dari seorang ibu jenius ketika bertarung lalu murid itu adalah anak tahun kedua dan tahun ketiga.
Sorakan penuh menuju ke arah Gerlando sedangan untuk Syoho hanya kenalannya saja yang menyemangatinya dan tentu saja, Jack menonton dari atas pertandingan tanpa ketahuan dari mereka semua. Clara melihat sebuah perbedaan Syoho dari sebelumnya bahkan dia merasakan hawa mencekam yang berasal dari Syoho.
"Sialan buka matamu dan bertarunglah denganku!" teriak Gerlando dengan ekspresi kesal
Saat wasit meniup peluit, Gerlando mempersiapkan serangan terbaiknya yaitu Dragon Thunder dengan memakai jumlah Mana tingkat tinggi. Ledakan besarnya membuat penonton langsung ketakutan serta serangan itu mengakibatkan getaran.
Clara menatap tajam ke arah ring pertandingan lalu dia melihat Jack sedang berdiri tanpa terluka sedikitpun dari serangan berbahaya milik Gerlando tadi bahkan sampai membuatnya terkejut saat melihat Syoho muncul tanpa terluka.
"Kalian semua dengarkan!
Apa yang kalian bicarakan kalau aku mirip seperti ibuku, anak yang lahir dari seorang jenius dan tanpa berusaha sekalipun tanpa bekerja keras. Jenius selalu kata-kata itulah yang terus muncul di kepalaku tapi aku lebih di atas dari ibuku!" ucap Syoho dengan mata terbuka sembari memberikan Mata Biru-nya yang aktif di siang hari
__ADS_1
Seketika seluruh area pertandingan langsung merasakan hawa mencekam dari Syoho. Gerlando yang tadi sudah percaya diri untuk menang tiba-tiba gemetar melihat aura kuat yang berasal dari Syoho sedangkan Clara berusaha menghentikan tangannya yang gemetar seketika dia tersenyum tanpa dia sadari karena mengetahui kalau Syoho berada di atas levelnya saat ini.
"Hebat sangat hebat, Syoho!" ucap Clara dengan niat untuk tidak kalah
"Sialan, apa yang kamu perbuat hingga membuat hawa mencekam seperti ini mungkinkah kamu berbuat curang lalu menyuruh ibumu untuk melakukannya?
Wah, sangat menyedihkan tapi itu sangat cocok untukmu!" ucap Gerlando sambil berusaha mengulur waktu
"Sudah cukup, mari kita selesaikan ini dengan cepat!" ucap Syoho sambil memakai api biru yang berwujud Phoenix di pundak sebelah kanannya
"Tch...
Hansor tornado!" teriak Gerlando sambil menyerang menggunakan tipe angin
Tapi Syoho langsung menghancurkan tornado tersebut hanya menggunakan tangan kanannya yang dia hempaskan seperti sebuah pedang seketika ekspresi terkejut dari Gerlando dan teman sekolahnya. Syoho melangkahkan satu kakinya ke depan tiba-tiba kecepatan yang tidak terlihat langsung membuat Gerlando jatuh pingsan karena mendapatkan pukulan kuat di lehernya.
"Pertarungan sudah selesai dan pemenangnya adalah Syoho!" teriak wasit
"Syoho memang hebat!" ucap Clara dengan ekspresi kagum
Penonton tidak menepuk kedua tangannya karena terkejut melihat Gerlando dengan mudahnya dikalahkan dengan sangat cepat seketika suasana mulai berubah dengan Syoho menutup kedua matanya lalu pergi dari area pertandingan sembari mengambil uang taruhannya.
"Clara, aku di atas seorang jenius yang berarti aku satu tingkat di atas ibuku kalau kamu ingin melampaui diriku, lakukan dengan serius!" ucap Syoho sambil menatap tajam ke arah Clara
"Tentu saja akan aku lakukan!" ucap Clara dengan ekspresi tertekan ketika mendengar ucapan dari Syoho
Pertandingan berakhir tanpa ada sorakan dari para pendukung Gerlando bahkan Gerlando masih pingsan tanpa ada siapapun yang ingin membantunya kini Regu Gate Hunter Syoho dan Clara telah terbuat.
__ADS_1
Bersambung...