Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 38: Dua Predator Yang Saling Serius


__ADS_3

Posisi mereka saat ini adalah Jack dengan Beelzebub berada di bagian timur hutan berbahaya sedangkan sisinya masih di bagian barat. Chen Li dan Henry  langsung menuju lokasi Jack lalu yang lainnya berusaha melindungi Stella dari ribuan monster yang sedang kelaparan.


Namun, semua dalam pertarungan yang sudah terjadi seketika Stella menyadari kesalahan fatal yang telah dia perbuat. Tubuh Stella gemetar, menangis dan merasa bersalah atas kecerobohannya yang mana membuat Julia panik hingga melindungi Stella yang hanya berdiam diri tanpa menghindari serangan para monster.


"Stella apa yang terjadi denganmu?


Saat ini kamu adalah kunci utama dalam pertarungan ini jadi jangan buang kesempatan yang sudah kita dapatkan!" teriak Julia sambil melindungi Stella yang sedang menangis


"Kalian berdua sedang apa?


Jangan membuatku terus-menerus mengeluarkan support pelindung ke kalian!" teriak Park Hyeon yang terus mengeluarkan pelindung untuk mereka berdua


"Kak Julia, Kak Hyeon!


Maafkan aku...tolong maafkan aku karena sudah melakukan kesalahan!" ucap Stella sambil menangis


Para monster menyerang secara membabi buta hingga Julia mengeluarkan tembakan yang mampu menembus dalam jarak 15 meter seketika para monster mati dalam jumlah yang banyak.


"Kesalahan tentang apa?


Stella katakan kepadaku!" teriak Julia sambil memegang kedua pundak Stella


Monster sama sekali tidak mau menyerah dengan napsu lapar mereka membuat luka apapun sama sekali tidak berarti lagi hingga Julia menyadari kalau dirinya sudah terkepung hingga tanah pijakan mereka menjadi duri-duri tajam yang langsung menembus tubuh monster tersebut.


Seila melindungi mereka dari atas langit lalu Park Hyeon turun kemudian mengajak bicara Stella secara perlahan dan lembut.


"Stella katakan kepadaku, kesalahan apa yang kamu perbuat?" tanya Park Hyeon


Stella menjelaskan kalau dia menciptakan sebuah anugerah yang bertolak belakang dengan dosa Beelzebub. Magic Creation: Glut yang artinya adalah kekenyangan seketika membuat Park Hyeon, Julia dan Seila terkejut dengan kesalahan fatal tersebut.


"Stella, apa yang telah kamu perbuat!" ucap Park Hyeon dengan ekspresi kecewa


Stella hanya bisa menundukkan kepalanya dengan rasa penyesalan yang sangat dalam atas kesalahan yang sudah dia perbuat.

__ADS_1


"Ternyata benar, diriku hanyalah beban untuk kalian!" ucap Stella dengan nada sedih dan menyesal


Seila yang tidak tahan melihat itu semua kini mulai menunjukkan kemarahannya bagaikan seorang ibu.


"Stella, apa kamu menyerah begitu saja ketika melakukan satu kesalahan!


Dasar lemah...asal kamu tahu, saat aku bertarung melawan Ragnarok tidak ada yang namanya sempurna dalam pertarungan. Di saat kondisi tidak dapat berpikir jernih membuatku melakukan kesalahan yang lebih banyak darimu, ribuan bahkan ratusan Gate Hunter mati dalam pimpinanku!


Lalu kata terakhir dari rekan seperjuanganku mengatakan untuk tidak menyerah sampai akhir karena kita adalah manusia!" teriak Seila sambil membanjiri hutan dengan air yang dia turunkan dari langit


perkataan itu membuat bulu kuduk merinding bagi siapapun yang mendengar di medan pertempuran saat ini. Park Hyeon yang tadi kecewa dengan Stella mulai kembali mempercayai rekannya dengan membuat sebuah jalur ke lokasi Jack.


"Julia, aku serahkan Stella kepadaku jadi serahkan bagian barat kepadaku dan Seila!


Stella maaf sudah memperlihatkan wajah menyedihkan itu dan aku ingin kamu berjuang sampai akhir!" ucap Park Hyeon dengan tatapan serius


Stella membuang sifat pesimisnya dengan tekad yang kuat, dia memberanikan diri untuk menebus seluruh kesalahannya.


"Baiklah, aku serahkan di sini kepada kalian berdua!" ucap Julia sambil berlari ke arah timur dengan menggendong Stella


Julia merasa tenang dengan kembalinya semangat Stella kini mereka berdua menuju lokasi Jack secepat mungkin untuk mengubah Magic Creation: Glut menjadi Magic Creation: Extreme Gluttony.


