
Di sisi lain, Jacob tidak menyerah dengan tujuannya itu hingga dia berusaha memantau pergerakan salah satu penduduk Mapely yang terlihat di dunia luar.
Pada akhirnya, Jacob bisa masuk ke dalam kota bawah tanah (Mapely) dan saat itu juga terungkap sebuah fakta bahwa pohon besar yang dia lihat adalah sumber kehidupan yang akan menyelamatkan umat manusia tapi sesaat jacob menginginkan kedamaian tiba-tiba rasa haus akan kekuatan membuatnya berpikir untuk memakan inti dari pohon besar tersebut.
Namun, aura dari pohon besar itu perlahan mengarah ke Jacob sambil masuk ke dalam tubuhnya kemudian menekan orb kegelapan yang berada di tubuh Jacob hingga hasratnya menghilang.
"Yang aku perlukan adalah Mata Biru jangan memberikan aku keinginan untuk merusak perjanjian yang kita buat!" teriak Jacob untuk dirinya sendiri
Tiba-tiba Jacob melihat Julia yang sedang berjalan-jalan menuju tempat tujuannya seketika dia membuntutinya hingga ke Bar Kelinci dan saat itulah Jacob mengetahui rencana mereka semua untuk mengambil Mata Biru sekaligus menghancurkan Organisasi Dua Sayap Kembar.
"Sebuah Artefak yang mengikuti perkembangan tuannya dan sanggup untuk melawan dewa sekalipun bahkan artefak itu adalah buatan dewa itu sendiri akan aku biarkan mereka mendapatkannya terlebih dahulu setelah itu akan aku rampas Mata Biru tersebut!" gumam Jacob kemudian menghilang secara perlahan bagaikan kabut
...
Dua hari setelah itu kini ada sebuah festival meriah yang diadakan untuk memeriahkan dan menenangkan seluruh warga Amerikat Serikat. Sebuah festival yang mana banyak sekali makanan dan hiburan yang akan diberikan kini rencana mereka sudah di mulai.
"Felix, Laila, Stella!
Bagaimana keadaan kalian di sana?" tanya Julia yang sedang berdiri di atas tiang panjang serta berbicara lewat earphone
"Keadaan terkendali!" ucap mereka bertiga melalui earphone
Felix berada di Kota A yang mana sedang memeriahkan sebuah pertunjukkan dengan kembang api sebagai pembukaan dan itu memberikannya keuntungan sebab satu tempat akan penuh dengan orang yang menyaksikan kembang api dan itu membuat beberapa tempat menjadi sunyi karena itu akan menjadi lokasi yang cocok untuk membawa anggota dua sayap kembar.
Laila berada di Kota B sedang berbicara kepada seluruh lelaki yang dia temui dengan niat untuk membongkar seluruh isi pikirannya dengan kemampuan yang dia miliki yaitu The Informant. Sebuah kemampuan yang dapat membongkar seluruh isi pikiran dari lawan bicaranya bahkan membuat lawan bicaranya tidak dapat mengingat apa yang sedang dia bicarakan seperti hilang kesadaran diri.
Stella berada di Kota C dengan memakai kemampuan yang dia pelajari sendiri yaitu Search Engine. Sebuah kemampuan yang dapat menyebarkan hawa dirinya hingga sejauh yang pemakai inginkan hanya dengan mengandalkan Mana. Stella perlahan menjadi seseorang yang akan melampaui gurunya bahkan terlihat dari mata Stella yang masih menyembunyikan banyak kemampuan barunya.
Julia berada di Ibukota Amerikat Serikat dengan memakai kemampuan Night Vision berusaha mencari tato dua sayap kembar dari sekian banyak manusia.
Rencana mereka berjalan selama 30 menit tetapi masih belum menemukan anggota dua sayap kembar lalu pada saat Laila berbicara dengan salah satu pemuda akhirnya terlihat sebuah tato dua sayap kembar di punggung tangannya.
"Wah, senangnya dapat berbicara denganmu kalau boleh tahu apa kamu sudah punya pacar?" tanya pemuda yang sudah tidak sadarkan diri karena kemampuan The Informant
__ADS_1
"Akhirnya aku menemukan dirimu tapi sebelum itu mari kita jalan-jalan dulu!" ucap Laila sambil memberikan kode isyarat
Felix, Julia dan Stella langsung meluncur ke lokasi Laila.
Laila jalan-jalan bersama pemuda tersebut hingga muncul dua orang lainnya yang merupakan rekan pemuda itu.
"Apa yang kamu lakukan?
Saat ini kita sedang bekerja!" ucap anggota dua sayap kembar lainnya
"Nee...bukankah kamu sangat cantik jadi beritahu aku!
Sudah punya pacar atau belum?" tanya pemuda itu dengan tidak mempedulikan rekannya
Karena curiga dengan Laila tiba-tiba dua pemuda lainnya menyerangnya hingga membuat Laila terpukul di bagian pipinya dan saat itu mereka telah berbuat kesalahan sebab dari atas sudah terlihat amarah Julia yang tidak berhenti ketika Laila di pukul oleh mereka.
"Engineer!
Sebaiknya kamu sesali perbuatan yang telah kamu lakukan kepada saudariku!
Aggghhh...
