Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 79: Selena Versus Clara


__ADS_3

"Duel kedua, Selena dari Akademik Galleen akan melawan Clara dari Akademik Yusshen. Mari kita mulai!" teriak Juri


Selena tanpa pikir panjang langsung melebarkan kedua kakinya sambil membuat busur panah api hitam hanya dalam hitungan detik saja kemudian melepaskan anak panahnya yang dia tujukan ke arah Clara. Namun, anak panah itu dikembalikan dengan mudah hanya menggunakan aliran Mana yang Clara atur fleksibel mungkin sehingga membuat Selena dapat mengetahui kalau lawannya tersebut benar-benar kuat.


Anak panah api hitam sekali ditembakan tidak akan bisa dihilangkan serangannya oleh sebab itu, Selena hanya bisa menghindari serangannya sendiri yang langsung menancap di dinding arena pertarungan kemudian dia menyusun strategi untuk melawan Clara tapi saat memikirkannya tiba-tiba Clara melakukan akrobatiknya di udara yang langsung membuat Selena menjaga jarak sembari mempersiapkan perlindungan.


"Frost Kick!" ucap Clara sambil menendang pelindung Selena


Duaarr...


"Apa-apaan ini!" gumam Selena yang terkejut melihat tendangan musuhnya yang sangat kuat


Kraakk...Break...


Selena tidak ingin mempertahankan pelindungnya karena lebih baik hancur daripada dirinya seketika tendangan beku yang Clara lakukan seketika menghancurkan sedikit arena pertarungan serta memberikan efek permukaan sedikit membeku.


Kaki kanan Clara terlihat ada bongkahan es yang menutupi kakinya tersebut kemudian kaki kirinya dia buat berapi seketika Selena terkejut melihat Clara yang dapat menggunakan dua elemen dalam satu waktu. Clara kembali berlari mengejar Selena dengan menggunakan akrobatiknya sedangkan itu Selena terus memanfaatkan pergerakan lincahnya sembari membalas serangan Clara yang terus-terusan menendang. Selena tidak bisa bertahan kalau Clara terus mendekatinya tapi itu semua sudah dia kira sehingga Selena membuat lima anak panah secara bersamaan kemudian dia tembakan ke arah Clara sembari memberikan anak panahnya dengan elemen angin untuk mempercepat serangannya.


Syussshh...


Tiba-tiba kaki kiri yang berapi itu berubah menjadi bongkahan tanah yang seketika Clara hentakan ke permukaan arena pertarungan lalu menciptakan sebuah tembok kokoh kemudian lima anak panah api hitam itu meledak mengenai tembok kokoh tersebut. Selena tambah bingung melihat musuhnya yang dapat menggunakan tiga elemen tapi itu semua tidak membuatnya berhenti untuk menyerah kini Selena menarik napas sedalam mungkin sampai menciptakan lingkaran deteksi yang dia beri nama.


"Arizona!" ucap Selena sambil memfokuskan dirinya ke busur panahnya


Clara tidak sembarangan menerjang Arizona yang Selena buat lalu dia memastikannya dengan merubah kaki kirinya menjadi elemen angin yang langsung dia tendangan di angin seketika menciptakan bilah tajam yang langsung diarahkan kepada Selena tiba-tiba dia menarik anak panahnya dengan kuat kemudian melepaskannya.


Saat anak panah dilepaskan tiba-tiba Clara merasakan hawa bahaya dari depannya sontak Clara mengikuti firasatnya dan ternyata betul sekali. Serangan panah dari Selena selama di Arizona akan menjadi serangan kecepatan suara yang tidak mungkin bisa dihentikan kecuali menghindarinya.


"Menarik sekali tapi itu seranganmu itu akan terus menguras habis Mana milikmu selanjutnya aku hanya perlu menyerangmu saat keadaanmu lemah!" ucap Clara sambil merubah kaki kanannya menjadi full api


"Benarkah?

__ADS_1


Asal kamu tahu kalau latihan kita adalah menghabisi Mana setiap detiknya!" balas Selena dengan senyum percaya diri


Clara melompat ke udara setinggi mungkin kemudian menendang dengan kuat.


"Dragon Flame!" teriak Clara sambil membuat sebuah tendangan dengan wujud naga api yang langsung dia arahkan ke Arizona Selena


Selena menarik busur panahnya kemudian puluhan anak panah api hitam keluar dari Arizona sontak Clara terkejut melihat kecepatan musuhnya dalam melepaskan anak panah. Puluhan anak panah api hitam itu membakar habis Dragon Flame yang Clara buat tiba-tiba Selena menghembuskan napasnya seketika membuat Arizona menghilang dalam beberapa detik kemudian Clara yang melihat kesempatan tersebut langsung menggunakan elemen petir di kedua kakinya untuk mendekati Selena tapi dia langsung menarik napas kembali seketika Arizona terbuat lagi dengan Selena menembakan anak panahnya tepat di perut Clara tapi aura fleksibelnya mampu membuat anak panah tersebut berubah arah. Saat berhasil selamat, Clara mundur untuk menjaga jarak karena Arizona telah aktif.


