
"Duel ketiga, Alice dari Akademik Galleen akan melawan Gerlando dari Akademik Yusshen. Mari kita mulai!" teriak Juri
Alice maju ke depan dengan dengan tatapan tajam dan intimidasi sedangkan Gerlando melepaskan hoddie hitamnya sembari menarik napas dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan, terlihat kedua matanya sedang konsentrasi penuh.
Alice jongkok kemudian menyentuh permukaan arena pertandingan lalu dia menarik napas sedalam mungkin setelahnya dia hembuskan secara perlahan tiba-tiba seluruh permukaan arena pertandingan membeku dalam 10 detik.
Freeze...
"Fuuhhh!" hembusan napas Alice
Gerlando hanya terdiam di tempat tanpa bisa bergerak karena kondisinya tersebut membuat kedua kakinya membeku. Perasaan untuk melawan balik masih belum dia rasakan, Gerlando tiba-tiba teringat akan dirinya yang sudah kalah dengan Syoho.
[Flashback]
"Duel melawan anak dari seorang ibu jenius bukan hal yang sulit untuk orang pejuang keras sepertiku sehingga sifatku menjadi angkuh kepada murid-murid tahun pertama yang masih seorang pemula. Awalnya, aku sangat menikmatinya tapi semakin lama semakin membuatku dijauhi oleh anak-anak di kelas, saat itu entah kenapa aku merasa kesepian tapi pujian demi pujian selalu aku dapatkan baik itu dari orang tua, temanku dan guru pribadiku sehingga membuatku tidak mempedulikan rasa kesepian itu. Setiap hari, aku melatih seluruh kemampuan yang aku miliki saat ini sampai seluruh latihan yang aku lakukan akhirnya bisa berhasil lalu aku mendapatkan kabar tentang Syoho yang merupakan anak dari seorang ibu jenius. Saat mendengar kabar itu tiba-tiba terlintas pikiran untuk melawannya!" gumam Gerlando saat masih angkuh
Cerita berlanjut dengan Gerlando menantang Syoho kemudian saat duel di mulai tiba-tiba pukulan keras mengenai saraf leher seketika membuat Gerlando pingsan. Saat itu, Gerlando melihat gerakan cepat dari Syoho yang seakan-akan menyatuh dengan kecepatan angin sontak membuatnya menyadari sesuatu yang sangat penting untuk menuju perkembangan.
Saat Gerlando terbangun dari pingsannya tiba-tiba dia kembali mengingat kekalahannya kini Gerlando sangat tidak percaya akan kekalahannya yang sudah berusaha keras tapi bisa kalah melawan Syoho. Namun, saat dia mendapatkan rekaman tentang duel mereka seketika Gerlando menyadari sesuatu lagi yaitu lawannya sudah berada di level lebih tinggi darinya sontak membuat Gerlando syok akan perbedaannya.
Setelah duel tersebut, orang-orang yang memuji Gerlando tiba-tiba menghilang, orang tuanya kini terdiam dan guru pribadinya merasa malu kini Gerlando merasa sudah hancur hingga dia terus menonton rekaman duelnya melawan Syoho sampai puluhan kali kemudian saat Gerlando benar-benar memutuskan untuk menyelesaikan kehidupannya tiba-tiba dia bisa melihat gerakan cepat dari Syoho di dalam rekaman tersebut yang sangat mustahil untuk dilihat, Gerlando akhirnya paham kalau lawannya juga berusaha keras untuk dapat menggunakan teknik tersebut sebab dia bisa melihat ekspresi seriusnya dalam menggunakan gerakan cepat tersebut.
pikirannya terbuka luas kini Gerlando menyadari kalau Syoho menang karena dia lebih berusaha keras daripada dirinya seketika rasa ingin merubah diri, membuat Gerlando berani untuk memilih jalan yang benar dan saat ini hasil semua latihan yang dia dapatkan akan membuatnya tidak mudah untuk dikalahkan.
[Kembali ke duel mereka]
__ADS_1
Melihat pergerakan Gerlando terhenti, membuat Alice bergerak maju sembari menciptakan pedang ice seukuran tubuhnya kemudian menerjang tubuh Gerlando sembari melayangkan pedang ice ke leher.
Slash...Freeze...Tap!
