Gate Hunter

Gate Hunter
Chapter 23: Akhir Pertarungan Melawan Asmodeus


__ADS_3

Di sisi lain Park Hyeon yang tidak ikut bertarung mulai merasakan perasaan tidak enak sebab dirinya hanya bisa menonton alur pertarungan dari jarak jauh walaupun begitu dirinya masih memegang harapan untuk keselamatan warga sipil yang terkena Charm dari Asmodeus. Kini pertarungan sudah terjadi selama 1 jam lewat 20 menit, Park Hyeon berdoa sebanyak mungkin untuk kesuksesan rencana ini.


Kembali ke pertarungan antara Jack dengan Asmodeus.


Sebuah tongkat atau stick pendek dan kecil terbentuk melalui aura Jack. Lantunan ornament musik mulai menggema, Sniper Barret mulai membidik Asmodeus sambil mengisi peluru bagaikan lantunan musik.


"Mengalahkannya saat ini sangat mustahil karena rencana kami akan berantakan. Aku akan bertahan itulah posisi yang aku perlukan sampai Park Hyeon memberikan aba-aba akan aku akhiri semuanya." gumam Jack sambil menutup matanya


"Tersisa dirimu dan satu orang lagi. Lihatlah aku dan matilah bersamaku!" teriak Asmodeus sambil menerjang cepat ke arah Jack


Cakar tajam mengarah ke leher Jack.


"Conductor Orkes!" teriak Jack sambil mengayunkan tongkatnya


Dorr...


Seketika tangan Asmodeus yang mengarah ke leher Jack langsung terputus akibat dari tembakan Sniper Barret. Hal ini membuat Asmodeus panik dan langsung menjauh tapi lantunan ornament musik masih menggema seketika membuat wujud hitam pekat merasakan hawa dari hewan buas.


"Menarilah Asmodeus, biarkan semuanya melihat pertunjukkan hebat ini!" teriak Jack sambil menatap tajam ke arah Asmodeus


Ucapan itu menyulut amarah Asmodeus seakan-akan dirinya sudah menjadi boneka dari musuhnya. Tangan yang terluka langsung kembali pulih lalu Asmodeus mempertajam instingnya dan sesuai permintaan dari Jack.


"Mari kita lihat sampai mana kamu bisa mempermainkanku, Jackie!" teriak Asmodeus sambil bergerak secepat kilat


Jack memainkan Sniper Barret layaknya sebuah musik membuat tembakan dengan presisi akurat sedangkan Asmodeus menggunakan seluruh kecepatannya untuk dapat menghindari setiap peluru yang diarahkan kepadanya.


Hujan peluru...kilatan jejak...serta satu orang bermain layaknya seorang Maestro.


Asmodeus semakin menjadi liar dan ganas bahkan tidak ada siapapun yang mampu melihat gerakan cepatnya selain Jack akan tetapi untuk mengetahui posisi Asmodeus diperlukan indra tajam yaitu penglihatan serta pendengaran.


...


Seila, Stella, Julia, Kakek Chen Lin dan Henry menjauh dari pertarungan mereka berdua dan memilih menyaksikannya dari kejauhan.

__ADS_1


"Jack kumohon bertahanlah sampai harapan itu tiba!" gumam Julia


Kembali ke Jack yang tanpa henti melihat, mendengar bahkan sama sekali tidak mengedipkan matanya karena satu langkah salah akan mengakibatkan luka fatal untuknya. Asmodeus semakin cepat dan berusaha untuk merusak kedua indra yang Jack gunakan untuk mengetahui posisinya.


"Sialan...sialan...sialan. Bertahanlah, jangan berikan musuhmu kesempatan!" gumam Jack untuk menyemangati dirinya


Jack terus menjaga konsentrasinya selama 10 menit bahkan matanya keluar darah. Asmodeus semakin menikmati moment tersebut lalu kecepatannya semakin bertambah yang membuat Jack harus mempercepat tempo musiknya.


"Sampai kapan kamu akan terus bertahan, Jackie!" teriak Asmodeus dalam kecepatannya


Swoshh...Swoshh...Swoshh...


Manusia tetaplah seorang manusia tidak melebihi dewa maupun di atasnya. Jack selalu memegang teguh untuk mempertahankan konsentrasi penuhnya tapi sayang sekali, sebuah kesalahan mulai dia perbuat.


Senyuman Asmodeus terlihat di depan matanya, cakarnya sudah masuk ke titik buta. Jack sadar kalau dirinya sudah melakukan satu kedipan yang merupakan kesalahan besar.


Sreettt...


Cakar Asmodeus mengenai satu penglihatan Jack seketika lantunan ornament musik kembali normal yang membuat Asmodeus menjauh lagi.


Hal itu menyulut api semangat Asmodeus untuk ingin membunuh musuh di depannya itu. Semuanya kembali seperti semula tapi Jack memusatkan satu penglihatan saja seketika membuat rasa nyeri yang luar biasa di mata kanannya.


Swoshh...Swoshh...Swoshh...


"Apa yang kamu lakukan bukannya ini semua hanya sia-sia, Jackie!" teriak Asmodeus


"Fokus...fokus...fokus. Tersisa 15 menit lagi!" gumam Jack


Selama waktu itu Jack terus bertahan, bertahan dan bertahan hingga waktu sudah berlalu dan tersisa 2 menit saat itu dengan satu matanya, dia melihat Park Hyeon berlari menujunya dengan memberikan aba-aba.


...


Lantunan musik mulai berhenti membuat Asmodeus senang dengan moment seperti itu lagi dengan cepat dirinya mengarahkan cakarnya ke arah mata kanan Jack. Namun, itu adalah langkah yang salah untuk Asmodeus.

__ADS_1


"Yo. Asmodeus!" ucap Jack dengan senyuman mengerikannya serta menatap tajam tepat di depan wajah Asmodeus


Jack langsung menggenggam kepala Asmodeus dengan kuat lalu menghantamkannya ke tanah hingga retak besar membuat sebuah kawah.


Kreekkk...


Asmodeus terkena serangan telak lalu dia melihat sosok yang sudah melebihi dirinya.


"Apa yang terjadi?" tanya Asmodeus dengan wajah panik


"Overdrive. Ini adalah kekuatan yang mengalahkan ayahmu itu!" ucap Jack sambil menatap tenang serta tajam ke arah Asmodeus


Tatapan itu seakan-akan melihat sosok serangga bahkan Asmodeus sadar akan hal itu. Dirinya tidak bergeming melihat musuh di depannya.


"Keparat kau, Jack!" teriak Asmodeus


Swoshh...


Jack langsung berada di samping Asmodeus sambil memegang pundak musuhnya.


"Diamlah!" ucap Jack sambil berdiri di samping Asmodeus


Asmodeus terdiam dan ketakutan bahkan dia tidak sadar akan pergerakan dari Jack dengan mematungnya Asmodeus memberikan kesempatan untuk Park Hyeon dari atas.


"Inilah akhir darimu Asmodeus...Hope!!!" teriak Park Hyeon sambil menyentuh kepala Asmodeus


Ledakan Charm mengarah ke seluruh pulau Jepang.


"Jadi, inilah tujuan kalian sungguh naif. Aku mengaku kalah tapi persiapkan diri kalian dengan gelombang selanjutnya dan pastikan siapkan seluruh mental kalian. Hahahah!" ucap Asmodeus kemudian perlahan musnah menjadi abu


"Selesai, kita menang. Ini semua berkatmu Jack!" ucap Park Hyeon dengan wajah senang


Jack terjatuh ke tanah dengan tubuh lelah serta luka yang cukup parah di mata kirinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2