
Ketua dari Organisasi Dua Sayap Kembar bernama Reliot. Dulu dirinya memiliki penampilan yang ideal tetapi saat kemunculan monster serta kerusakan yang Ragnarok ciptakan membuat keluarga yang dia miliki meninggal dalam kondisi yang mengenaskan. Reliot tidak bisa membuang atau melepaskan kesedihan yang dia terima bahkan kondisinya selalu berubah-ubah hingga membuat teman maupun saudaranya kini menjauhinya.
Kesal dengan dunia membuatnya mendirikan Organisasi Dua Sayap Kembar dengan uang terakhir yang dia punya. Kekuatan, artefak serta keinginan untuk mewujudkan dunia ideal yang sangat dia inginkan seperti dunia di mana keluarga tercintanya kembali kepadanya.
Lalu cara untuk mewujudkannya adalah melampaui Gate System. Reliot terus mencari kekuatan serta artefak yang setara dengan dewa hingga dia menemukan Mata Biru yang tidak dia sengaja melihatnya ketika melakukan pelelangan gelap di Ibukota Amerika Serikat.
Reliot merasa dirinya masih mempunyai sebuah harapan hingga dia menyuruh bawahannya untuk membunuh orang yang ada di pelelangan gelap sampai tidak tersisa. Tujuan yang membuatnya gelap mata serta keinginan yang tidak pernah padam menghancurkan kemanusiaannya kemudian dengan teknologi yang sekarang.
Reliot meneliti dalam waktu yang lama hingga dia mendapatkan sebuah informasi yang tidak terduga yaitu sebuah Mata Biru yang dapat menciptakan masa depan hanya perlu mengumpulkan kepingan lainnya atau lebih tepatnya adalah mengumpulkan Mata Biru yang berpotensi sebagai artefak kelas tinggi.
Namun, kepingan tersebut tidak bisa dia temukan hingga dia bertemu dengan Jacob yang ingin mengambil Mata Biru tersebut akan tetapi usaha kaburnya membuahkan hasil dan dia mendapatkan dokumen milik Jacob tentang transplantasi mata dengan langkah-langkah yang bisa membuat Mata Biru menerima tubuh manusia yang bukan Suku Mata Biru.
Itulah kisah Reliot pendiri Organisasi Dua Sayap Kembar!
Duaarrr...
Ledakan akibat dari Magic Creation yang Stella lancarkan kepada Reliot walaupun damage yang ditimbulkan sangatlah besar tapi dia sudah mempunyai Mata Biru yang dapat menulis ulang takdir.
"Hahahah!
Luar biasa sungguh luar biasa sekali, Mata Biru ini adalah mata dewa!
Hanya dengan satu pasang Mata Biru sudah dapat melakukan hal seperti mengubah takdir bukankah ini sudah tidak masuk akal?" teriak Reliot dengan wajah aneh
Stella terkejut melihatnya masih hidup tanpa terluka sedikitpun lalu Julia melancarkan tembakannya tapi setiap peluru yang dia tembak sama sekali tidak mengenai Reliot.
"Percuma saja melawanku dasar bodoh!
Saat ini aku tidak..." ucap Reliot sambil memegang jantungnya
Julia langsung mengetahui kalau Mata Biru masih belum menerima tubuh Reliot. Jantungnya berdegup kencang seperti mau meledak kemungkinan ini adalah resiko yang dia dapatkan ketika mengubah takdir.
Mata Biru Reliot mulai bersinar kembali.
"Ternyata cukup sampai di sini karena itu aku akan memindahkan kalian semua!" teriak Reliot sambil tersenyum bengis
Saat Reliot mengubah takdir seketika itu Stella mengaktifkan Zona Waktu Berhenti yang mengakibatkan dunia di sekitar mereka berhenti bergerak tapi tidak dengan Stella. Memanfaatkan Zona Waktu Berhenti, Stella membuat Magic Creation yang dapat melepaskan anggota tubuh manusia tanpa terluka akan tetapi itu semua akan melawan hukum yang ada dan resiko yang Stella dapatkan mungkin akan berbahaya untuknya.
Tapi saat dia tahu betapa menderitanya Jack, membuatnya memantapkan tekadnya untuk menciptakan Magic Creation: Release. Dua kemampuan yang Stella gunakan membuatnya mendadak muntah darah dan rasa pusing yang begitu luar biasa hingga dia terjatuh ke lantai dengan kepala membentur keras.
