Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 43: Tujuh Malaikat Kebajikan: Kebaikan Hati, Ramiel


__ADS_3

Foren melihat wajah yang sangat tidak asing untuknya seketika dia tersadar kalau kakak yang Jack katakan adalah bocah umur 17 tahun Suku Mata Biru yang pernah dia bunuh. Seluruh rencana yang selama ini Cero susun adalah rencana untuk balas dendam dari Suku Mata Biru sehingga seluruh pembunuh Professional akan mati tidak satupun yang akan selamat, akhirnya semua kini terhubung dengan Cero sudah mengatur semuanya.


"Katakan kepadaku tentang dua orang lainnya!" ucap Jack sambil menatap kosong ke arah Foren


"Pembunuh professional hanya tersisa diriku!" balas Foren


Rumah mulai bergetar dan bergoyang seperti terjadi gempa bumi dengan Jack menunjukkan ekspresi marah. Teriakan kedua putrinya terus bertambah nyaring hingga Vena khawatir kepada anaknya tapi dengan nada tegas, Foren menyuruh Vena untuk tidak bergerak sedikitpun.


Seluruh orang yang berada di sana tidak bergerak sebab Jack sudah mengeluarkan niat membunuh yang sangat mengerikan hanya sedikit pergerakan akan membuat nyawa melayang. Jack berjalan mendekati mereka kemudian melirik ke arah Vena seakan-akan ingin mengetahui sesuatu, Jack duduk dengan menatap ke arah Foren.


"Jelaskan kepadaku!" ucap Jack


Foren dan Vena menjelaskan semua yang mereka ucapkan sebelumnya kepada Julia hingga Jack diam untuk beberapa menit kemudian dua putri mereka turun ke bawah ketika tidak merasakan getaran akibat dari kemarahan Jack tadi. Terlihat mata mereka sangat berbeda sebab hanya satu Mata Biru yang berada di mata bagian kanan dan kiri, kakak berada di kanan sedangkan adik berada di kiri seketika mereka berdua menatap ke arah Jack dengan ketakutan.


"Aku tidak mengerti sama sekali denganmu, pria ini adalah orang yang sudah membunuh keluarga serta suku kita jadi mengapa kamu menyukainya?" tanya Jack sambil menunduk ke arah bawah


"Memang benar dia sudah membunuh suku kita dan sudah membunuh kakakmu tapi itulah manusia jika sudah berbuat salah akan ada suatu saatnya mereka bertobat dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya bukankah mereka berhak mendapatkan kesempatan untuk mengubah diri!" balas Vena dengan mengutarakan seluruh isi hatinya untuk membuat Jack berubah pikiran


"Aku tidak peduli!" ucap Jack dengan tatapan penuh kebencian


Jack mengeluarkan Sniper Barret seketika membuat Vena berteriak sekeras mungkin untuk menyuruh Foren melarikan diri. Jari sudah tepat di pelatuk sniper tapi ruang waktu berhenti dengan Julia bergerak sambil mengepalkan tinjunya kemudian memukul Jack hingga terlempar jauh ke luar rumah.


Duaarr...


Pukulannya membuat sebagian rumah rusak parah.


"Balas dendam tidak akan membuatmu tenang!" ucap Julia sambil menunjukkan ekspresi marah


"Apa yang Kak Julia katakan itu benar!


Aku tidak mau Jack terus memikirkan balas dendam jika terus begini, perasaan yang selama ini kamu tunjukkan kepadaku hanyalah sebuah kebohongan!" ucap Stella sambil menangis


"Aku mengerti dengan masa lalu yang mengerikan itu tapi apa ini yang keluargamu inginkan untuk hidupmu yang selalu penuh dengan rasa balas dendam?" teriak Park Hyeon