Dua pemuda itu langsung terbakar habis terkena cahaya peluru yang Julia tembakkan seketika Laila yang merasa kesakitan membuat kemampuannya terbatalkan hingga pemuda yang dia dapatkan mulai kembali kesadarannya lalu mencari celah untuk kabur.
Felix menghadang jalan keluar akan tetapi pemuda itu bisa melompati bangunan dengan kemampuan yang dia miliki dan itu membuat Felix kesulitan tapi Stella yang melihat itu mulai menampilkan seni magicnya.
Stella memutar kedua tangannya membentuk sebuah pola unik yang kemudian meniadakan kemampuan melompat yang pemuda itu gunakan hingga dirinya terjatuh ke bawah. Stella membentuk sebuah pola lagi dengan kedua tangannya yang dapat membuat dua portal yang saling berhubungan hingga terjadi sebuah perulangan dari jatuhnya.
Entah sudah berapa banyak perulangan jatuhnya terjadi dan itu membuat Felix kagum dengan kemampuan Stella. Kemampuan yang Stella gunakan adalah Rank SS yang dia dapatkan secara tiba-tiba ketika mengalahkan Asmodeus.
The Creation itulah kemampuan yang Stella gunakan. Sebuah kemampuan yang dapat menciptakan kemampuan sendiri tapi itu memerlukan banyak Mana dan hanya Stella yang dapat menggunakan kemampuan ini.
"Baiklah kita sudah mendapatkannya kalau begitu mari kita mulai menyerbu organisasi tersebut!" ucap Julia
__ADS_1
Stella menghentikan perulangan lalu Laila kembali menggunakan The Informant miliknya dan membuat pemuda itu mengikuti mereka. Saat sudah sampai di markas Organisasi Dua Sayap Kembar dengan menggunakan sidik jari pemuda itu akhirnya mereka bisa masuk ke dalam.
"Stella kirim dia kembali ke kota, Laila tetap bersamaku dan Felix lakukan tugasmu!" ucap Julia memerintah mereka semua
Stella membuat Magic Creation yang dapat melempar pemuda itu kembali ke kota tanpa terluka sedangkan Felix langsung masuk ke dalam server organisasi untuk mengambil ahli. Seluruh fasilitas sudah Felix dapatkan dan menuruti seluruh perintah dari tuan barunya.
"Baiklah, aku sudah mendapatkannya tinggal ikuti setiap perkataanku!" ucap Felix sambil memainkan CCTV
Julia dan Laila mulai berjalan sesuai peta yang mereka tuju yaitu kantor ketua dua sayap kembar dengan instruksi dari Felix memudahkan mereka berdua untuk mengetahui lokasi musuh serta menghindari pertarungan hingga mereka berdua akhirnya sampai di tempat kantor ketua dua sayap kembar.
"Dan akhirnya semua kebusukanmu terbongkar, wahai penjahat!" ucap Laila layaknya sinetron
"Kamu sudah terkepung karena itu serahkan kepadaku Mata Biru itu!" ucap Stella sambil menatap tajam
Ketua dua sayap kembar memiliki penampilan gendut dengan mata tertutupi perban. Dia langsung tertawa terbahak-bahak ketika mendengar ucapan itu lalu dia menjelaskan kalau semuanya sudah berjalan sesuai apa yang dia lihat melalui mata barunya itu.
Julia merasa kesal dengan keterlambatannya. Perban yang menutupi mata ketua itu perlahan terbuka lalu memperlihatkan Mata Biru yang berhasil mentransplantasikan nya.
"Sungguh luar biasa sekali bahkan aku merasa tidak akan terkalahkan karena itu enyalah kalian semua!" teriak ketua dua sayap kembar
Teriakannya membuat satu ruangan bergetar dan menghempaskan tubuh Julia hingga menjauhi kantor begitupun dengan Laila yang langsung terlempar karena tidak berpegangan dengan Julia. Mata Biru yang dia gunakan lebih bersinar daripada Mata Biru Jack saat dia gunakan kemungkinan yang Julia dapatkan adalah setiap kali Mata Biru aktif sekaligus di sana akan mempendek umur mata tersebut yang artinya akan kehilangan fungsinya juga.
Julia langsung mempersiapkan dua pistol silvernya dan siap untuk bertarung.
"Sepertinya dirimu yang seharusnya enyah dari hadapanku sebab Mata Biru itu bukanlah milikmu, dasar gendut!" ucap Julia sambil mempersiapkan kemampuannya
Stella membuat portal tembus yang seketika berada di belakang ketua dua sayap kembar sedangkan Felix mengaktifkan keamanan yang membuat musuhnya tidak akan kabur serta mengaktifkan bom gas yang menyebabkan efek tidur.
"Nee...jangan membuat kita mengulang perkataan itu!
Kembalikan Mata Biru itu yang kamu gunakan setelah membunuh keluarga Jack!" ucap Stella dengan raut wajah marah besar
Seketika muncul pola dengan ukiran aneh sedang mengepung ketua dua sayap kembar. Namun, semua itu hanya membuatnya tertawa seakan sudah hilang akal atau terlalu percaya diri.
__ADS_1
"Ambilah kalau kalian bisa!" ucap ketua dua sayap kembar sambil tersenyum licik
Bersambung...