Waktu Zona Berhenti membuat Reliot meneruskan mengubah takdir akan tetapi mulutnya langsung terlepas dari tubuhnya serta anggota tubuh lainnya juga ikut terlepas. Reliot terkejut melihat semua itu hingga Julia melihat kesempatan yang Stella buat lalu dia melompat menuju Mata Biru yang sudah terlepas dari tubuh Reliot.
Julia memberikan Mata Biru kepada Laila lalu memasukkannya ke dalam kapsul dengan ini tujuan mereka telah tercapai walaupun Stella sedang terluka parah akibat dua kemampuan tertinggi dia aktifkan, dia tetap senang.
Release mulai menghilang yang mengakibatkan tubuh Reliot perlahan menyatu tapi Julia langsung memakai kemampuannya Body Lock yang membuat tubuh Reliot terkunci dan tidak bisa bergerak sama sekali.
__ADS_1
"Semua sudah selesai Reliot kini kamu tidak akan bisa mewujudkan keinginan egoismu itu!" ucap Julia dengan nada tegas
Ketika itu atap langsung hancur akibat serangan dari seseorang yang akan mempersulit Julia, Stella dan Laila untuk kabur darinya. Sosok yang tidak Julia harapan kini sedang terbang di atasnya dengan senyum licik.
"Gravitation!" ucap Jacob Wister sambil mengayunkan tangan kanannya ke bawah
Buaarrr...
Tekanan gravitasi membuat tubuh Julia, Stella dan Laila menjadi berat hingga menghantam ke lantai sampai retak.
"Lepaskan kami, Jacob!" teriak Julia dengan sorot mata tajam
"Tentu saja aku menolaknya kalau kamu memakai Body Lock, bisa saja aku yang akan kesulitan tapi responmu sangatlah lambat dan akhirnya kalian akan mendapatkan rasa kekecewaan atas semua usaha yang kalian lakukan!" ucap Jacob dengan raut wajah licik
Felix melihat mereka bertiga sudah tidak bisa bergerak membuatnya mengaktifkan seluruh senjata yang berada di ruangan tersebut untuk menyerang Jacob tapi usahanya sia-sia lalu Jacob turun untuk mengambil Mata Biru dari Laila.
"Artefak ini sungguh di luar akal sehat karena itu tidak boleh ada yang menggunakannya selain aku kalau begitu sampai jumpa lagi, dasar lemah!" ucap Jacob lalu menghilang dengan cepat bagaikan kecepatan cahaya
Swosshhh...
Gravitasi sudah menghilang dan saat itu Julia sangat kesal dengan dirinya karena tidak dapat Mata Biru hingga membuatnya memukul-mukul lantai hingga tangannya berdarah. Felix langsung datang karena khawatir, saat dia melihat Julia yang sangat frustasi membuatnya senang sebab Julia sudah memiliki berbagai perasaan yang belum pernah Felix lihat sejak kematian keluarganya.
"Julia-sama tenang saja sebab kita tidaklah kalah karena aku sudah menukar Mata Biru dengan mainan hologram yang aku ciptakan sendiri jadi serangan tadi hanyalah sebuah pengalihan!" ucap Felix sambil tersenyum
Felix memperlihatkan Mata Biru yang asli seketika membuatnya menangis sambil memeluk Felix dengan erat.
Stella melihat itu turut ikut senang kemudian Laila membantunya berdiri.
"Sepertinya pria yang bernama Jack membuatnya jatuh hati sampai seperti itu!
Aku ikut bahagia kini saudariku sudah mendapatkan tujuan hidupnya lagi!" ucap Laila sambil tersenyum bahagia
"Sepertinya aku sama seperti Kak Julia karena ada sosok orang yang sudah membuatku mendapatkan tujuan baru karena itu aku bersyukur dapat bertemu dengan Kak Jack!" ucap Stella dari lubuk hati terdalamnya
...
Jacob pergi ke sebuah hutan yang sangat berbahaya supaya dirinya tidak diikuti oleh Julia karena rasa senang sudah mendapatkan Mata Biru membuatnya tertawa terbahak-bahak hingga dia melihat kapsul yang mulai bergerak-gerak seperti glitch.
"Jangan bercanda!" ucap Jacob dengan perasaan marah karena sedang dipermainkan
Jacob langsung membanting hologram tersebut lalu melancarkan pukulan kuat yang mengarah ke gunung hingga membuat sebuah jalur hanya dengan satu pukulan. Perbuatannya membuat burung-burung serta hewan mulai ketakutan lalu sebuah undangan yang tidak seharusnya dia lakukan akan menjadi akhir hayatnya.