"Jack, aku tahu rasanya kehilangan seseorang bahkan aku mengetahui rasa ingin balas dendam itu tapi istriku tidak mungkin menyuruhku untuk terus balas dendam dan menanamkan rasa kebencian di dalam diriku melainkan dia ingin aku mencapai keinginan untuk hidup bahagia karena itu aku akan membuatmu menyadari hal tersebut!" ucap Chen Li sambil memasang kuda-kuda hanya menggunakan tangan kanan


"Jack, apa kamu ingin membunuh ayah dari kedua putri itu hanya karena kamu ingin balas dendam sungguh berbeda dari dirimu yang sebelumnya!" ucap Henry dengan kedua matanya sudah tidak berfungsi lagi


Felix, Laila, Seila langsung melindungi keluarga Vena dan Foren sedangkan yang lainnya akan berurusan dengan Jack. Sebenarnya Julia sudah mengetahui kalau Jack tidak mau melakukan ini tapi keinginan membalas dendamnya membutakan kedua matanya sehingga perasaanya ikut terluka ketika membunuh dan Julia tidak ingin Jack berubah menjadi orang tanpa perasaan seakan-akan mirip dengan Nana Taizai no Akuma.


"Kalian semua bukankah ini tidak sesuai dengan kontrak yang kita buat!

__ADS_1


Jangan menghalangiku atau kubunuh kalian semua!" ucap Jack sambil menatap ke arah mereka dengan niat membunuh


KAZUDON!!!


Buaarrr...


Pukulan kuat menghantam ke arah Jack tapi dua tangan membentuk silang seperti sebuah perisai mampu menahan pukulan tersebut hingga Jack melayangkan satu pukulan ke arah perut yang langsung membuat Chen Li terlempar sampai muntah darah.


"Chen Li jangan melawanku ketika kamu sudah kehilangan satu tangan kirimu itu, kondisimu sangat lemah!" ucap Jack menatap rendah Chen Li


"Benarkah?" tanya Chen Li sambil membersihkan darah di mulutnya


Jack memeriksa kedua tangannya dengan luka memar akibat pukulan tersebut tapi langsung sembuh dalam hitungan detik. Mereka yang melihat itu semua terkejut dengan pemulihan super cepat tersebut kemudian Jack menjelaskan kalau itu semua adalah skill yang dia pinjam dari monster yang menuruti perintahnya.


"Orc Hitam memiliki kemampuan pemulihan super cepat yang memungkinkannya untuk memulihkan anggota tubuh yang hilang contohnya sepertimu Chen Li tetapi tidak bisa disembuhkan karena itu luka permanen yang Beelzebub buat untukmu!" ucap Jack sambil mempersiapkan diri


"Lihatlah dirimu Hyung walaupun kamu berniat membunuh kami tapi masih ada rasa peduli di dalam dirimu!" ucap Park Hyeon sambil tersenyum


"Jangan salah paham, aku hanya menyebutkan betapa lemahnya kalian setelah bertarung melawan Beelzebub!" ucap Jack menghina seluruh rekannya


Mereka semua bersiap untuk bertarung melawan Jack dengan tangan kosong.


"Kalau begitu kami akan tunjukkan kepadamu!


"Hahaha, benarkah kalau begitu tunjukkan kepadaku!" ucap Jack yang langsung menerjang mereka semua


...


Pertarungan menjadi begitu hebat hanya menggunakan tangan kosong walaupun Jack masih unggul dalam pertarungan tersebut tapi satu demi satu pukulan mendarat ke arah Jack hingga terluka. Foren menonton dari jarak jauh hingga dia bingung kenapa ini bisa terjadi dan dia marah kepada Vena atas perbuatan sebelumnya.


"Vena bukankah kita sudah setuju kalau aku akan menyerahkan diri jadi kenapa kamu tidak mengikuti perintahku!" teriak Foren dengan ekspresi marah


"Perintah, perintah, perintah dan perintah!


Itulah yang selama ini kamu katakan jangan mengekang dirimu seperti itu!