"Sepertinya Arizona itu memiliki kelemahan fatal jadi menyerahlah!" ucap Clara dengan ekspresi serius


"God Speed Arrow!" ucap Selena sambil membuat ribuan anak panah yang kemudian dia tembakan ke arah Clara


Clara menutupi kedua matanya dengan dia memanfaatkan aura fleksibelnya untuk mengetahui arah dari anak panahnya tersebut. Namun, dia hanya bisa menghindari puluhan saja lalu sisanya Clara hindari menurut firasatnya tapi ada beberapa yang mengenai dirinya dengan memberikan luka tersayat di pipi kanannya.


"Tch...


Selena, kamu kuat!" ucap Clara sambil tersenyum


Untuk mencari keamanan, Selena melepaskan anak panahnya di atas langit seketika merubahnya menjadi clon lalu menjadi hujan anak panah api hitam disekitar Arizona sehingga Selena dapat dengan melindungi dirinya ketika melepaskan Arizona tetapi Selena tidak terlalu yakin kalau hujan anak panah api hitam dapat melindunginya sebab terlihat Clara mulai mempersiapkan dirinya.


"Lepas Arizona!" ucap Selena sambil menghembuskan napas


Swosshhh...


Selena terkejut melihat kecepatan Clara dalam bergerak mendekatinya kini dia berhadapan langsung dengan Clara dalam jarak yang sangat dekat. Selena langsung ingin membuat Arizona tapi tiga pukulan mengenai perut, hulu hati kemudian dagunya yang seketika membuat Selena kesakitan hingga muntah darah.


"Aggghhh...


Jangan meremehkan diriku, Arizona!" teriak Selena sambil menarik busur panahnya kemudian menembakan anak panahnya yang langsung Clara kembalikan serangan tersebut seketika mengenai perut Selena hingga tembus


Aggghhh...

__ADS_1


Clara kembali menendang tapi berhasil Selena tahan dengan kedua tangannya yang cepatnya membentuk sebuah perisai. Tubuh Selena terlempar jauh hingga menghantam dinding arena pertarungan, Selena saat ini benar-benar tidak berdaya melawan musuhnya sebab perbedaan kekuatan serta kemampuan yang sangat jelas sekali.


"Selena mari selesaikan ini semua, lakukan hal yang mirip seperti yang temanmu lakukan ketika melawan temanku!" ucap Clara sambil menghapus elemen di kaki kirinya sembari memfokuskan satu elemen di kaki kanannya


"Sialan!" teriak Selena dengan penuh semangat dan pantang menyerah


Selena menarik kuat busur panahnya kemudian mengeluarkan seluruh Mana miliknya hingga mencapai Zero Mana lalu terlihat kumpulan api hitam membentuk anak panah dengan ukuran yang luar biasa besar kemudian Selena memperkuatnya lagi.


"Black End Arrow!" teriak Selena kemudian melepaskannya


Swosshh...


Kaki kanan Clara mengeluarkan api berwarna biru seketika Selena terkejut melihat jenis api yang dapat melahap api hitam kini dia sedang menunggu kekalahannya.


"Claw Diablo!" ucap Clara sambil menendang secara vertikal


Duaarrr...


Tendangannya berbentuk tiga cakar dengan diselimuti api biru yang kemudian menghantam anak panah api hitam ukuran besar yang Selena tembakan seketika api hitam tersebut dilahap habis oleh api biru lalu Claw Diablo langsung mencakar tubuh Selena hingga terluka parah.


Aggghhhh...


Tubuh Selena tumbang dengan penuh darah di sekitarnya kemudian dia pingsan karena kehabisan darah, saat itu juga para penonton Earthleen bagian kanan langsung bersorak untuk kemenangan Akademik Yusshen.


"Aku sudah berkembang sejauh ini, pasti akan berguna untukmu Syoho!" gumam Clara sambil tersenyum


"Pemenang duel kedua ini dari Akademik Yusshen dan nama peserta tersebut adalah Clara!" teriak Juri


Duel kedua selesai dengan penuh balasan dari Earthleen bagian kanan yang memanas ketika mendapatkan hinaan saat Hamsuke kalah kini mereka dapat membalas semua itu. Selanjutnya melalui pemilihan acak kini giliran Akademik Galleen mendapatkannya lagi lalu yang terpilih adalah Alice sedangan Akademik Yusshen memilih sendiri untuk melawan Alice yaitu memilih Gerlando.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2