...


Di bagian timur sedang terjadi pertarungan jarak dekat dengan Beelzebub memimpin alurnya. Pukulan demi pukulan yang sangat kuat membuat beberapa tulang Jack sampai retak bukan itu saja energinya semakin berkurang setiap pukulan mengenai tubuhnya


Jack sangat lelah walaupun dia sama sekali tidak beradu fisik dengan Beelzebub melainkan menahan setiap serangan yang Beelzebub lancarkan seketika membuat Jack berpikir ulang tentang apa yang sedang terjadi. Seharusnya kekuatan fisik Beelzebub akan semakin melemah ketika Magic Creation yang Stella keluarkan mengenainya.


Namun, kondisi Beelzebub masih seperti sebelumnya hanya saja dia semakin kuat dan semakin kuat, ini ditunjukkan dengan setiap pukulannya mengeluarkan angin yang menembus tubuh Jack dengan dampak yang luar biasa menyakitkan.


Uweekkk...


Pukulan Beelzebub mengenai perut Jack membuatnya muntah darah hingga tubuhnya terlempar ke langit. Saat tubuhnya terlempar ke langit, Jack tersenyum dengan darah di sekitar mulutnya seperti dia sudah menduga semua ini.

__ADS_1


"Hahaha, jadi ini rasanya lepas dari kemampuan Overdrive itu!


Overdrive membuatku semakin kuat dalam pertarungan tapi saat aku tidak bertahan akan menjadi kelemahan terbesarku!" gumam Jack dengan wajah penuh kegembiraan


Overdrive membuatku tidak dapat naik level secara cepat karena efeknya akan bertolak belakang dengan kemampuannya jadi saat aku terlepas dari kemampuan itu seakan-akan rasa kepuasaan berada di dalam diriku.


Tubuh Jack terjatuh ke bawah dengan Beelzebub langsung memasang kuda-kuda untuk memukul secara kuat tepat di kepala Jack. Namun, saat tubuhnya terjatuh dengan mata mereka saling berhadapan satu sama lain lalu kepalan tinju Beelzebub sudah hampir mengenai wajah Jack akan tetapi tatapan kuat serta senyuman buas layaknya seorang predator dari Jack membuat Beelzebub terkejut.


Jack dengan pukulan cepat membuat Beelzebub tidak sempat menghindari arah pukulan yang langsung mengenai wajahnya sontak pukulan itu langsung membuat tubuhnya terlempar jauh dengan puluhan pohon tumbang.


Batu besar menjadi hantaman terakhir yang membuat Beelzebub terluka untuk pertama kalinya, dia cukup terkejut dengan kekuatan manusia yang dia remehkan. Namun, setelah melihat itu semua kini Beelzebub sadar kalau di hutan berbahaya tersebut ada satu predator ganas yang sama sepertinya.


Jack mulai menunjukkan seluruh kekuatannya tanpa perlu menunggu waktu seketika membuat Beelzebub tidak dapat meremehkan mangsa di depan matanya.


Chen Li dan Henry ingin ikut membantu tapi Jack berteriak dengan lantang sambil menyuruh mereka berdua untuk membuat para monster tidak mendekati pertarungan antara dia dengan Beelzebub.


"Bulan memang pemandangan yang indah!


Beelzebub, aku ingin bertarung secara adil karena itulah aku membuat Stella mendapatkan tanggung jawab besar yang mana dia akan membuat kesalahan tapi itu pasti menyakiti perasaannya karena itu aku ingin menjelaskannya setelah membunuhmu!" ucap Jack dengan ekspresi bengis


"Emmm...sepertinya itu semua bukan kesalahan yang di sengaja tapi manusia jangan terlalu menyombongkan dirimu!" ucap Beelzebub sambil menatap tajam


Beelzebub mengeluarkan seluruh kekuatan yang dia punyai karena dia sudah menganggap Jack sebagai lawan yang pantas untuk mati daripada di makan.


"Luxuria KELUARLAH!" ucap Beelzebub memanggil peliharaannya


Seekor naga tanpa sayap dengan berpenampilan seperti kadal dengan ukuran besar serta usianya yang cukup lama, ini terlihat dari lumut berwarna hijau yang tumbuh di sekitar kulit kerasnya yang berwarna hitam, tatapan merah, gigi tajam serta sisik di sekitar lehernya terus berdesis layaknya desis ular.


Jack kembali mengeluarkan Sniper Barret Elemental kali ini dengan seluruh elemen dia keluarkan yang mana menyelimuti snipernya.


"Mari kita mulai!" ucap Jack sambil membidik kepala Beelzebub


Doorrr...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2