Apa sebuah perintah akan kamu lakukan jika perintah tersebut menyuruhmu membunuh kedua putri kita!" teriak Vena sambil menangis


Foren langsung gemetar mendengar perkataan tersebut hingga dia menatap ke arah putrinya yang langsung menangis. Foren memeluk kedua putrinya dengan erat seakan-akan ingin selalu berada di sisi mereka kemudian rasa ingin hidup lebih lama membuatnya mendapatkan jawaban untuk semua ini.


"Aku ingin hidup lebih lama bersama kalian!" ucap Foren sambil menangis

__ADS_1


Foren turun ke bawah untuk menghentikan pertarungan tapi saat dia turun beberapa orang sudah tumbang akibat adu pukulan dengan Jack yaitu Chen Li, Henry dan Park Hyeon. Tubuh Jack terluka dengan napasnya terengah-engah seperti sudah kehabisan stamina akibat dari Stella yang terus-menerus mengambil stamina di tubuh Jack dengan menggunakan Magic Creation.


"Ha...ha...ha...ha...bajingan sepertimu tidak pantas untuk hidup ataupun berkeluarga!" ucap Jack sambil bernapas terengah-engah


"Itu benar karena itu aku berhak untuk tetap hidup demi keluargaku!" teriak Foren sambil bersiap untuk ikut bertarung


"Menjauhlah jangan mendekat!" teriak Julia sambil bernapas terengah-engah


Jack berjalan sempoyongan ke arah Foren hingga tubuhnya perlahan tumbang tapi dia berusaha untuk mendekati Foren walaupun menyeret tubuhnya.


"Akan kubunuh akan kubunuh dia!" teriak Jack


Tiba-tiba sosok malaikat dengan sayap putih muncul sembari mendekati Foren kemudian mereka yang melihat itu semua hanya bisa terdiam. Jack berusaha berdiri sambil mengumpulkan kekuatan untuk membunuh Foren tapi malaikat itu berubah menjadi ibunya.


"Ibu!" ucap Jack sambil menangis


"Aku bukan dia tapi aku adalah isi hati ibumu!" ucap malaikat tersebut


"Lihatlah aku akan membunuh orang yang sudah membunuh kakak jadi ibu menyingkirlah!" ucap Jack sambil berusah mendekat


"Ryan, apa selama ini ibu pernah mengajarkanmu untuk membalas dendam?


Kakak, apa dia pernah menyuruhmu untuk balas dendam saat dia terbunuh?" tanya sosok malaikat itu


Jack kembali mengingat kebaikan keluarganya hingga dia sadar apa yang selama ini dia lakukan membuatnya menjauhi sifat asli keluarga mereka yaitu kebaikan hati. Kelembutan ibunya, kehangatan ayahnya serta kepedulian kakaknya membuat Jack merasa tenang dan dia menangis.


"Maafkan aku ibu, ayah, kakak!" ucap Jack sambil menangis


"Dendam tidak akan menyelesaikan apapun tapi memaafkan akan membuatmu tenang dan selalu dekat dengan keluarga tercintamu walaupun mereka sudah tiada!" ucap sosok malaikat itu


Jack merasa lelah kemudian dia jatuh lalu tertidur.


"Satan Sang Dosa Kemarahan sampai kapan kamu ingin merusak perasaannya!" ucap malaikat


Abu hitam dengan mata berwarna merah keluar dari tubuh Jack.


"Setidaknya aku mengetahui lokasi kalian dan bermain-main dengannya tapi mengapa kau bisa berada di sini?


Tujuh Kebajikan: Kebaikan Hati, Ramiel!" ucap Satan Dosa Kemarahan


"Tentu saja karena Ragnarok!" ucap Ramiel

__ADS_1


Abu hitam tersebut menghilang dengan Ramiel juga ikut menghilang dengan masuk ke dalam tubuh Jack. Semuanya bingung dengan kejadian tersebut tapi masalah sudah selesai setidaknya menurut mereka karena Jack belum memberikan jawabannya.


Bersambung...


__ADS_2