"Emmm...kamu membuatku anak-anakku mati terbunuh karena serangan itu!
Emmm...bukankah kamu seakan-akan membuatku mati kelaparan?" tanyanya dengan nada marah
__ADS_1
Wujudnya tidak memiliki tanduk tapi mempunyai gigi tajam bagaikan gergaji serta tidak memiliki sayap bahkan tubuhnya sangat kurus kering sampai tulang terlihat sangat jelas. Matanya berwarna hitam pekat dengan tidak memiliki rambut alias botak bahkan air liurnya terus menetes ke tanah, membuat wujudnya sangat mengerikan.
"Siapa kamu dasar orang aneh saat ini aku sangat marah kalau kamu tidak ingin mati, cepatlah pergi!" teriak Jacob sampai membentak dan marah
Endus-endus...
"Baumu mirip seperti Mammon sepertinya tubuhmu itu ada orb kegelapan miliknya!" ucapnya sambil ngiler
"Berisik cepatlah pergi dari sini!" teriak Jacob sambil melancarkan pukulan mautnya
Punch...Buaarrr...
Pukulan yang sangat kuat mampu meratakan pohon serta menghancurkan bebatuan tapi itu semua sama sekali tidak membuat iblis itu bergeming ataupun terluka.
"Emmm...kamu sama sekali tidak mendengar peringatanku!
Emmm...manusia kalian memang seharusnya menjadi makananku!" ucap iblis itu sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah Jacob
Jacob terkejut melihat dia tidak terluka sama sekali. Saat Jacob berkedip tiba-tiba satu tangan terpegang oleh sosok iblis tersebut kemudian dia memakannya sampai tidak tersisa seketika Jacob merasakan rasa sakit di bagian tangan kirinya.
"Apa yang terjadi?" Jacob terkejut bukan main saat melihat tangan kirinya sudah tidak ada
Matanya langsung fokus ke arah iblis tersebut dengan wajah panik serta ketakutan membuatnya merasa ada predator di depannya. Jacob tidak bisa bergerak sebab banyak sekali monster besar serta mengerikan sedang mengepungnya bahkan dia sama sekali tidak pernah melihat jenis monster tersebut.
Iblis itu menjilat bibirnya tapi dia masih kurang puas dengan makanannya hingga dia kembali menatap Jacob dengan penuh keinginan untuk memakan tubuhnya.
"Emmm...aku lapar!
Emmm...karena kamu membunuh anak-anakku yang mencari makanan untukku seharusnya bersyukur karena telah menjadi hidangan utama!" ucapnya sambil mendekati Jacob
Jacob langsung mengamuk hingga menghancurkan seisi hutan tapi para monster yang dia tidak tahu langsung memukulnya secara membabi buta hingga Jacob terluka parah dengan tulang-tulang remuk serta paru-parunya rusak.
Iblis itu semakin dekat karena tidak ada pilihan lain, Jacob menggunakan kekuatan akhirnya yaitu memakan orb kegelapan tapi saat dia mengeluarkan orb tersebut tiba-tiba dia kehilangan kendali atas kuasa orb kegelapan itu. Iblis itu mengambil orb kegelapan dan saat ini dia sedang berdiri tepat di depan Jacob dengan air liurnya yang terus-menerus menetes.
Untuk pertama kalinya Jacob merasa tidak berdaya dihadapan makhluk tidak jelas sosoknya.
"Siapa kamu sebenarnya?" ucap terakhir Jacob karena dia susah bernapas
Iblis itu memotong kaki dan tangan Jacob lalu memakannya bahkan di akhir hayat Jacob, dia tidak bisa mati sebab matanya tidak mau menutup karena secara paksa dia menonton iblis itu yang sedang memakan anggota tubuhnya dengan lahap dan rakus.
Hingga menyisakan kepalanya saja yang terus melihat sosok iblis tersebut kemudian iblis itu tersenyum dengan gigi tajamnya serta wajah mengerikannya membuat mimpi buruk untuk siapapun.
"Iblis Dosa Besar yang mewakili Dosa Kerakusan, Beelzebub!" ucapnya sambil tersenyum bengis dengan mulut terbuka lebar melahap satu kepala Jacob secara utuh.
SELAMAT MAKAN!
__ADS_1
Bersambung...