"Mustahil, bagaimana mungkin?" tanya Alice dengan ekspresi panik
"Aku tidak akan menahan diri untuk mengalahkanmu, Alice!" ucap Gerlando sambil memegang pedang ice menggunakan tangan kanannya kemudian dia hancurkan tanpa kekuatan penuh
Break...
Alice langsung menjauhi Gerlando karena dia merasakan kepanikan akibat serangannya dapat ditahan dengan mudah kemudian Gerlando berjalan di atas permukaan ice sembari mendekati Alice untuk melanjutkan duel mereka. Alice menciptakan golem ice kemudian menyuruh ciptaannya untuk menghancurkan Gerlando tapi setiap golem ice tersebut menyerang tiba-tiba mereka terpental akibat sebuah pelindung yang Gerlando buat di sekitarnya.
Gerlando berlari cepat ke arah Alice sembari mengepalkan tinjunya kemudian menghajar Alice tapi langsung dua tutupi dengan bongkahan ice sehingga pukulan kuat dari Gerlando tertahan. Setiap serangan, Gerlando lakukan secara aneh sebab pertahanannya termasuk sangat kuat bahkan ice yang Alice keluarkan tidak sanggup untuk menghancurkannya tapi di sisi lain, serangan dari Gerlando hanya mengandalkan kekuatan otot sehingga Alice kini mengetahui akan sesuatu yang membuat Gerlando kalah.
Queen Wolf...
Serigala dengan penampilan bulu salju berwarna putih serta matanya berwarna merah dengan gigi taring yang sangat tajam seketika membuat Gerlando harus fokus untuk pertahanan dirinya dengan kuat sekali, Queen Wolf menghantam pelindung tersebut bahkan terus-menerus dihajarnya tanpa henti sehingga membuat Gerlando terdiam di tempatnya sambil berusaha mempertahankan pelindungnya.
Dalam kesempatan itu Alice mengeluarkan kemampuan pamungkasnya.
"Kuperintahkan kepadamu, wahai roh air berevolusilah menjadi dingin dan buatlah seluruh arena ini beku. Atas kehendaku kini kuperintahkan kepadamu untuk melahap musuhku menjadi makananmu, Frost of Dragon!" teriak Alice sambil mengeluarkan naga embun beku
Rooaarrr...
Naga tersebut langsung membuka mulutnya selebar mungkin kemudian mengumpulkan embun beku ke satu titik dekat mulutnya, seluruh arena pertarungan menjadi dingin, beku dan bergetar. Naga tersebut terus mengumpulkan energi di mulutnya kemudian Gerlando mulai merasakan bahaya yang akan segera menghancurkannya untuk itu Gerlando siap untuk menahan semua serangan dari musuhnya.
__ADS_1
"Frost no Houkou!" teriak Alice sambil menyuruh naganya untuk melepaskan tembakan ke arah Gerlando
Gerlando mengeluarkan kartu terkuatnya untuk melindungi dirinya kemudian dia mencabut kalung berbentuk perisai yang saat ini dia kenakan seketika perisai kecil tersebut kembali ke bentuk aslinya yaitu Vanishem.
"Tahanlah semua serangan ini, Vanishem!" teriak Gerlando sambil memasang perisai tersebut
Duaarrrr...Freeze...
Ledakan embun beku menciptakan ledakan yang luar biasa dingin lalu terlihat Alice kedinginan serta tubuhnya sedikit membeku sedangkan itu Gerlando terlihat kedua tangannya membeku tapi duel tersebut membuat Gerlando tidak dapat untuk bertarung lagi karena dia sudah tidak berdaya tanpa kedua tangannya.
"Tch...
Sialan, yang berarti pemenangnya adalah dia!" ucap Gerlando dengan ekspresi kesal
"Woah, hebat sekali pertarungan tadi kini aku bisa melihat bahwa Gerlando yang sangat kuat dalam pertahanan kalah melawan Alice yang ahli dalam menggunakan elemen air tingkat lanjut yaitu ice!" ucap Juri
"Maaf semuanya!" ucap Gerlando dengan nada sopan dan sungguh-sungguh
Semua rekannya menyambut Gerlando dengan hangat seketika membuat Gerlando tidak putus semangat untuk terus berusaha keras supaya dapat mencapai apa yang dia inginkan.
"Pemenangnya adalah Alice dari Akademik Galleen!" teriak Juri
Selanjutnya adalah pertarungan adu kecepatan antara Yumei melawan Enma.
Bersambung...
__ADS_1